Usai membuat kejutan dengan memenangkan penghargaan AMI Awards 2023 lewat album “H.O.M.E.” di kategori Album Metal Terbaik, unit keras asal Jakarta ini tidak berdiam diri menikmati kepuasan. Justru, prestasi tersebut memicu St. Loco untuk kembali berkarya, dan melanjutkan eksplorasi musik modern yang telah mereka terapkan di album “H.O.M.E.”.
Sebuah proyek rekaman baru bertajuk “.reimagine” kini tengah mereka godok. Sesuai judulnya, St. Loco yang masih diperkuat formasi Berry “Beery” Manoch (rap), Anindya “Dimas” Pramadhyana (vokal), Webster “Nyonk” Manuhutu (dram), Gilbert Joshua (bass), Iwan Hoediarto (gitar), Timotius “Tius” Firman (DJ) dan Daniel Asido (gitar) kali ini bakal mengaransemen ulang beberapa lagu terbaiknya dari tiga album awal mereka. Masing-masing dicomot dari album pertama “Rock Upon A Time” (2004), album kedua “Vision 4 Transition” (2006) serta album ketiga “Momentum” (2012).
Lagu yang terpilih untuk diotak-atik ulang aransemennya adalah “Freedom Fighter”, “Fallin’” dan “Hiprock” mewakili album debut, lalu “Santai Saja”, “Terapi Energi” dan “Kedamaian” dari album kedua serta “Dibalik Pintu Istana”, “Tentang Kita” dan “Dejavu” dari album ketiga. Plus, tambahan lagu “Nakl” yang sebelumnya sudah pernah diedarkan sebagai lagu rilisan tunggal.
Hanya, kali ini dengan konsep berbeda. “.reimagine” tidak dikemas dalam sebuah album untuk diperdengarkan di platform digital macam Spotify atau Apple Music. Melainkan hanya dirilis di kanal YouTube resmi St. Loco., dalam format video. Penayangannya pun tidak sekaligus seluruh lagu, melainkan satu per satu. Materi pertama dari “.reimagine” bakal segera diperdengarkan secara bertahap ke ruang dengar F.O.L (Family of Loco) – sebutan untuk para penggemarnya – mulai Jumat, 29 Desember 2023 mendatang.
Lalu, dari segi musikal, seperti apa konsep yang diterapkan St. Loco untuk “.reimagine” ini? Sejauh apa perbedaannya dibanding versi asli yang ada di album terdahulu?
“Beda jauh,” seru Iwan Hoediarto kepada MUSIKERAS, menegaskan. “Dari segi aransemen maupun sound production!”
Misalnya di salah satu lagunya, yakni “Hiprock”, Iwan membocorkan bahwa mereka kembali mengeksplorasi elemen metalcore yang modern, namun dibalut juga dengan sentuhan DJ electronic.
Selain dipicu keinginan untuk membawa pengalaman baru, St. Loco juga mengedepankan agenda untuk lebih memperkenalkan lagu-lagu St. Loco kepada generasi sekarang. Khususnya Generasi Z. “Intinya agar anak-anak sekarang bisa tahu musik kami,” kata Iwan.
Makanya, selaras dengan tujuan tersebut, selain membuat aransemen yang berbeda, para personel band bentukan 20 September 2002 silam ini juga tidak akan tampil sendiri mengeksekusi lagu-lagunya. Setiap lagu, atau setiap video bakal menghadirkan bintang tamu, band-band rock dan metal muda yang sedang digemari saat ini. Siapa saja? “Pokoknya kejutan. Nantikan saja,” ujar Iwan lagi, memicu rasa penasaran.
St. Loco berharap, pendengar dapat merasakan dan menikmati antusias, juga semangat yang dituangkan dalam setiap lagu yang terdapat di album “.reimagine” nanti. Yes, we can’t wait! (*/MK03)
.