Setelah ditinggal personelnya pada 2021 lalu, pejuang metalcore asal Palembang, Sumatera Selatan ini sempat terdiam, setelah sempat menghasilkan dua lagu rilisan tunggal bertajuk “Regret” pada 5 Maret 2021. Tapi pada awal 2023, dengan formasi terbaru, Own Grave Dead akhirnya berhasil bangkit kembali dan langsung melontarkan karya lepas berjudul “Derita” pada 3 Maret 2023 serta yang terbaru, “Sigma” pada 25 Juli 2023 lalu.

Band yang digerakkan oleh Zulham Meidi (vokal), Rendy Agustian (gitar), Muhammad ‘Matt’ (bass) serta dua personel baru, yakni Singgih Prabujaya (dram) dan Erick Okvanty (gitar) tetap mempertahankan ciri khas konsep karyanya, dimana lirik yang melankolis dipadupadankan dengan geberan musik yang keras. 

Seperti di lagu “Sigma” yang berisikan curahan tentang si perfeksionis yang memiliki ego tinggi, dan memandang rendah orang-orang sekitarnya. Semua lirik ditulis oleh Matt. “Dengan komposisi musik yang keras, komposisi mixing yang modern namun dengan lirik menyayat hati akan menjadi perpaduan unik dalam hasil karya karya kami,” ujar Own Grave Dead menegaskan.

Proses penggarapan “Sigma” dilakukan Own Grave Dead secara mandiri, direkam di tempat yang menurut mereka, hanya sebuah kamar kontrakan dengan dukungan perangkat seadanya. Materi awal “Sigma” sendiri sudah dibuat oleh gitaris Erick, sementara untuk polesan mixing dan mastering dibantu rekan mereka, Julius Caesar Ibrahim. Keseluruhan pengerjaan produksi berlangsung selama sekitar tiga bulan.

.

.

Metalcore yang menjadi benang merah Own Grave Dead kali ini difokuskan ke pengembangan dinamika komposisi lagu, serta emosi yang mereka curahkan di lagu tersebut. “Diharapkan sampai ke pendengar yang menikmati. Perbedaan dibanding dua single sebelumnya adalah, adanya isian ambience di pertengahan lagu serta dari tempo. ‘Sigma’ terkesan sedikit lebih lambat namun tetap memberikan lick serta riff metalcore yang padat dan berisi,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Sementara dalam hal referensi lagu, Own Grave Dead berusaha tetap berpegang pada paham metalcore, namun ditambahkan beberapa riff serta aksen ambience di tengah lagunya. “Contoh band yang cukup banyak kami adaptasi komposisinya adalah Currents dan Memphis May Fire.”

Selepas “Sigma”, band bentukan 2014 silam ini bakal melanjutkan peracikan produksi lagu-lagu berikutnya, yang ditargetkan bisa terkumpul menjadi sebuah album. Mereka juga berharap bisa segera merilisnya, tahun ini juga.

O ya, nama unik Own Grave Dead diambil dari istilah bercanda di tongkrongan dengan bahasa lokal Sumatera Selatan, yaitu “Mati kubur dewek”, yang mana jika diartikan adalah “Kalau mati, kubur saja sendiri!” (aug/MK02)

.

.