Infusion menggambarkan titik transformasi seseorang yang bangkit dari keterpurukan lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, yang bertajuk “Carmine”.
Liriknya mengekspresikan saat diam bukan lagi tanda kelemahan, melainkan jeda sebelum kehancuran dimulai. Setiap luka berubah menjadi kekuatan, setiap jatuh menjadi pijakan untuk kembali berdiri lebih kuat.
Kata ‘carmine’ sendiri merupakan turunan warna merah tua yang merepresentasikan amarah, luka dan pembalasan yang membara.
Melalui liriknya, unit metalcore asal Surakarta, Jawa Tengah ini menyampaikan ledakan emosi tentang rasa sakit akibat diremehkan, diinjak dan dipatahkan oleh keadaan maupun manusia lain.
Nuansa lirik yang penuh kemarahan itu lantas dimuntahkan lewat kawalan riff berat, patahan breakdown yang intens serta atmosfer penuh tekanan yang menjadi identitas utama dalam karya baru ini.
Kepada MUSIKERAS, Infusion mengungkapkan bahwa ada penyesuaian interpretasi lirik saat proses kreatif penggarapannya. Karena pada awalnya, “Carmine” terinspirasi dari salah satu kisah pada salah satu novel atau serial.
“Kemudian kami sepakat membawa interpretasinya lebih personal sehingga lebih dekat untuk para pendengar, dan mood dalam lagu ini jauh lebih terasa.”

Pondasi Brutal
Penggarapan produksi “Carmine”, dijalani vokalis Fuad Adib Tri Rahmawan, gitaris Faturrahman Kurnia dan Nabil Multazim, bassis Budi Prayoga serta dramer Hafidz Nur Ilmi selama sekitar 2-3 bulan.
Para personel Infusion merekamnya secara independen di Nevacore Record, sebuah studio rekaman kecil milik mereka sendiri. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering digarap di Hiatus Record.
Secara musikal, “Carmine” mereka klaim sebagai representasi evolusi bunyi Infusion saat ini, yang mengarah ke metalcore modern yang lebih brutal dan emosional.
“Konsep lagu ini kami bawa ke arah yang lebih brutal dari beberapa lagu kami sebelumnya. Yang unik, kami membuat beat hardcore yang lebih menonjol, serta penggunaan tune gitar yang lebih rendah dengan tempo yang cepat.”
Antara lain, band bentukan 2017 silam ini menyebut band-band mancanegara seperti Abbie Falls (Republik Ceko) dan Alpha Wolf (Australia) serta jagoan lokal, Strangers (Bandung) sebagai sumber inspirasinya.
“Ke depannya, kami akan merilis album, dengan lagu ‘Carmine’ sebagai pondasi untuk nuansa musik yang akan kami buat,” cetus Infusion lagi, menegaskan.
Lewat “Carmine”, Infusion ingin menghadirkan karya yang tidak hanya keras secara musik, tetapi juga memiliki energi emosional yang dekat dengan banyak orang yang pernah diremehkan dalam hidupnya.
Hingga saat ini, sudah ada empat lagu rilisan tunggal serta sebuah album mini (EP) yang telah dirilis Infusion. Keseluruhan lagu bisa didengarkan di berbagai portal musik digital.
Video musik untuk lagu “Carmine” juga bisa ditonton via tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)