ANIMATRONIX ID Lepas Metal Kelam yang Sarat ‘Gangguan’

‘Menghilang’ selama beberapa bulan bukan berarti denyut nadi band metal asal Jakarta ini terhenti. Proses berkarya rupanya tetap berjalan, khususnya sejak dua bulan terakhir. Dan sebenarnya, lagu rilisan tunggal terbaru Animatronix ID yang berjudul “The Phantom” ini sudah eksis idenya sejak mereka menggarap album pertama, “Human Scenario”.

Adalah vokalis dan gitaris Sam Christ serta gitaris Naufal Razzan yang meracik lirik serta musik dasarnya. Namun, menurut tuturan pihak band kepada MUSIKERAS, karena lagu tersebut memiliki warna musik yang terlalu berbeda dibanding materi lainnya, maka diputuskanlah untuk tidak disertakan di “Human Scenario”.

Lirik “The Phantom” sendiri bercerita tentang sisi gelap yang dimiliki tiap manusia, namun selalu berusaha dipendam dalam-dalam. Juga berisikan harapan dan doa agar Tuhan selalu menuntun jalan kita dan mengampuni saat kita lepas kendali. Pesan dari lirik itu juga disiratkan lewat rancangan ilustrasi (artwork) lagu yang memperlihatkan seseorang yang dibungkus dengan kain kafan. Hal itu dimaksudkan untuk melambangkan sifat buruk yang berusaha diikat dan dibungkus dalam diri agar tidak lepas.

Kali ini, Sam, Naufal serta dua personel lainnya, Jody Akbar (bass) dan Rafie Susilo aka Iraf (dram) mengadopsi sound metal yang cenderung lebih gelap, dengan penambahan elemen-elemen lonceng gereja, koor (choir), alunan melodi a la musik-musik medieval serta dengan intensitas vokal yang lebih ekstrim dibanding materi-materi Animatronix ID sebelumnya.

“Berawal dari riff intro simpel yang Naufal kirim via voice note (di aplikasi) Whatsapp, lalu dikembangkan oleh Sam sampai akhirnya menjadi lagu penuh. Pengerjaannya sendiri memakan waktu dua bulan di studio rekaman SCW Audio dan telah melewati beberapa kali pengulangan (retake) untuk mendapatkan intensitas musik yang ditargetkan. Bahkan untuk lebih meresapi kesan kelam dari lagu ini, sebelum rekaman vokal Sam kerap mendengarkan cuplikan audio-audio yang disturbing seperti rekaman blackbox kecelakaan pesawat dan emergency call 911.”

.

.

Lebih jauh tentang eksekusi musik di “The Phantom”, Animatronix ID menjelaskan, bahwa kali ini permainan riff gitarnya dibuat lebih kompleks, dengan vokal yang lebih agresif serta gebukan dram yang lebih powerful dibanding dengan materi sebelumnya. Lalu di antara bait-bait yang cadas tersebut terdapat dua gitar solo yang ‘cantik’ untuk memberikan keunikan dan celah ‘nafas’ pada lagu tersebut agar tidak terkesan monoton atau statis. 

“Kali ini ada beberapa referensi baru seperti musik-musik era medieval serta black metal. Namun sebagian besar tetap berdasarkan dari formula dasar musik Animatronix, yaitu melodic screams, heavy guitars dan beautiful solo.” 

“The Phantom” sendiri menjadi salah satu lagu rilisan tunggal yang dilontarkan sebagai pengantar menuju penggarapan album kedua Animatronix ID. Album tersebut rencananya dilepasliarkan secara resmi tahun depan. Namun sebelumnya, akan ada dua rilisan tunggal lainnya yang juga bakal diperdengarkan sebagai pemanasan. Sejauh ini, penggodokan album baru sekitar 25% dari proses keseluruhan, yang diproyeksikan melampiaskan selusin lagu baru dengan konsep musik yang fresh

Animatronix ID dibentuk pada September 2021 dan merilis “Human Scenario” pada 7 April 2022 lalu. “The Phantom” sendiri sudah tersedia di berbagai platform digital sejak 27 Agustus 2022 lalu. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.