CRACKED EGGS Lepas “Saffar”, Ubah Haluan ke Sludge Metal

Awalnya, Cracked Eggs ini dibentuk empat musisi asal Bandung yang menggilai musik rock and roll serta heavy metal. Lalu sejak mulai menggeliat pada 11 September 2016 lalu, mereka telah menghasilkan dua lagu rilisan tunggal bertajuk “The Sinner” (Agustus 2018) serta “Stoned” (Oktober 2020), yang bisa dibilang kental akan corak southern rock.

Tapi kini, band yang diperkuat formasi Muhammad Fajar (vokal), Mulki Saleh Mutaqin (gitar), Afrizal Ibrahim Sayadi (bass) dan Viddy Virdian Nursana (dram) ini sepakat mengubah haluan. Di karya rekaman lepas terbarunya yang berjudul “Saffar”, Cracked Eggs melirik kegagahan sludge metal sebagai identitas musik barunya.

“Sebagai musisi sih kami selalu haus sama konsep yang baru,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mengawali klarifikasinya.

Menurut Cracked Eggs, sangat banyak referensi yang mereka dengarkan dan akhirnya seluruh personel jatuh hati pada sludge metal. Terlebih lagi, selain merasa keren saat memainkan sub-genre tersebut, di Bandung juga terbilang masih jarang band yang memainkan sludge metal.

.

.

“Saffar” menjadi karya pertama Creacked Eggs yang sarat pengaruh sludge metal serta sedikit sentuhan doom. Khususnya dari band-band asal AS atau Inggris seperti Conan, Weed Demon hingga monster death metal gaya lama seperti Death dan Obituary.

“Dari segi musikal, ‘Saffar’ adalah musik terbaru kami yang dipengaruhi band-band sludge metal, dengan riff-riff gitar yang super berat dan kami bumbui sedikit dengan blast-beat, kami tuangkan di ‘Saffar’ sebagai implementasi dari hasil referensi yang kami dengarkan setiap hari.”

Proses kreatif penggarapan “Saffar” dieksekusi Cracked Eggs selama tiga tahun lantaran terbatasi ketersediaan waktu para personelnya. Direkam di Coffeehaze Records yang berada di kabupaten Bandung, sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada sahabat mereka, Muhammad Ilham Ashari.

Cracked Eggs mengaku banyak melakukan riset untuk menulis “Saffar” karena menerapkan konsep yang sangat berbeda dibanding genre mereka sebelumnya. “Akhirnya kami memantapkan diri merilisnya di tahun ini dengan konsep terbaru dan yakin musik kami dapat dinikmati oleh pendengar,” ujar cracked Eggs percaya diri.

Langkah selanjutnya, sludge metal bakal menjadi cetak biru musik Cracked Eggs selanjutnya. Kini sebuah album mini (EP) sedang disiapkan dan ditargetkan bisa rilis tahun depan. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.