DREAMER N FIGHTERS Ekspresikan Kesedihan dengan Beringas

“… Untuk refensinya, sepertinya tidak ada yang spesifik, karena kami hanya berusaha menggambarkan isi lagu dengan berdasarkan genre band yang kami pilih, yaitu heavy metal.”

Kalimat di atas diucapkan Derijck Nugroho, gitaris sekaligus penulis dan pengolah “Oblivion”, lagu rilisan tunggal terbaru dari trio Dreamer N Fighters. Ia tak ingin benar-benar mematok batasan demi memaksimalkan pesan yang ingin disampaikan lewat karya rekaman terbarunya tersebut.

“Secara garis besar,” lanjut Derijck lagi kepada MUSIKERAS, “genre yang kami usung adalah heavy metal. Namun pada aplikasinya, kami sering kali menggabungkan beberapa sub-genre metal karena pada komposisinya tetap kami sesuaikan dengan tema mau pun lirik yang kami bawakan, agar pesan dari lagu tersebut bisa sampai kepada pendengar, tidak hanya berdasarkan lirik tapi juga berdasarkan musik yang dibawakan.”

Ungkapan lirik “Oblivion” sendiri, adalah tentang kehilangan orang yang dicintai secara mendadak. Salah satu hal paling tragis yang terjadi dalam suatu kehidupan. Sulitnya menerima kenyataan membuat otak kita seakan sulit mencerna suatu kejadian yang ada di depan mata. Kesedihan, penyesalan dan kenangan seakan bercampur menjadi badai yang terus bergejolak dalam hati dan fikiran. Namun hari kemarin tak akan bisa kembali, dan seberapa pahitnya kenyataan di hari ini maupun esok tetap harus kita telan.

Nah untuk mengekspresikan perasaan itu, Dreamer N Fighters yang juga diperkuat oleh vokalis Jasmine Afifa dan bassis Roby Septiyan mengaransemen lagu “Oblivion” sedemikian rupa, agar dapat menggambarkan perasaan kehilangan yang mendalam tadi.

Diawali oleh bagian chorus yang hanya diiringi oleh piano, yang dimaksudkan agar pendengar bisa mengetahui tema dari lagu tersebut, yaitu lagu yang menceritakan tentang kesedihan. Selanjutnya disambut oleh riff dan ketukan speed metal, yang merepresentasikan kekalutan atau panic attack yang dialami seseorang saat mendengar atau melihat kabar kematian. Momen itu biasanya membuat jantung berdetak cepat dan tidak beraturan.

.

.

“Kemudian bagian pre-chorus lagu kembali soft karena pikiran dan perasaan mulai tersadar tentang apa yang sedang terjadi. Setelah itu musik menjadi power ballad di bagian chorus untuk menggambarkan emosi dan kesedihan orang yang kehilangan dan ditutup oleh permainan solo gitar yang seakan mengekspresikan kesedihan yang belum usai, karena kematian tidak akan hilang dan tetap dirasakan sampai akhir hayat.”

Dreamer N Fighters mengeksekusi proses rekaman “Oblivion” secara mandiri, dengan mamaksimalkan perangkat rekaman rumahan (home recording). Secara kesleuruhan berlangsung cukup singkat karena tidak melibatkan banyak pihak. Hanya ada personel band dan Derijck tentunya, yang bertanggung jawab dalam pengarahan musik.

Menurut Derijck, “Oblivion” merupakan rilisan tunggal kedua kedua untuk menyambut album penuh kedua mereka yang bakal berjudul, “Darkforce Awakens”. Sebelumnya, tepatnya pada 10 Maret 2020 lalu, mereka telah membukanya dengan lagu pertama yang juga bertajuk “Darkforce Awakens”. Albumnya sendiri ditargetkan bisa rilis akhir tahun ini. Sejauh ini pengerjaan produksinya sudah mencapai sekitar 70%, dan sekarang mereka sedang berusaha untuk merampungkannya sesegera mungkin agar bisa rilis tepat waktu seperti yang mereka rencanakan.

Ya, Dreamer N Fighters memang bukan terhitung band baru. Mereka sudah mulai kasak-kusuk di skena musik independen di Jakarta sejak 6 Juni 2014 silam, atas prakarsa dari Derijck Nugroho. DNFriends – nama awal band ini – sempat mengeksplorasi genre techno rock, saat masih dihuni formasi Derijck, Jasmine dan bassis Zaelani Abdul. Lalu seiring berjalannya waktu, Roby Septiyan masuk bergabung di posisi gitar, bersama dramer August Haryanto. Pada 6 Juni 2016, nama DNFriends lantas disepakati berganti menjadi Dreamer N Fighters, sekaligus mengubah haluan musik ke arah heavy metal.

Pada tahap inilah Dreamer N Fighters berhasil melepas lagu debut bertitel “The Fighters” pada 1 April 2016, yang menjadi pembuka menuju album berjudul sama, yang dirilis pada 10 Februari 2016. Lagu lain dari album tersebut antara lain “Intoxicated”, “Mechanical Human”, “The Last Goodbye” dan “Taste of My Revenge”. Pada 13 Agustus 2021, mereka sempat pula berkolaborasi dengan Amy (Frost Revenge) dari Malaysia untuk lagu lepas berjudul “Zombie Attack 2021”.

Kini, “Oblivion” yang diedarkan via Sirkus Records sudah bisa digeber di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Deezer, Joox, Resso dan YouTube Music. (mdy/MK01)

.

2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.