Berbekal nuansa lirik optimistik yang kembali dikombinasikan dengan aransemen kekinian yang gelap, unit rock asal Yogyakarta ini kembali mengusik perhatian di skena musik independen. Setelah lagu perkenalan berjudul “Heaven” yang diluncurkan pada Maret 2021 lalu, kini Eastern Traffic melepas lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Purple Dreaming”.
Tapi kali ini ada perbedaan besar yang ditawarkan. Di lagu yang berpusat pada tema lirik tentang bagaimana cara menyikapi keraguan diri (self doubt) dari lingkungan yang meragukan tersebut, Eastern Traffic tidak lagi diperkuat vokalis Anetjka. Lini suara kini dipercayakan kepada vokalis baru, Arista ‘Rista’ Sahda yang menjadi pelengkap formasi Alun Astoto (dram), Bayu Bawono (gitar), Yudhistira Gangga (gitar/synth) dan Anton Saputra (bass).
Ada apa dengan Anetjka?
“Pergantian personel tak bisa dihindari karena perbedaan visi dan misi saja. Ditambah lagi, vokalis lama stay di Jakarta, sementara kami di Yogyakarta, jadi rada memakan waktu buat proses bikin karyanya,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS mengungkap alasan penggantian tersebut.
Keseluruhan proses rekaman instrumentasi “Purple Dreaming” sendiri dieksekusi di Species Room, sementara untuk rekaman vokal di Polarity Audio. Pengerjaan mixing dan mastering dipercayakan kepada Ian Anatha di Polarity Audio.
.
.
Menurut tuturan Eastern Traffic, “Purple Dreaming” sebenarnya bukan lagu yang benar-benar baru. Melainkan, pengembangan ide-ide baru di komposisinya didasari stok lagu lama milik mereka yang berjudul “Luck in Crime”. Namun lantas dipermak ulang oleh Gangga, hingga mengalami perubahan yang cukup drastis. Terutama di aransemen yang mengalami sentuhan ulang hingga sekitar 80%.
“Alasan kami mengolah stok lama adalah karena lagu tersebut tidak tersampaikan dengan semestinya, maka Gangga memutuskan mengubah hampir semua aransemen. Lalu Gangga juga memutuskan untuk mengubah 100% konsep lirik dan desain vokal, agar Rista bisa bernyanyi lebih nyaman.”
Hasilnya, “Purple Dreaming” terdengar masih memiliki garis merah yang senada dengan karakteristik lagu sebelumnya, “Heaven”. Dan leburan notasi pop lawas dengan sentuhan sound kekinian di lagu tersebut pun semakin kental. Terasa seolah menghadirkan kombinasi ‘roh’ Billie Eilish dan Lana Del Ray dalam sebuah komposisi rock yang ekspresif.
Namun menurut Rista, tak ada niat sama sekali untuk meniru-niru cara bernyanyi siapa pun. Apa yang terdengar di “Purple Dreaming” adalah output dari cara ia berekspresi mengintepretasi kebutuhan lagu tersebut.
“Aku penyanyi males, jadi aku nyanyi cari cara yang menurutku segampang atau sesimpel mungkin, tapi tetep dapet esensi dari lagunya. Jadi kalo nyanyi keluarnya gitu ya udah gitu aja,” ucapnya meyakinkan.
Usai “Purple Dreaming”, Eastern Traffic bakal segera mengalihkan fokus ke penggarapan album. Sudah ada judul, yakni “Innocent Moves” dan ditargetkan bisa rilis tahun ini. Disamping itu, mereka juga telah meniatkan untuk memperkenalkan ulang lagu “Heaven” dengan isian vokal dari Rista. (mdy/MK01)