Cloudcry, unit metalcore asal Solo, Jawa Tengah ini kembali melontarkan karya rekaman terbaru, sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Deep Cut Letter”.
Di lagu ini, mereka mengangkat tema pengkhianatan dari orang terdekat, sekaligus menegaskan keputusan untuk mengakhiri hubungan tanpa rekonsiliasi.
Secara tematik, lagu tersebut berangkat dari pengalaman personal salah satu personel yang menghadapi pengkhianatan, manipulasi dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Alih-alih menjadi ruang untuk klarifikasi atau rekonsiliasi, “Deep Cut Letter” justru diposisikan sebagai bentuk penutup, sebuah pernyataan untuk berhenti memberi ruang pada relasi yang sudah merusak.
“Lagu ini bukan tentang menjelaskan diri atau mencari pembenaran. Ini tentang berhenti,” ujar dramer Handityo Rikad Andrajadi menegaskan pesan lagunya.
“Ada titik dimana kita sadar bahwa tidak semua hal perlu diselesaikan, dan tidak semua orang perlu kita pertahankan, apalagi orang terdekat kita yang kemudian berkhianat dan menghina.”
Judul “Deep Cut Letter” sendiri merujuk pada ‘surat dari luka yang dalam’, sebuah representasi dari pengalaman pengkhianatan dan penghinaan yang terjadi berulang kali.
Berbeda dari narasi rekonsiliasi, lagu ini berdiri sebagai bentuk penutupan: keputusan untuk memutus hubungan tanpa perlu penjelasan lebih lanjut.

Breakdown, Unisound
Melalui rilisan ini, Cloudcry mencoba menawarkan pendekatan yang lebih keras dan intens di musiknya, melalui eksplorasi di perancangan dan penataan suaranya.
Juga peningkatan pada proses pemolesan mixing dan mastering yang dipercayakan kepada Lalu Damar Wanggih, agar menghasilkan karakter suara yang lebih padat, tajam dan menekankan karakter band.
Sejak awal, Cloudcry yang juga digerakkan vokalis Yunior Putra Kurniawan dan gitaris Anan Rendy Christian ini memang dikenal dengan pendekatan musik mereka yang agresif dan emosional.
Mereka menggabungkan intensitas sound metalcore dengan narasi yang berangkat dari pengalaman nyata, membentuk identitas yang kuat di skena musik independen.
“Kami mencoba menghadirkan pendekatan metalcore yang lebih agresif, padat dan emosional dibanding rilisan kami sebelumnya,” tutur mereka kepada MUSIKERAS.
“Kami banyak mengeksplorasi sound design, layering ambience serta pembenahan detail mixing dan mastering untuk menghasilkan karakter sound yang lebih padat, dan tajam.”
Selain itu, lanjut mereka lagi, cara penulisan lagu juga lebih fokus membangun tensi emosional lewat terapan perpaduan breakdown, unisound dan dinamika yang lebih keras.
“Yang membedakan lagu ini dari karya kami sebelumnya adalah emosinya yang lebih ‘raw’ dan personal. Sementara dibanding band lain, kami mencoba membawa pengalaman nyata dan keresahan personal ke dalam musik tanpa terlalu dibuat dramatis, jadi emosinya tetap terasa jujur dan relevan.”
Dalam proses pengolahannya, Cloudcry antara lain memetik ide, gagasan serta inspirasi-inspirasi suara dari beberapa band mancanegara yang mereka dengar.
Di antaranya dari Bring Me The Horizon, Bad Omens, Memphis May Fire hingga Architects.
“Pengaruhnya mulai dari pendekatan vibes aransemen, breakdown dan layering sound,” cetusnya.
“Deep Cut Letter” merupakan rilisan tunggal keempat Cloudcry, yang diproyeksikan menjadi bagian dari album mini (EP) perdana mereka, yang saat ini tengah dipersiapkan.
Sejauh ini, proses penggodokan EP sudah memasuki tahap pengembangan materi serta produksi untuk beberapa lagu berikutnya. Namun untuk target perilisan dan total jumlah lagu, saat ini masih dalam tahap finalisasi konsep dan belum bisa mengumumkan detail pastinya.
“Karena nantinya kami akan merilis beberapa single dari EP tersebut terlebih dahulu, lalu pada akhirnya kami baru menambahkan beberapa track lagu untuk melengkapi EP yang akan kami rilis.”
Dengarkan “Deep Cut Letter” yang telah diluncurkan oleh Polarity Records ke berbagai gerai penyedia layanan musik digital sejak 8 Mei 2026 lalu.
Sementara untuk video lirik lagunya, bisa disaksikan via tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)