FINALMORPH: Dibantu Karis DEADSQUAD dalam “Mental Health”

Tepat di awal Juli 2025, Finalmorph melontarkan sebuah album mini (EP) bertajuk “Mental Health” yang getir sekaligus manis.
finalmorph

Finalmorph sebelumnya telah memanaskan jalannya menuju ke perilisan EP tersebut lewat perilisan lagu lepas berjudul “Civil War” tahun lalu. Tepatnya pada 10 Mei 2024.

Proses rekaman “Mental Health” sendiri dieksekusi gitaris dan bassis Ahmad Hidayat (Jims), vokalis Fernando Sastra Cendana (Vero) dan dramer M. Adwa Ulhaq di studio rekaman rumahan milik Jims. Ketiganya butuh waktu selama sekitar enam bulan untuk merampungkannya, di sela kesibukan lain para personelnya.

“Dari sinilah chemistry kami terbentuk dan teruji. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan kami sangat bersyukur pada Juli 2025 ini semua bisa rampung dan kami sangat puas dengan hasil kerja keras kami dalam (pengerjaan) EP ini,” seru Jims puas.

Di EP tersebut, formula modern metal semakin dipertajam oleh Finalmorph. Karena sejak awal, trio cadas asal Banjarmasin, Kaliman Selatan ini memang bertekad ingin selalu berkreasi dengan mengombinasikan berbagai jenis musik.

“Tema-tema problematika kehidupan sehari-hari menciptakan ide-ide kami dalam meracik musik karena memang Finalmorph senang berkesperimen dengan hal baru dalam musikalitasnya,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Progressive Rock?

Sejak “Civil War” didengarkan oleh banyak orang, tidak sedikit yang menilai bahwa musik Finalmorph kental akan pengaruh band metalcore Inggris, Architects. Tak terkecuali lagu-lagu dalam EP “Mental Health” ini.

“Tiap personel memiliki selera musik yang berbeda-beda dan sangat kompleks. Cukup banyak vokalis terkenal yang menjadi inspirasi kami,” tutur mereka, sambil menyebut nama-nama seperti Corey Taylor (Slipknot), Chester Bennington (Linkin Park), M. Shadow (Avenged Sevenfold) dan Sam Carter (Architects).

Tapi untuk riff gitar sendiri, inspirasi bukan hanya datang dari Architects atau dari musik metal, namun juga mengambil inspirasinya dari genre lain. Di antaranya dari musik progressive rock.

“Mungkin bisa dengar lagu ‘Voiceless’. Riff-nya sih menurut kami jarang sekali digunakan di metal. Agak unik gitu, menurut kami jadi warna baru,” cetus Jims kepada MUSIKERAS meyakinkan.

Sentuhan Gitaris Deadsquad

Karis, gitaris Deadsquad, juga memberikan sentuhan di pemolesan mixing dan mastering dari EP berisi lima lagu tersebut. Menurut Jims, ia mengenal Karis setelah mencoba mengontaknya lewat pesan direct message di akun Instagram.

Kebetulan saat itu, ia melihat sang gitaris memang menawarkan jasa untuk mixing dan mastering. Setelah berdiskusi, Jims lantas mengirim materi lagu-lagu Finalmorph ke Karis.

“Ternyata hasilnya menurut kami oke. Selain mendapatkan hasil suara yang bagus, kami juga mendapat ilmu dari bang Karis, terutama tentang teknis rekaman. Beliau sangat kritis dan detail dalam mendengarkan materi mentah saat take rekaman.”

Jadi, jika ada yang kurang dalam perekaman isian gitar atau vokal, Karis pasti meminta untuk melakukan revisi. Dari situ, mereka pun mendapatkan ilmu tentang teknis rekaman yang benar, walau hanya menggunakan fasilitas studio rumahan.

“Bahkan yang bang Karis ajarkan ke kami, ya itulah cara Deadsquad rekaman sehingga kami ikuti instruksi beliau karena itu ilmu yang sangat bermanfaat buat kami,” imbuhnya.

Bagi para personel Finalmorph, mengerjakan produksi rekaman “Mental Health” memang sangat menantang secara teknis. Ada beberapa bagian dimana mereka memang harus mengerahkan usaha ekstra untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Di lagu yang berjudul “Lust” misalnya. Komposisi yang menghadirkan aransemen cukup tricky, dengan terapan riff-riff yang catchy, ketukan dram yang groovy serta vokal yang keras dan berat. Semuanya berpadu padan antara nuansa gelap dan tetap manis yang menjadi ciri khas dan keunikan Finalmorph.

Di situ, Vero mengakui lumayan sulit karena harus menerapkan teknik vokal yang berbeda-beda. “Menggunakan berbagai macam teknik seperti growl, high pitch false chord, (lalu) di-mix juga dengan beberapa part yang menggunakan teknik fry scream. Namun inilah yang menjadikan ‘Lust’ unik bagi Vero.”

Sementara dari lini gitar, dengan jujur Jims mengakui menghadapi sedikit kerumitan di lagu “Voiceless” yang menerapkan lick cepat dan rapat serta perpindahan part lagu yang kadang membuat isian gitarnya telat masuk.

“Tapi secara keseluruhan sih lagu-lagu di EP ini cukup memakan banyak waktu karena setiap part-nya harus dipastikan dulu gitarnya in-tune atau tidak. Jadi di setiap part pasti harus tuning gitar (terlebih dahulu).”

Problema Kaum Muda

Tema lirik dan musik di EP “Mental Health” sendiri terinspirasi oleh permasalahan kaum muda dalam pergaulan kehidupan zaman sekarang dengan segala problematikanya yang kompleks. Sisi itu melahirkan inspirasi besar sebagai materi utama Finalmorph dalam menciptakan karyanya sepanjang satu tahun terakhir ini.

Lagu “Rhino” dengan musiknya yang agresif menjadi trek pembuka, dilanjutkan “Voiceless” yang epik dengan irama yang enerjik, yang membuat warna baru dalam musikalitas Finalmorph.

“Civil War” menempati urutan selanjutnya, yang pastinya sudah familiar sejak 2024 lalu, dan “Fallacy” yang berada di urutan keempat menjadi daya tarik tersendiri dari EP ini.

Lagu penutup, “Lust” menjadi karya Finalmorph yang sangat gelap, yang mengisahkan tentang gelora hawa nafsu yang akan membawa kepada kepedihan.

finalmorph

Trek ini didukung oleh video musik (bisa ditonton via tautan ini) yang bernuansa teatrikal, menghidupkan visualisasi gelap “Lust” yang penuh nuansa emosional. (mdy/MK01)

Susunan lagu “Mental Health”:

  1. Rhino
  2. Voiceless
  3. Civil War
  4. Fallacy
  5. Lust
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.