HOLYKILLERS Kini Refleksikan Metalcore Kekinian

Lebih dari tiga tahun sejak melepas album “Squalor”, tepatnya dirilis pada 23 April 2021 lalu, Holykillers akhirnya menggeliat lagi. Kini lebih modern.
holykillers

Holykillers merilis lagu baru sejak 19 Desember 2024 lalu, berjudul “Revelation”. Tapi materinya sendiri, sebenarnya telah ditulis secara santai oleh unit metalcore/melodic death metal asal Tangerang tersebut sejak 2021 lalu. 

“Memang cukup lama karena kesibukan seluruh personel untuk bisa merampungkan lagu ‘Revelation’,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap alasan.

Proses kreatif penggarapan “Revelation” dimulai lewat tahapan pra-produksi yang juga melibatkan Wisnu Ikhsantama (Hindia, Lomba Sihir, Reality Club) dan Raga Maharasta (Paling Berisik) di kursi produser.

Sementara untuk mastering dipercayakan kepada Ricky Tjong aka SIHK (Rich Brian, Revenge The Fate). 

Uniknya, tutur pihak Holykillers, dalam penulisan tersebut, Wisnu Ikhsantama memberi arahan agar sebelum menulis “Revelation”, Holykillers yang dihuni vokalis Reza ‘Jaung’ Adhansyah, gitaris Zethria Okka, bassis Stefanus Dicky dan dramer Eby Febriyanto diinstruksikan membuat sebuah moodboard visual.

“Jadi bagaimana lagu itu jika terbangun menggunakan visual, apa yang akan merepresentasikan ‘Revelation’ itu nantinya. Setelah moodboard ini jadi dengan mudah kami bisa menulis lagu, komposisi, aransemen, referensi dan ide apa yang perlu dituangkan ke dalam lagu ‘Revelation’ ini,” urai Okka, mewakili rekan-rekannya di Holykillers.

Selain itu, kali ini mereka juga lalu memutuskan menulis lirik dalam bahasa Inggris. Menurut Jaung, ungkapannya terasa lebih fleksibel untuk menyampaikan dan lebih ringkas secara pemilihan kata, diksi dan struktur bahasa. 

Setalah “Revelation” selesai ditulis, di sinilah peran Ragamaharasta dan Wisnu Ikhsantama untuk menyempurnakan penulisan lagu hingga teknis produksi rekamannya.

“Di sini kami menggaet komponis berbakat, MTH Fajar untuk menuangkan orkestra ke dalam lagu ‘Revelation’, hingga kami memutuskan untuk berkolaborasi karena porsi orkestranya cukup dominan, dan sayang apabila hanya dijadikan lapisan untuk mempertebal spektrum musiknya saja.”

O ya, muatan lirik “Revelation” sendiri merupakan ungkapan refleksi kehidupan yang disampaikan dengan penuh tenaga, sekaligus menampilkan sebuah kematangan dan kedewasaan para personelnya.

holykillers

Menurut mereka, menjalani hidup sebagai seorang manusia adalah perjuangan. Sejak membuka mata, belajar berjalanan, mencoba memahami apa arti dunia, lulus sekolah dan bekerja, serta akhirnya menikah, semua itu adalah sebuah perjuangan yang bisa berakhir tanpa arti.

“… Tentang refleksi diri, bersama-sama melewati fase quarter life crisis, memulai kedewasaan menghadapi realitas yang keras, kehilangan arah, keresahan, benci, dendam, gejolak, yang memberikan mereka isyarat perlunya introspeksi dan perubahan.”

Bentuk kematangan Holykillers juga tersirat di peracikan musiknya, dimana kali ini mereka semakin membuka diri terhadap pengaruh-pengaruh kekinian yang berlaku di skena metal belakangan ini.

Jika kebanyakan band metalcore mengambil konsep dan gaya penulisan lagu dari band-band asal AS, Holykillers justru lebih berkiblat formula pada band-band Eropa, yang kebanyakan mengedepankan sisi kemegahan ala In Flames atau Bleed From Within.

Formula modern yang diterapkan Holykillers, menurut Okka, merupakan salah satu bentuk adaptif mereka untuk bisa terus berkembang dan produktif.

Mereka memahami bahwa ternyata metalcore adalah sebuah genre metal yang terus berkembang, seiring bertambahnya paham-paham baru di luar, atau bahkan di dalam metal itu sendiri.

“Itu akan terus memberikan warna baru terhadap musik metalcore. Begitu pun kepada kami, yang selalu terbuka agar memberikan suguhan segar pada lagu ‘Revelation’.”

Secara teknis, terapan modernisasi itu bisa terdengar jelas dari penalaan nada yang lebih rendah, menggunakan gitar dan bass dengan tuning drop G. Mereka dengan tegas mengakui, setingan semacam itu lumrah digunakan di band-band metal modern saat ini. 

“(Juga ada) Penggunaan elemen-elemen sound design, sound effects, ambience yang memberikan kesan sinematik dan modern dalam lagunya, kemudian memberikan efek vokal yang terdistorsi di bagian verse. Hal ini menurut kami untuk mencapai visi lagu ‘Revelation’ agar lebih tersampaikan.”

“Revelation” sendiri merupakan nomor pemanasan sekaligus pembuka menuju sebuah album mini (EP) terbaru. Holykillers akan merilisnya tahun ini, dan sejauh ini sudah menyelesaikan proses rekamannya keseluruhan. Hanya menyisakan tahapan pemolesan mixing dan mastering, sambil menyiapkan ide-ide untuk pembuatan video musik lagu-lagunya.

Saksikan video “Revelation” di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.