Pada 22 Juni 2023 lalu, berlokasi di sebuah bar kopi di kawasan Jakarta Selatan, Seiren memproklamirkan video musik pertamanya, dari lagu mereka yang berjudul “Sweet As Revenge”. Tapi yang membuat momen tersebut sangat istimewa adalah konsep visualisasinya, dimana band bentukan akhir 2019 tersebut mencetak sejarah sebagai band pertama di skena post-hardcore Jakarta yang merilis video klip debutnya dalam format kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Dalam mewujudkan konsep tersebut, Seiren yang digerakkan formasi Hanif Ramadhana (vokal), Suryo Dwisaksono (gitar), Reza Pramastika (gitar), Erlangga Andanto (bass) dan Cherokee Wicaksono (dram) bekerja sama dengan rumah produksi Morse untuk menciptakan pengalaman visual yang revolusioner, dengan menggabungkan kekuatan musik dan kecerdasan buatan.
Morse sendiri merupakan grup kreatif bentukan 2022 yang berbasis di Jakarta, yang dijalankan oleh orang-orang yang telah berkecimpung di industri kreatif selama lebih dari delapan tahun. Sebagai perusahaan pembuatan visual, Morse menyediakan berbagai layanan dalam bidang pengembangan audio-visual, seperti produksi iklan, film, animasi, desain grafis hingga special effect. Morse fokus pada pengembangan teknologi produksi visual terbaru, meningkatkan inovasi dan kreatifitas seperti teknologi produksi, pengeditan serta Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan pengalaman visual dan interaksi dengan pengguna.
Kembali ke video “Sweet As Revenge”, dengan mengadopsi teknologi AI tadi, Seiren mendorong batasan dan menetapkan standar baru, membuka jalan menuju masa depan yang menarik, dimana kreativitas dan teknologi berpadu. Cerita di balik video klip itu juga sangat menarik, dimana semua personel berubah menjadi karakter-karakter dengan latar belakang ‘dendam’nya masing-masing. Seiren telah menciptakan video klip yang memukau secara visual dan memancing pemikiran, melampaui batasan normal. Kolaborasi mereka dengan Morse menunjukkan komitmen band untuk menjelajahi wilayah seni baru dan mendorong batas-batas yang ada dalam industri musik.
“Kami sangat senang untuk mempersembahkan video musik perdana kami, yang merupakan langkah signifikan bagi Seiren dan skena musik di Indonesia,” seru Hanif, bangga.
O ya, lagu “Sweet As Revenge” sendiri merupakan salah satu trek yang termuat di album mini (EP) kedua Seiren yang bertajuk “Monologue”, yang telah ditebar ke berbagai platform musik digital sejak Januari 2023 lalu. Sebuah karya rekaman yang mereka sebut memberi tantangan baru bagi para personel Seiren.
“Karena kami melakukan semuanya, dari awal hingga akhir sendiri, dan rekamannya juga terjadi di rumah gitaris kami. Prosesnya kurang lebih enam bulan. Kami terus mendorong diri kami sendiri dengan memperbaiki cara penulisan lagu kami, meningkatkan keterampilan teknis kami sendiri yang nantinya akan diterapkan dalam lagu-lagu EP ini, dan membuatnya tetap menarik untuk didengarkan dan tetap menghibur pendengar kami saat ini dan mencoba menjangkau orang baru. Cukup menjadi tantangan baru dan cukup menyenangkan,” tutur pihak Seiren kepada MUSIKERAS.
Di EP “Monologue”, Seiren memadukan musik yang cukup cepat dan tegas, seperti hardcore dan nu-metal dengan semburan lirik yang sedikit melankolis serta amarah seperti emo, namun tetap menjadikannya dinamis dengan berbagai proses kreatif yang mereka lakukan sendiri.
“Kami banyak terpengaruh dari band-band seperti Bad Omens, Bring Me the Horizon dan lain-lainnya, yang menjadikan ‘Monologue’ dapat terklasifikasikan dalam post-hardcore.”
Sedikit berbeda dibanding saat Seiren merilis EP pertama, “Prologue” (2020), dimana liriknya lebih fokus ke cerita perkenalan tentang siapa Seiren. Sementara di “Monologue”, suara yang dilantangkan lebih mengungkapkan pikiran Seiren tentang kekecewaan, penyesalan, dendam serta bagaimana sebuah rasa yang akhirnya berada di puncak.
Selain “Sweet As Revenge”, EP “Monologue” juga memuat lagu berjudul “Admire”, “Candle Flame”, “Loving You Is Suicide” dan “Lies”. (aug/MK02)
.
.
blog artikel seputar artificial intelligence merupakan pembahasan yang menarik. Era digital membuka berbagai peluang melalui kemajuan teknologi yang canggih. Virtual Reality Indonesia dapat menciptakan pengalaman visual dan interaktif yang inovatif, terutama dalam penerapan teknologi berbasis realitas virtual.