MOREFECTED: “Kami Bagaikan Bertarung dengan Iblis”

Di rilisannya bertajuk “demo 2025”, Morefected menggeber atmosfir death metal era awal 90-an dengan nuansa yang lebih gelap namun tetap brutal.
morefected

Morefected adalah manifestasi sonik dari penderitaan dan kehancuran. Unit death metal asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini lahir dari kekacauan, yang lantas dilampiaskan lewat kebusukan death metal, dan memadukannya dengan berbagai elemen ekstrem untuk menghasilkan suara yang brutal, gelap, namun tetap orisinal.

Mereka menolak stagnasi dan menyalurkan kemarahan serta kegilaan dalam setiap riff dan ketukan. Seperti yang dihujamkan di tiga lagu karya rekaman demo mereka, yang menguliti batas kewarasan.

Lebih dari sekadar musik, lirik-lirik Morefected yang dimuntahkan di ketiga lagunya, yakni “Bloodstained Sentences”, “Veins of Decay” dan “Drowning in Suffering” membawa pendengar ke dunia kelam. Merapalkan kisah-kisah fiktif tentang eksekusi mati, penderitaan, dan kehancuran akibat narkotika (meth overdose).

Dengan konsep ini, Morefected yang digerakkan formasi Rizqi ‘rzqmlnxndvkhwlmdn’ Maulana (vokal/dram), Tjep ‘Trashkvlt’ Ramdhan (gitar) dan Muhammad ‘Deathskvll’ Iqbal (gitar/bass) bukan hanya menghadirkan suara, tetapi juga pengalaman yang intens dan mendalam.

Dari segi konsep musikal, Morefected mengangkat kembali atmosfir death metal era awal 90-an dengan nuansa yang lebih gelap namun tetap brutal. Menajamkan riff berat yang intens, plus vokal yang memuntahkan amarah disajikan dengan hantaman blast beat serta bomb blast yang brutal.

“Kami juga memasukkan beberapa unsur groove yang pasti akan membuat para pendengar headbang. Kami tidak peduli dengan band sejenis (lainnya), kami tetap tampil beda karena kami nggak takut eksplorasi,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Beberapa referensi yang menjadi acuan dan pondasi musik Morefected saat meracik komposisi serta aransemen di “demo 2025” kebanyakan diserap dari band-band thrash dan death metal klasik mancanegara.

Di antaranya sepertinya Sepultura, Slayer, Deeds of Flesh, Suffocation, Malevolent Creation, Vader serta juga band-band macam Necrot dan Gatecreeper.

morefected

Tapi dari ketiga lagu tersebut, para personel Morefected sepakat menyebut  “Bloodstained Sentences” sebagai lagu yang paling menantang secara teknis saat mengeksekusi rekamannya. Mereka menyebut lagu itu sebagai ujian ketahanan fisik!

“Ritme yang tidak kenal ampun dan banyak perubahan tempo yang kejam memaksa kami keluar dari zona nyaman. Teknik picking cepat dan permainan double bass yang menghantam padat memerlukan presisi tanpa celah. Memainkan lagu ini bagaikan bertarung dengan iblis, tapi itulah yang membuatnya menghancurkan segalanya!”

“Bloodstained Sentences”, “Veins of Decay” dan “Drowning in Suffering” digarap Morefected di dalam kegelapan studio QR dan Damage Noise of Hell. Di tempat inilah mereka mengukir kehancuran dalam bentuk rekaman yang brutal dan tanpa kompromi.

Ditempa dalam atmosfer bising dan keras, materi-materi baru mereka dibentuk menjadi entitas audio yang beringas. Dan untuk mengasah kekacauan tersebut agar menjadi senjata sempurna, Morefected bersekutu dengan Adit Genit (Amorphous), sosok yang membawa teknik kotor dan presisi dalam pengerjaan mixing dan mastering.

Saat ini, Morefected juga sudah memulai penggarapan album penuh dengan visi yang lebih brutal dan gelap, dimana mereka kembali mengupas kemarahan, penderitaan, dan kehancuran lewat materi baru yang lebih tajam dan tak kenal ampun.

Namun sejauh ini, mereka belum berani menjanjikan jadwal rilis yang pasti untuk album tersebut. Mereka mengakui belum ada ekspektasi ke arah itu.

“(Tapi) yang pasti kami akan tetap produktif semaksimal mungkin sampai semua materi untuk albumnya itu sendiri tercukupi. Kami menginginkan ledakan yang lebih besar dan semoga juga bisa terjalin kerjasama dengan salah satu label, baik lokal atau luar yang memungkinkan untuk meledakkan album kami di kemudian hari.” (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
romo
Read More

ROMO: Sosok Berblangkon dalam Ranah Metal

Lagu kedua dari solois metal berblangkon, ROMO telah diluncurkan ke berbagai gerai digital, dengan konsep musik yang lebih galak, jujur dan gelap.
heri batara
Read More

HERI BATARA: Dari Edane ke Architects?

Heri Batara turun gunung luncurkan lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “We Are Not Fall In” yang berkontur rock modern, sebagai pembuktian eksistensi.