Identitas Baru SVANHILD Dikukuhkan di Jalur Modern Metalcore

Dari bumi Bekasi, unit metalcore yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Feels ini akhirnya kembali menggolakkan kreativitasnya dalam kancah musik keras Tanah Air. Kali ini, secara resmi mereka mengibarkan nama baru, yakni Svanhild untuk menancapkan eksistensinya. 

“Svanhild di sini memiliki makna ‘Untuk buah hati – Anak’ dalam Bahasa Skandinavia. Dengan kata lain Svanhild ini diharapkan bisa menjadi anugerah terindah yang dinantikan untuk semua personel itu sendiri,” cetus vokalis Arif Bustaman mengungkapkan alasan di balik pemilihan namanya.

Selain identitas baru, semangat baru Svanhild juga dicetuskan lewat karya rekaman baru, sebuah rilisan tunggal bertajuk “Wrath”. Lirik lagu ini banyak menyimpan kemarahan, kegelisahan serta pembuktian untuk semua orang yang pernah memandang Svanhild sebelah mata, yang ditambahkan dengan kemasan musik yang mendukung pesan tersebut tersampaikan. Berupa racikan metalcore yang lebih keras serta sedikit sentuhan industrial untuk menunjukkan kedewasaan Svanhild dalam bermusik.

Arif Bustaman, Dirk Marthin Kawinda (gitar), Arif Abdul Yazid (bass) dan Irfan Ahmad (dram) mengerjakan “Wrath” selama sekitar satu bulan. Dalam proses kreatif serta eksekusi rekamannya dilakukan Svanhild di Black Bulb Studio bersama Fachrizal Achmad aka Ijal Bulb sebagai produser, serta Daniel Asido dari band Last Goal! untuk teknis perekaman isian gitarnya.

.

.

Kali ini, konsep metalcore yang diterapkan Svanhild lebih cenderung ke gestur modern metalcore. “Lagu ‘Wrath’ sendiri terpengaruh dari beberapa band metalcore, salah satunya adalah Underoath,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, terus-terang.

Lalu untuk mendukung promonya, Svanhild menggarap video musik dalam konsep visualisasi 3D, yang sudah tayang di kanal YouTube resmi Svanhild. Visualisasi tersebut dikerjakan oleh Reka Niko, yakni orang yang juga memproduksi visualisasi 3D di lagu “Dark Era” milik band deathcore asal kota Bandung, Revenge the Fate, serta juga “Surai Seraya” milik band metal modern yang juga berasal dari Bandung, Strangers. 

Sedikit menengok ke belakang, Feels terbentuk pada 2013 silam dan sudah sempat melahirkan tiga lagu rilisan tunggal. Namun terganjal beberapa faktor, akhirnya Feels harus memilih vakum pada 2017. Seiring berjalannya waktu, muncul keinginan dari Arif Bustaman dan Arif Abdul Yazid untuk kembali menghidupkan Feels, berdasarkan amanah dari mendiang teman mereka, Berry dari Skilla. Pada 2022, akhirnya jantung Feels pun berdenyut lagi dan berganti nama menjadi Svanhild.

Setelah “Wrath”, saat ini Svanhild sudah mulai menggodok materi single selanjutnya, yang rencananya mereka kemas dalam sebuah rilisan album mini (EP). “Untuk progres saat ini baru mencapai 30% dikarenakan setiap personel (juga) memiliki kesibukan lain.”

Selain di YouTube, “Wrath” juga bisa ditemui di platform digital seperti Spotify dan Apple Music. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.