LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
lurruh
LURRUH

Menandai awal petualangannya sebagai unit hardcore baru dari Jakarta, Lurruh meluncurkan eksplorasi brutalnya, lewat lagu rilisan tunggal bertajuk “Heresi”.

Lurruh yang baru terbentuk tahun ini, sebenarnya diperkuat oleh nama-nama yang sudah tidak asing di skena metal Tanah Air. Digerakkan oleh para musisi yang juga aktif di band lain, seperti Crows As Divine, Esoteric Revelation dan Knuckle Bones.

Mereka adalah vokalis Hendro Prasetyo Wibisono (Pras), gitaris Angki Mujiman Sunarya dan Raka Putrawan, bassis Fauzzamalaudin Tamanbali serta dramer Miracle Chisara Ibrahim (Michi).

Eksplorasi terbaru mereka, khususnya di “Heresi” membawa satu formula brutal, yang membawa pengaruh metalik hardcore era ’90-an ke dalam struktur modern dan chaotic.

Sebuah konsep yang akan menjadi karakter Lurruh dalam karya-karya mereka selanjutnya.

“Heresi” sendiri mencerminkan kemarahan dari kenyataan pahit yang tidak tertahankan. Merayakan ketidakhadiran penyelamat, karena pada akhirnya tidak ada yang datang untuk menyelamatkan kita.

Lewat lagu pembuka menuju album mini (EP) debut ini, Lurruh memanaskan sebuah perjalanan sonik yang merepresentasikan lanskap era kemerosotan moral dan spiritual, dimana kecemasan dinormalisasi dan pertanyaan tak pernah menemukan jawaban.

Kata-kata berubah menjadi racun, ingatan dan realitas saling menjerat dalam teror, menciptakan kegagalan yang berulang dan ketakutan. Pada akhirnya, nihilisme mengambil alih. Tidak ada penyelamat, dan memang tak pernah ada.

lurruh

Intimidatif, Emosional

“Heresi” digarap Lurruh selama kurang lebih tiga bulan. Terhitung mulai dari proses menyatukan ide, lalu mendefinisikan pesan-pesan nihilistis yang ingin disampaikan.

“Sampai mencoba sejujur mungkin menerjemahkan kegelisahan yang kami alami ke dalam musik,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.

Sementara dari segi musikal, terapannya dengan membangun sound yang terdengar chaotic dan disturbing.

“Tetapi tetap mempertahankan groove serta transisi antar part agar masih terasa mengalir, mudah dipahami dan tetap nyaman didengar meski intensitasnya agresif.”

Namun di luar urusan struktur lagu, tantangan teknis terbesar yang dihadapi Lurruh justru terletak di eksplorasi karakter bunyi.

Khususnya bagaimana cara menciptakan nuansa yang gelap, mengintimidasi, mengandung unsur mengerikan yang mengganggu (disturbing), tapi tetap terasa sesuai dengan karakter Lurruh.

“Prosesnya cukup memakan waktu karena ada beberapa gear khusus yang memang harus dibeli dari luar negeri demi mendapatkan sound yang benar-benar kami inginkan.”

Saat meracik komposisi dan aransemen “Heresi”, Lurruh mengakui referensi utamanya – sekali lagi – berakar kuat pada agresivitas metallic hardcore era 90-an yang memiliki karakter gelap dan berat.

“Secara spesifik, kami banyak mengambil inspirasi dari groove patah-patah yang intimidatif khas (band) Disembodied, transisi riff yang tajam dan berenergi tinggi ala Leeway, hingga pendekatan emosional yang raw dan melankolis dari Poison the Well.”

Selain itu, band-band pionir era tersebut seperti Converge di era awal, Coalesce dan Starkweather juga menjadi acuan penting bagi mereka dalam menyusun struktur lagu yang sarat ‘kekacauan’ dan manuver tak terduga.

“Namun tetap memiliki fondasi groove yang kuat. Semua referensi klasik itu kemudian kami lebur dan sesuaikan dengan arsitektur sound modern agar menghasilkan identitas musik Lurruh yang khas.”

Walau telah meluncurkan nomor pembukanya, namun hingga saat ini Lurruh belum bisa memastikan target perilisan EP debutnya. Namun, kemungkinan sebagian besar materi untuk EP tersebut sudah siap pada akhir 2026 ini.

“Saat ini kami masih menikmati seluruh prosesnya — mulai dari eksplorasi sound, penyusunan materi, sampai mematangkan setiap detail yang ada. Jadi semuanya masih terus ‘dimasak’ supaya hasil akhirnya benar-benar sesuai dengan apa yang ingin kami sampaikan.”

“Heresi” kini sudah tersedia di semua gerai penyedia layanan musik digital sejak 8 Mei 2026 lalu. Sementara untuk video musiknya, bisa ditonton via tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.