KAUSA: Ledakan Amarah di “Pelangi Buram”

Lewat lagu terbaru “Pelangi Buram”, Kausa kembali membajak mimbar. Mereka muntahkan amarah dan luka sosial, yang sarat energi dan makna.
kausa

Kausa menyebut karya rilisan tunggal terbarunya itu bukan sekadar produk musik. Namun juga menjadi manifesto sosial suara mereka yang tertindas, jeritan yang nyaris tak terdengar dari tanah surga bernama Indonesia.

Demi sesuap nasi, jerit tangis melambung tinggi…”

Bait ini bukan hanya lirik, melainkan potret nyata dari mereka yang hidup di negeri kaya sumber daya, namun sulit menikmati kesejahteraan.

“Pelangi Buram” menjadi pengingat bahwa keindahan alam Indonesia dari hutan tropis hingga garis pantai tidak otomatis menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Dengan mengangkat paradoks sosial, Kausa menyoroti fakta pahit, bahwa menurut data World Bank 2024 lalu, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan persentase penduduk miskin tertinggi di dunia (60,3%).

Bagi unit keras asal Cimahi, Jawa Barat yang kini digerakkan formasi dramer Ivan Chairil Anwar, bassis Yogi Nugraha, gitaris Anggi Barclay dan vokalis Ridho Abdul Aziz ini, “Pelangi Buram” menjadi simbol perlawanan dan kritik keras terhadap ironi kehidupan di negeri agraria yang seharusnya makmur.

“Kami tidak hanya membuat lagu. Kami sedang berteriak. Kami berharap ‘Pelangi Buram‘ bisa membuka mata lebih banyak orang, bahwa keadilan sosial belum benar-benar hadir di tanah kita sendiri!”

Penggarapan “Pelangi Buram” sendiri cukup memakan waktu, dikerjakan di antara jeda kesibukan para personelnya. Selama hampir dua tahun mereka absen dari panggung rekaman, sejak merilis lagu lepas “Plana Terra” pada Agustus 2023.

Untuk proses produksi musik, dilakukan Kausa di Svrgastudio, dan mempercayakan pemolesan mixing dan mastering kepada @justtheonebulls / @bulls_recordjkt.

Namun setelah rampungnya proses rekaman, formasi band ini berubah, dimana Feby Nugraha yang sebelumnya mengisi posisi gitar, kini digantikan oleh Anggi Barclay. Alasan pergantian itu karena jadwal kerja yang tak sejalan.

Crossover Metal

Dalam konteks musikal, arah musikal Kausa kali ini mengedepankan hantaman dram yang lebih padat, riff gitar agresif dan low, dentuman bass yang lebih lebar serta tarikan vokal lantang yang penuh emosi.

Dan untuk kedua kalinya, Kausa kembali mendapat suntikan energi dari Anggi Ariadi (Revenge The Fate) yang mengisi aransemen vokal dan memperkuat ledakan pesan yang ingin disampaikan.

Sebelumnya, Anggi Ariadi juga pernah dilibatkan Kausa di album debut mereka, “Corvus Corvidae” yang diluncurkan pada 19 Maret 2019 lalu.

“Pemilihan Anggi kami libatkan kembali di singlePelangi Buram‘ supaya lebih terasa daya amarah dan ledakan yang ingin kami sampaikan di lagu ini,” cetus Kausa kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Lalu apa yang membuat “Pelangi Buram” berbeda dibanding karya Kausa sebelumnya?

“Kami selalu bereksplorasi. Tidak hanya metal yang kami suguhi di sini, tapi semua jenis musik kami gabungkan, seperti crossover,” seru mereka.

“Sebenarnya, garis besar musiknya masih sama dengan single sebelumnya, tapi yang sekarang kami lebih explore ke sound dan tune gitar yang lebih low.”

Konsep crossover di racikan komposisi serta aransemen “Pelangi Buram”, menurut Kausa, merupakan gabungan dari berbagai referensi dari tiap personel. Tidak ada yang spesifik mengacu ke musik atau band tertentu.

“Apapun referensi musiknya kami satu padukan di single ini,” cetus mereka mayakinkan.

Sambil menjalani promo “Pelangi Buram”, Kausa juga sedikit membocorkan bahwa penggarapan album mini (EP) mereka, saat ini sudah rampung. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk merilisnya ke publik.

Sementara ini, “Pelangi Buram” baru ditayangkan dalam format visualisasi video musik di kanal YouTube (tonton di sini). Video tersebut disutradarai oleh Hilman Wirahman, diproduksi oleh Alur Studio dan The Everlasting 89, dengan sinematografi dari Dicky Chubby.

Di dalam videonya, menampilkan sosok Saffira Azzahra dan Auryn Kahkashan, dalam visualisasi yang merepresentasikan simbol kerusakan frustrasi, dan depresi dari isi lagunya. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.