(EKSKLUSIF) Di Balik Single “Roar of Chaos” dan Masa Depan BURGERKILL

“Perjuangan harus jalan terus, support dari teman-teman juga menginginkan Burgerkill jangan sampai bubar!” 

Demikian cetusan optimistis dari Agung Ridho Widhiatmoko a.k.a. Agung Hellfrog, gitaris Burgerkill, saat dihubungi MUSIKERAS via sambungan telepon. Tekad itu telah dibuktikan lewat peluncuran single terbaru bertajuk “Roar of Chaos” semalam, yang sekaligus menjadi momen peresmian formasi terbaru unit cadas legendaris berbasis Bandung, Jawa Barat tersebut.

Ya, selain Agung, Ramdan Agustiana (bass) dan Putra Pra Ramadhan (dram), kini akhirnya diperkenalkan ke skena bahwa Ronald Alexander Radja Haba resmi menjadi vokalis terbaru Burgerkill. Nama yang tak asing, karena Ronald juga dikenal sebagai frontman dari pejuang death metal asal Jakarta, Carnivored.

Ini bukan keputusan terburu-buru. Karena di masa gitaris dan pendiri Burgerkill, mendiang Aries Tanto a.k.a. True ‘Eben’ Megabenz belum meninggal, Ronald memang sudah ditasbihkan sebagai pengganti Vicky Mono, vokalis sebelumnya. Bahkan tanpa proses audisi. Dan pada saat itu, juga sudah ada rencana untuk merilis single baru bersama Ronald pada Desember ini. 

“Bahkan kami sudah latihan 3-4 kali (dengan Ronald) untuk penyesuaian. Bukan dalam rangka audisi tapi langsung nunjuk,” seru Agung menegaskan.

Bagi Burgerkill, sosok Ronald adalah pilihan yang tepat untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka. Karena selain urusan personal, ia juga terbilang punya kemampuan bernyanyi yang berbahaya, yang sekaligus mudah disesuaikan dengan kebutuhan Burgerkill.  

.

.

“Nyanyinya ekspresif, ‘marah’nya dapet. Karakter bernyanyinya juga banyak. Di Carnivored kan death metal banget, low. Pas di Burgerkill dibuat lebih tinggi dan banyak scream, dan Ronald orangnya mau ngulik. Selain itu, profil orangnya juga humble. Mudah-mudahan ke depannya bisa dijaga terus hubungannya, karena kan biasanya banyak tuh masalah personal menyangkut urusan vokalis.”

Tanpa kehadiran Eben, diakui Agung sangat berat menggerakkan roda Burgerkill kembali. Khususnya dalam menghasilkan karya lagu. Untungnya, selain dari lingkaran pertemanan Burgerkill serta dari pihak keluarga mendiang Eben, suntikan semangat tak henti ditujukan ke personel yang tersisa. “Restu dari keluarga Eben sangat penting. Mereka malah bilang, ‘kasihan perjuangan anak saya kalau Burgerkill bubar’,” ucap Agung meyakinkan.

Tentang lagu “Roar of Chaos” sendiri murni merupakan garapan baru dari Agung, Ramdan, Putra dan Ronald. Bukan stok lama yang belum sempat terselesaikan. Namun bagan awal lagu tersebut digarap oleh Agung sendirian. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, dimana saat menggarap lagu baru ia selalu berkolaborasi dengan Eben, tetap diterapkan. Kata Agung, ia harus menerapkan pola pikir seolah-olah ada dua orang yang saling bertukar ide.   

“Biasanya bikin lagu bareng Eben, sekarang gue sendirian, habis itu baru dikirim ke grup. Pas ngerjainnya gue berpikir seperti dua kepala, dengan sudut pandang gue dan Eben. Kemarin pas take lagu pakai gitar Eben juga. Jadi rig (perangkat alat musik) Eben tetep dibawa ke studio. Jadi warna Burgerkill tetap ada. Dan memang ada rencana gitar Eben tetap dipajang di panggung untuk event-event tertentu, seperti yang terlihat di video ‘Roar of Chaos’. Sementara untuk suara gitar Eben pakai sequencer atau kemungkinan ada gitaris additional di belakang panggung.”

Konsep lagu “Roar of Chaos” yang terdengar lebih kencang, diakui Agung, sebenarnya juga merupakan keinginan Eben. Karena di akhir-akhir sebelum meninggal, Eben kerap mengungkapkan keinginannya mengeksplorasi death metal yang cenderung lebih old-school

“Pas bikin lagunya kami banyak dengar death metal, ada black metal juga. Tapi sound memang lebih ngikutin band-band sekarang. Kata anak-anak, ‘udah hajar aja!’ Sejauh ini warna Burgerkill sih tetap terjaga. Dan setelah rilis, Alhamdulillah respon dan reaksi penggemar juga positif banget.”

“Roar of Chaos” digarap Burgerkill di Escape Studio, Kosambi hanya dalam hitungan minggu. Dan memang diproyeksikan dirilis untuk memeringati 100 hari kepergian Eben. Dan ke depannya, sejumlah rencana juga telah dicanangkan oleh band bentukan Mei 1995 silam tersebut.

Rabu besok, tepatnya pada 22 Desember 2021, Burgerkill akan menggarap konten konser virtual khusus dimana mereka membawakan empat lagu, termasuk “Roar of Chaos”. Tiga lagu lainnya adalah pilihan yang biasa diminta Eben masuk ke reportoar lagu Burgerkill saat manggung. Salah satunya “Penjara Batin” dari album “Berkarat” (2003). Konten tersebut rencananya ditayangkan sebelum tutup tahun. Rencana lainnya, tentu saja penggarapan album serta antisipasi tur. Termasuk Wacken Festival pada Agustus 2022 mendatang. (mudya/MK01)

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *