Rayakan 40 Tahun Karirnya, MAD MAX LEGACY Rilis “Best Of”

Tahun ini menjadi momentum tepat bagi Mad Max Legacy untuk bernostalgia dengan para penggemarnya, lewat lagu-lagu terbaik yang direkam ulang.
mad max legacy

Diperkuat dua personel orisinalnya, yakni gitaris Jürgen Breforth serta dramer Axel Kruse, serta didukung personel baru Steven Screamz (vokal), Dethy Borchardt (gitar) dan Fabian ‘Fabs’ Watermann (bass), kini Mad Max Legacy merilis album kompilasi berisi kumpulan lagu terbaiknya.

Materi lagu yang dipilih oleh band hard rock asal Jerman ini, untuk menyesaki album “Best Of 40 Years” tersebut difokuskan pada karya-karya klasik mereka dari tiga album awal, yaitu “Rollin‘ Thunder” (1984), “Stormchild” (1985) dan “Night Of Passion” (1987) yang telah direkam ulang oleh formasi Mad Max Legacy.

Dalam penggarapannya, penataan serta pelarasan suaranya dieksekusi di Empire Studio Jerman oleh Rolf Munkes, gitaris band gothic metal Jerman, Crematory. 

“Best Of 40 Years” sendiri sudah dirilis pada 1 Oktober 2024 lalu, yang tersedia dalam format cakram padat (CD) via ADR Music Singapore, sebuah divisi dari ADR Music, Munich, Jerman. Selain itu, album ini juga tersedia di semua platform streaming musik utama.

Tapi beberapa hari sebelum perilisan resminya, Mad Max Legacy telah meluncurkan nomor pemanasannya, “Night Of Passion” pada 24 September 2024.

Tak hanya sampai di situ. Menurut siaran pers yang dikirimkan ke MUSIKERAS, Mad Max Legacy juga bakal menggelar tur dunia untuk merayakan perilisan album “Best Of 40 Years”, yang telah dimulai kemarin, 5 Oktober 2024 di Jerman.

Kemudian dilanjutkan ke Manchester, Inggris pada 11-13 Oktober, dimana Mad Max Legacy akan menjadi band rock Jerman pertama yang pernah tampil di Siprus pada Oktober 2024.

Lanjut ke November, Mad Max Legacy akan bergabung dengan band Mystic Prophecy serta Iron Savior dalam rangkaian Hellfire Tour di seluruh Eropa.

mad max legacy

Lalu tahun depan, tur mereka berlanjut ke daratan Amerika Selatan untuk beberapa jadwal konser, meliputi Meksiko, Argentina, Chili, Kolumbia, Peru, Ekuador dan Paraguay. Bahkan juga telah dicanangkan mengunjungi kawasan Asia Tenggara selama kuartal kedua tahun 2025.

Perjalanan karir Mad Max Legacy dimulai pada 1982 silam, saat masih menggunakan nama Mad Max. Adalah Jürgen Breforth yang memulainya, setelah terinspirasi dan terpikat pada gelombang baru heavy metal Inggris, yang melahirkan band-band seperti Iron Maiden, Judas Priest, Saxon hingga Def Leppard. Itulah titik awal bagi Jürgen untuk membentuk bandnya.

Setelah merilis album perdana, “Rollin‘ Thunder”, respon sangat positif menyambut kehadiran Mad Max. Tidak hanya di Eropa, tetapi juga di AS, Kanada hingga Jepang.

Kesuksesan yang lantas membawa mereka dalam tur Eropa, tampil di berbagai festival bersama band-band rock besar seperti Uriah Heep, Pretty Maids dan Stryper.

Usai album “Night Of Passion”, Mad Max masih merilis 10 album dan satu album mini (EP), dengan formasi yang berubah-ubah. (mdy/MK01)

Daftar lagu album Best Of 40 Years:

– Heroes Die Lonely

– Rollin‘ Thunder

– Burning The Stage

– Night Of Passion

– Hearts On Fire

– Stormchild

– Losing You

– Fly Fly Away

– Starcrossed Lovers

– Thoughts Of A Dying Man

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.