Thrive melampiaskan karya rekaman terbarunya, sambil memperkenalkan raungan vokalis barunya. Pejuang hardcore punk asal Gianyar, Bali ini meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru, yang diberi judul “Edge World”, untuk menegaskan formasi barunya itu.
“Edge World” sendiri dirilis Thrive dengan maksud untuk membakar kembali semangat yang dikesampingkan. Inti pesannya, bahwa apa yang kita genggam, apa yang kita miliki, itulah dunia kita yang kita sendiri yang tahu dan bisa mengendalikannya.
Dari balik proses kreatif, penggodokan “Edge World” terbilang singkat durasinya, lantaran materinya – bersama lagu-lagu lainnya di album – sudah mulai diolah sejak 2023 lalu. Sedangkan lagu “Edge World” baru diracik dan diaransemen saat vokalis I Gusti Agung Bagus Indrajaya (Gungjus) baru bergabung pada Maret 2024.
“Maka dari itu, kami menyebut single ‘Edge World’ ini untuk memperkenalkan vokalis kami yang baru. Karena kebetulan juga lirik ‘Edge World’ itu sendiri dibuat langsung oleh Gungjus,” ujar PIHAK Thrive kepada MUSIKERAS mengungkap latar belakang lagunya.
Rekaman “Edge World” digarap band yang juga dihuni oleh I Komang Agus Batiasta (gitar), I Putu Agus Virgiana Putra (gitar), I Kadek Dwi Angga (bass) dan Ida Bagus Gede Nanda Hartawan (dram) ini di Noise Shelter Record, label rekaman mereka. Kecuali untuk isian dram yang dieksekusi di Fantasy Reborn Record.
Tapi dari segi penerapan konsep musiknya, “Edge World” ditegaskan oleh Thrive tidak jauh terlepas dari materi-materi awal. Tetap bertenaga dan tidak menghilangkan karakter awal musik Thrive itu sendiri.
“Kebetulan juga karakter vokalis kami yang sekarang jauh berbeda dibanding awal. Jadi kami menambahkan sedikit riff-riff yang sesuai dengan karakter suara beliau. Jadi jujur tidak ada bedanya dengan lagu kami sebelumnya karena kami tidak mau terlepas dari karakter awal meskipun telah berganti vokalis.”
O ya, pergantian vokalis di tubuh Thrive sendiri terjadi tanpa dikehendaki. Bukan kemauan pihak band. Karena menurut mereka, justru vokalis sebelumnya yang tidak bisa aktif lagi untuk lanjut di band. “Karena masalah pekerjaan yang membutuhkan waktu, jadi beliau sendiri yang memutuskan untuk hengkang dari Thrive.”
Sambil mempromosikan “Edge World”, proses perampungan produksi album penuh terus digenjot oleh Thrive. Sejauh ini, pengarapan karya rekaman yang sedikit banyak terpengaruh musik dari band-band asal AS seperti Mindset dan Backtrack serta Insist (Inggris) sudah hampir rampung. Bahkan bisa dibilang sudah mencapai 80% dari keseluruhan tahapan produksi.
“Edge World” kini sudah tersedia di seluruh platform digital sejak 4 Juli 2024 lalu. (aug/MK02)