Tepat tiga bulan lalu, unit modern metal asal Malang, Jawa Timur ini telah memperdengarkan karya debut mereka yang bertajuk “Untruth”. Somniumsaic menerapkan paduan bantingan ‘breakdown’ serta penggunaan bentuk tangga nada Phrygian pada beberapa bagian untuk menambah kesan ‘gelap’ di lagu tersebut. ‘Phrygian’ sendiri banyak digunakan di musik-musik etnik Timur Tengah seperti Mesir dan Arab. Dan dalam konteks referensi Somniumsaic sendiri, penggunaan tangga nada tersebut sedikit banyak terinspirasi dari pola yang dimainkan Born of Osiris, band progressive metalcore asal Chicago, AS.
Alasan utama menggeber formula itu sendiri, menurut tuturan Somniumsaic kepada MUSIKERAS, karena sangat erat kaitannya dengan tema lirik. “‘Untruth’ berisi kritik terhadap orang-orang yang mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya. Musik yang cenderung ‘keras’ dirasa lebih cocok untuk membawa pesan tersebut,” ujar mereka menegaskan.
Kini, di lagu rilisan tunggal terbarunya, “The Way It Ends”, Alexander Agustinus (vokal), Alfonsus Abimatha (gitar), Antonius Sandy (gitar), Bartolomeus ‘Rere’ Renaldo (bass) dan Meinard Abdi Gusti (dram) mengedepankan isu tentang gangguan mental, tepatnya mental breakdown. Istilah itu menggambarkan situasi stres dimana orang yang mengalaminya untuk sementara waktu kesulitan menjalani fungsinya secara normal dalam kehidupan sehari-hari. Makanya, kali ini Somniumsaic lebih menonjolkan garapan musik yang terkesan lebih kalem.
“Lebih tepatnya, kami menabung dan menulis musik terlebih dahulu, kemudian menulis lirik. Selanjutnya kami baru mencocokkannya, lirik mana yang cocok untuk musik yang telah kami buat. Isi pesan yang kemudian berpengaruh pada penulisan musik. Tanpa adanya ‘heavy breakdown part’ dalam penulisan musik lagu ini ditujukan untuk lebih memperkuat pesan dalam lirik lagunya, ketimbang hanya musiknya semata. Meskipun begitu, sisi modern metal yang sudah kami bawa tetap ditampilkan walau hanya berupa aksen riff gitar tipis. Secara keseluruhan musik, kami sedikit melenceng dari genre metal yang penuh dengan riff gitar dan tabuhan dram yang cadas.”
.
.
Dalam urusan peracikan musik keseluruhan, Somniumsaic banyak terpengaruh oleh band-band metalcore, djent, emo hingga post-hardcore. Secara struktur lagu, mereka bahkan juga memasukkan formula lagu pop dalam penulisan. Contohnya di “The Way It Ends”, dimana mereka menempatkan bagian chorus pada satu menit pertama.
“(Kali ini) Kami banyak terinspirasi dari proyek solo Jason Richardson (mantan gitaris Born of Osiris dan Chelsea Grin) dalam penggunaan ketukan dan beberapa aksen gitar, yang tentunya tidak serumit (terapan) beliau. Tapi tetap ada beberapa riff dan solo pendek agar identitas kami tetap terbawa.”
Proses penggarapan “The Way It Ends” dijalani Somniumsaic dalam waktu satu setengah bulan, yang melingkupi penulisan lirik sampai ke tahap mastering. Kerangka lagunya sendiri sebenarnya sudah mulai diolah sejak 2017 lalu oleh gitaris Abimatha dan dimatangkan lagi pada 2020, tepat saat proses rekaman dimulai. Tapi proses itu dilakukan paralel dengan materi-materi lain untuk kebutuhan album. Bahkan sebagian besar sudah selesai sejak Oktober 2021 lalu.
Eksekusi rekaman album dimulai pada Mei 2020. Seiring berjalannya proses itu, mereka menulis beberapa lagu tambahan agar pas menjadi 10 lagu, dimana awalnya hanya disiapkan sebanyak enam lagu. Sejak Oktober 2021, mereka benar-benar berkonsentrasi untuk memaksimalkan tiap lagu yang akan dijadikan rilisan tunggal terlebih dahulu, disertai dengan konsep video musiknya.
“Jika sesuai timeline, rencananya kami akan mengeluarkan single ketiga pada Juli 2022. Selang seminggu setelah video musik dari single ketiga dirilis, album perdana kami juga akan dirilis sekitar akhir Juli atau awal Agustus. Untuk progres secara keseluruhan, mungkin yang belum sampai final hanya untuk artwork dan materi visual untuk promosi di media sosial.”
Oh ya, Somniumsaic yang terbentuk pada Mei 2017 ini sendiri menentukan namanya dari dua kata, yaitu “Somnium” yang berarti ‘mimpi’ dalam Bahasa Latin, dan “Mosaic” yang berarti ‘mosaik’ atau ‘kolase’. Jadi secara keseluruhan Somniumsaic dimaknakan sebagai ‘Mosaik Mimpi’ atau ‘Kolase Mimpi’. (mdy/MK01)