PROLETAR: Kali Ini Bernuansa Jahat dan Suram

Pejuang grindcore senior Proletar kembali menerjang lewat karya tunggal bertajuk “Perbudakan Spiritual”, yang disusupi elemen death metal.
proletar

Ya, elemen itulah yang membuat lagu baru Proletar tersebut menjadi terkesan lebih brutal dibanding sebelumnya.

“Maksudnya, ‘brutal’ itu lebih ke arah death metal, karena ada riff-riff death metal sehingga menambah suasana jahat dan suram. Karena biasanya, grindcore lebih dominan dengan riff-riff hardcore/punk,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mengklarifikasi.

Trio gitaris Sofwatul ‘Ipuletar’ Abidin, dramer/screamer Muh. Reza ‘Levoy’ Pahlevi serta vokalis barunya, Adam Fauzan (eks Grausig) sendiri mulai menggarap “Perbudakan Spiritual” sejak awal 2025 lalu.

Untuk isian gitar dilakukan di Agam Studio, sementara untuk bass, vokal dan dram dieksekusi di K Studio pada April 2025 lalu. Masih di studio dan di bulan yang sama, juga sekaligus dirampungkan sesi penataan suara (mixing) dan pelarasan suara (mastering).

“Perbudakan Spiritual” didaulat sebagai pembuka untuk rilisan-rilisan selanjutnya dan menjadi penanda konsistensi Proletar untuk terus berkarya dengan tetap mengangkat isu-isu keresahan sosial yang banyak terjadi sampai hari ini.

Kali ini mengangkat cerita tentang kondisi dimana seseorang atau kelompok orang merasa terikat atau tunduk kepada seseorang atau entitas lain.

“Bukan dalam arti fisik, tetapi dalam aspek spiritual atau kepercayaan. Dan tentunya kita bisa melihat fenomena itu bertebaran dimana-mana.”

Tema itu, lantas dipertajam lewat terapan konsep musik yang terdengar lebih brutal dibanding sebelumnya. Namun tetap pada koridor grindcore yang sudah mereka usung sejak lama.

Selama 25 tahun lebih malang melintang di skena ‘bawah tanah’, dengan banyaknya rilisan, seakan menjadi bahan bakar agar ‘mesin gerinda’ asal Jakarta ini tetep menyala.

Sejak meluncurkan debut album penuhnya, “Rakyat Jelata” (2001), band bentukan 1999 silam ini terus aktif melahirkan beberapa karya album mini (EP), album split serta kompilasi, yang jumlah totalnya telah melebihi 20 rilisan.

Pada 25 Desember 2021 lalu, Proletar merilis album penuh berjudul “Depressive Disorder” yang memuat 22 amunisi berhulu ledak tinggi.

Di album ini, Proletar cenderung menggeber grindcore yang sedikit banyak terpengaruh mantra-mantra dari tanah Cekoslowakia (kini bernama Republik Ceko) atau Belgia. Plus tambahan eksplorasi di sana-sini.

“Perbudakan Spiritual” sendiri telah melepaskan virusnya sejak awal Mei 2025 lalu di kanal YouTube resmi Proletar. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.