Lewat Amunisi Punk/Metal, DISTRUST Ingatkan Kehancuran Manusia

Kami tidak ingin musik punk yang begitu-gitu saja, kami harus memberikan warna baru di band ini dan melakukan apa yang belum pernah kami lakuin di band kami masing-masing sebelumnya.” 

Kalimat di atas adalah tekad utama unit punk asal Cianjur, Jawa Barat yang baru terbentuk pada 2021 lalu ini. Walaupun mengedepankan punk, namun Distrust banyak menyuntikkan pengaruh ranting musik keras lainnya seperti thrash, heavy metal hingga bahkan black metal. Keseluruhan lantas disimpul menjadi satu ikatan yang mengalir.

“Kami mengambil warna musik dan nuansa dari Wolfbrigade, Baptists, Toxic Holocaust, Lamb of God dan Gojira,” seru Distrust kepada MUSIKERAS, mempertegas wilayah musiknya.

Konsep itulah yang mereka tuangkan di karya rekaman lagu tunggal pertamanya yang berjudul “Blindly Virus”. Sebuah lagu yang bertema menarik di liriknya, bercerita tentang perjalan sejarah umat manusia dari waktu ke waktu, masa ke masa, hingga zaman ke zaman, sampai mengantarkan mereka pada kekacauan yang mereka buat sendiri.

.

.

“Bercerita tentang perjalanan umat manusia, sampai ke pandemi yang sedang dialami sekarang. Berawal dari buku homo sapiens dari teori Charles Darwin dan homo deus, atau masa depan umat manusia karya Yuval Noah Harari. Kami mengungkap apa saja kejadian sejarah yang pernah terjadi dan dilakukan oleh manusia, kehancuran alam semesta, yang dicipatakan oleh manusia itu sendiri. Bahkan sekarang bumi masuk ke masa kepunahan keenam karena ulah umat manusia. Dan sekarang yang kita alami, contohnya pandemi ini, hampir memusnahkan setengah dari populasi di bumi. Manusia menciptakan sesuatu yang secara tidak sadar akan menghancurkan mereka sendiri di beberapa tahun ke depan. Kita hanya menjadi wayang bagi dalang yaitu para elit global,” beber Distrust panjang lebar.

Saat menjalani proses rekaman untuk “Blindly Virus”, para personel Distrust, yakni Gita Clausach Asmara Putra (gitar), Fauzan Ikbal Mafaza (vokal), Giral Jutawan (gitar), Nur Sauqi (bass) dan Ichsan Permana (dram) menghabiskan waktu sekitar seminggu untuk merampungkannya, dengan bantuan @hegemonytvofficial, sebuah digital creator yang mereka anggap banyak mendukung perkembangan skena musik cadas di Kabupaten Cianjur.

Distrust sendiri, bisa dibilang terbentuk dari benih yang sudah tertanam di band sebelumnya, yaitu Moving Deadly. Namun karena dirasa monoton dan tidak berkembang, akhirnya pencetusnya, Gita Clausach memutuskan untuk membubarkannya. Hingga pada 2021 lalu, Gita tergerak menghidupkan band baru dengan mengajak mantan personel Moving Deadly, yaitu Fauzan dan Ichsan kembali. Dengan tambahan Giral dan Nur Sauqi memperkuat formasi, maka lahirlah Distrust. 

Kini setelah meluncurkan single “Blindly Virus” yang sudah bisa digeber via berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Joox, Tidal dan Deezer, tanpa buang waktu Distrust langsung menggarap video klip untuk menunjang kelanjutan promonya, sambil menyiapkan perilisan album mini (EP) debut mereka yang bakal diberi judul “Sapiens”. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts