WILLY SKET Gaungkan “Hari Kiamat” Versi Rock

“Hari Kiamat” pernah dipopulerkan The Black Brothers pada era 1970-an, sebuah kritikan terhadap degradasi sosial dan ekonomi yang masih relevan di masa kini.
willy sket
Willy Sket

Willy Sket, vokalis dari salah satu band rock era 90-an, Sket yang berbasis di Jakarta akhirnya memulai kariernya sebagai penyanyi solo, usai menjalani perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Sebagai gebrakan awal, pemilik nama asli Willy Sabena ini meluncurkan lagu rilisan tunggal berjudul “Hari Kiamat”.

Sebenarnya, “Hari Kiamat” bukan lagu baru. Pada 1976 silam, lagu tersebut pernah dipopulerkan oleh The Black Brothers, grup pop rock asal Irian Jaya (sekarang Papua). Diciptakan oleh kibordis band tersebut, Jochie Pattipeluhu.

Bagi Willy Sket, merilis “Hari Kiamat” adalah momen yang tepat baginya untuk menyajikan penampilan solo. Lagu yang memukau itu tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan kritik tajam terhadap degradasi sosial dan ekonomi di Indonesia pada era 1970-an, yang dipicu oleh korupsi pemerintah dan keserakahan elit.

“Saya telah mengenal lagu ‘Hari Kiamat’ sejak masa remaja. Lagu ini adalah sebuah metafora yang menggambarkan situasi yang tidak menguntungkan dan ternyata masih relevan hingga kini. Saya berharap lagu ini akan terus abadi dan menginspirasi pendengar baru untuk lebih menghargai sesama manusia dan keberadaan alam semesta.”

Selain itu, Willy juga melihat “Hari Kiamat” disukai banyak orang, namun belum pernah ada dalam versi rock. “Ketika selesai rekaman kami punya keyakinan kalau lagu ini akan kembali disukai dan dinyanyikan kembali baik di kafe dan outlet karaoke. Sementara pesan liriknya menjadi bonus dari waktu perilisan yang relevan dengan situasi domestik dan global,” tutur Willy kepada MUSIKERAS beralasan.

Untuk memastikan penerimaan yang luas terhadap “Hari Kiamat”, Willy Sket mengadopsi beberapa pendekatan teknis dalam produksi. Proses rekaman melibatkan kolaborasi dengan gitaris Anto Bali, bassis Aryo Baby Slap, dramer Joseph Rich Kenji serta bantuan Barok untuk urusan teknis audio rekamannya, yang dieksekusi di niRock Studio, Pulo Gebang, Jakarta Timur. 

Tak cuma itu. Untuk mencapai keseimbangan suara yang serasi dari setiap elemen musik dalam lagu tersebut, salah satu engineer rekaman terbaik Tanah Air, Stephan Santoso (Slingshot Studio) turut dilibatkan untuk memberikan perhatian yang teliti.

“Dengan aransemen musik yang unik dan gaya vokal yang berbeda, lagu ini tetap mempertahankan daya tariknya dan mampu menjangkau pendengar dari berbagai latar belakang musik, tidak terbatas pada penggemar rock saja. Secara alami, lagu ini akan menemukan pendengarnya sendiri. Ia memiliki daya tarik yang dapat dinyanyikan dan dijadikan tembang favorit untuk berkaraoke.”

“Hari Kiamat” secara resmi diluncurkan di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, Amazon, TikTok Music, Deezer, TREBEL, dan Langit Musik pada 10 Mei 2024. Proyek rekaman ini merupakan hasil kerja sama dengan Aldo Sianturi sebagai produser musik dari Adam Records. Sementara, untuk video lirik yang dibuat Antvideograph dirilis bersamaan di kanal YouTube Willy Sket. Lalu juga ada desain artwork yang dipercayakan penggarapannya kepada Tubagus Aip.

Sedikit menengok ke belakang, grup Sket yang terbentuk pada awal 1990-an sempat merilis tiga album studio, yaitu “Takkan Kembali” (1994), “Katakanlah” (1996) dan “Album 3” (1998). Di skena rock era itu, tiga lagu mereka yang dikenal luas adalah “Ta’kan Kembali”, “Tuan Senja” dan “Katakanlah”. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts