CROSSXOVER Tegaskan Kekuatan di Ranah Modern Electronicore

Menyusul tiga karya rekaman yang sudah dilepasliarkan di kanal YouTube resmi mereka, kini unit modern electronic metalcore ini kembali mengobarkan skena independen lewat lagu rilisan tunggal terbarunya yang bertajuk “Lotus Orb”.

Oh ya, formula musik yang dimainkan Crossxover tersebut sedikit banyak terpengaruh band asal Jepang, yakni Fear, and Loathing in Las Vegas. Di kota mereka, Yogyakarta, terbilang sangat minim penganut genre semacam itu. Tak heran, kiprah band bentukan 3 Maret 2016 ini pun lekas diminati oleh beberapa komunitas Jepang yang berada di seputaran Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahkan mereka juga sudah mempunyai penggemar spesifik, yang dinamai Killertone.

Bisa dibilang, “Lotus Orb” menandai perjalanan era baru Crossxover. Mereka sempat mengalami transisi perombakan formasi, hingga akhirnya kini solid diperkuat Yudhistira ‘Terra’ (dram), Bagus Prabowo Widjiono (gitar), Saeffy Nurhidayat (bass), Muhammad Aji Kurniawan aka Ajik (gitar), Danang Annas Muttaqien aka Danchun (vokal/scream) dan Dimas Haryo Hamonangan Manurung (vokal/clean).

Tentunya sulit untuk beradaptasi secara kilat, apalagi Crossxover sudah berganti vokalis sebanyak tiga kali. Namun kehadiran vokalis terbarunya, Danchun rupanya membuyarkan keraguan itu. Dan kali ini, Crossxover merasa lebih berani menjelma menjadi band yang banyak memasukkan instrumen alat musik tradisional Jepang, yang lantas mengolaborasikannya dengan musik elektronik.

.

.

Penggarapan “Lotus Orb” sendiri digodok selama sekitar 1-2 bulan karena harus penyesuaian ddengan vokalis baru. Idenya berawal dari keinginan untuk mencurahkan segala cerita dari Crossxover yang masih bertahan hingga sekarang, dengan segala macam dramanya. Mulai dari bongkar-pasang personel hingga mendapat hujatan dari para pendengarnya.

“Kami memulai kembali dengan warna musik kami yang sama seperti di lagu-lagu sebelumnya, seperti ‘Run Away’, ’Believe in Yourself, Special Creation’ dan ‘New World’. Tapi kali ini, di ‘Lotus Orb’ kami membuatnya sedikit berbeda. Dengan pola lagu yang tidak ada pengulangan, dan kami menambahkan unsur suara dari alat musik tradisional Jepang di akhir lagu. Dari segi konsep musik, masih sama dengan lagu-lagu kami sebelumnya, tetap membuatnya easy listening, tapi dengan beat yang kencang. Hanya, di lagu ‘Lotus Orb’, kami sedikit mengisinya dengan alat musik tradisional Jepang di beberapa bagian,” urai Crossxover kepada MUSIKERAS.

Selain itu, jika masih harus membandingkannya dengan karya-karya Crossxover sebelumnya, tentunya ada perubahan di karakter suara vokalis. Khususnya di bagian scream yang lumayan menonjol perbedaannya. “Jika dibandingkan dengan single kami yang berjudul ‘Adorable’, pasti berbeda. Karena di lagu tersebut, saat itu posisi vokalis (scream) kami sedang kosong, dan kami membuat lagu ‘Adorable’ lebih santai vibe-nya.”

Saat ini, selepas merampungkan “Lotus Orb” yang kini sudah terhidang di berbagai platform digital, Crossxover selanjutnya mencanangkan penggarapan  album. Selain empat lagu yang sudah beredar, juga ada tambahan karya-karya baru. Semua materi sudah siap, sisa menentukan jadwal untuk mengeksekusi rekamannya. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.