Tiba juga waktunya. Setelah melewati banyak sekali jalan terjal, patah hati, marah, sedih, kami memutuskan tidak akan berhenti! Walau dengan tertatih-tatih kami sepakat kembali berlayar bersama kapal bernama ‘KAUSA’!” 

Kalimat di atas dikutip dari unggahan Kausa di akun Instagram resminya, dua hari lalu. Sebuah ungkapan suka-cita, ekspresi semangat dan harapan baru yang menyertai perilisan karya lagu rilisan tunggal terbarunya yang bertajuk “Plana Terra”.

Tahun lalu, band keras bentukan Jakarta ini sempat didera masalah pelik, dimana mereka harus kehilangan sang vokalis, Lukman ‘Buluks’ Laksmana yang terjerat kasus penipuan dan penggelapan uang. Mau tidak mau, musibah itu memaksa band ini vakum dan menolak beberapa tawaran pentas lantaran tidak berada dalam kondisi maksimal.

“Kami tidak ada kegiatan sama sekali (selama) berbulan-bulan, bahkan setahun lebih,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, terus-terang. “Ada job manggung pun akhirnya belum bisa kami terima dikarenakan kami kebingungan untuk mencari sosok yang bisa menggantikan beliau pada saat itu. Pada akhirnya, kami memutuskan untuk merombak formasi agar supaya fresh ketika muncul kembali ke permukaan.” 

Kini, dua personel baru telah memperkuat barisan kekuatan Kausa, yaitu vokalis Ridho Abdul Aziz serta bassis Yogi Nugraha, yang melengkapi dramer Ivan Chairil Anwar serta gitaris dan vokalis latar Feby Nugraha. Dan tanpa basa-basi, formasi baru ini langsung mengeksekusi lagu “Plana Terra”.

Tapi sebenarnya, Kausa sempat mengusahakan terus menggulirkan karir tanpa penambahan personel. Ivan dan Febby menggarap cikal bakal lagu “Plana Terra” selama sekitar delapan bulan dan dikerjakan di berbagai tempat. Jadi sebelum Ridho bergabung, susunan bagan-bagan untuk isian gitar dan dram sudah rampung. Karena waktu itu, Ivan dan Febby berniat meneruskan Kausa tanpa harus menambah personel baru.

“Karena kami pikir, waktu itu dirasa agak terlalu berat untuk menggantikan sosok (vokalis) sebelumnya. Terlintas, Febby menawarkan diri sebagai vokalis sambil bermain gitar. Namun seiring waktu berjalan, workshop terus dilakukan dan ternyata karakter vokal Febby yang dihasilkan kurang cocok dengan musik yang sekarang kami mainkan. Akhirnya kami sepakat mulai mencari vokalis dan bassis yang sangat berkarakter. Ternyata perlu waktu untuk mencari dua pemain yang fresh… dan akhirnya kami memilih Ridho dan Yogi. Tanpa banyak alasan, dua bulan terakhir kami bertemu dan memulai workshop dan langsung rekaman berempat dan terjadilah single pertama kami,” urai Kausa mengungkap latar belakang formasi barunya.

Lagu “Plana Terra” sendiri, atau yang berarti ‘Rata Bumi’, menonjolkan tentang kerusakan alam dan lingkungan alam di tema liriknya. Mereka menyoroti faktor terbesar penyebabnya, yakni keserakahan manusia yang mengeksploitasi alam secara brutal. Manusia yang telah menyebabkan perubahan besar dalam ekosistem bumi, yang berdampak negatif pada keseimbangan alam, keanekaragaman hayati, dan kualitas lingkungan secara keseluruhan.

“Aktivitas manusia seperti deforestasi, polusi udara, polusi air, limbah plastik, dan pemanasan global telah menyebabkan kerusakan signifikan pada ekosistem, termasuk hilangnya habitat, kepunahan spesies, dan perubahan iklim yang ekstrem. Negeri surga yang katanya kaya akan sumber daya alam berubah menjadi negeri neraka yang nyata brutalnya. Serupa pelangi yang pudar dan buram. Tindakan kita untuk merehabilitasi kembalinya habitat kondisi alam menjadi lebih baik terkalahkan oleh keserakahan kaum-kaum kapitalis yang dengan mudahnya menggandeng kekuasaan tertinggi. Orang yang tak pernah mencangkul tanah, justru orang yang paling rakus menjarah tanah dan merampas hak orang lain.”

Kehilangan vokalis sebelumnya, yang kemudian mendorong untuk merombak formasi, kini menjadi momentum menggairahkan bagi Kausa untuk sekaligus mengubah konsep musiknya. Mereka kini lebih nyaman disebut berada di ranah rock metal saja, tanpa embel-embel apa pun. Dan konsep yang diterapkan di “Plana Terra”, mereka sebut sangat berbeda dibanding karya-karya rekaman Kausa sebelumnya. 

Saat meracik komposisi dan aransemen “Plana Terra” yang direkam dan dipoles di Valhalla Studio, Upperground serta di Bulls Record, Jakarta ini, Kausa mengaku sangat banyak menyerap pengaruh musikal, yang datang dari latar belakang serta selera para personelnya. Mereka memadukan referensi gaya lama dan baru, yang dipadupadankan menjadi satu.

“Yang kami mainkan sekarang sangat simpel dengan riff-riff gitar yang oldskul nan berat, dentuman dram yang sangat tebal menyerupai hardcore, suara bass yang sangat menonjol ala hip metal, karakter rap vocal dibalut dengan scream dan growl, ditambah dari segi sound yang sangat modern. Di single terbaru ini, sangat jelas berbeda jauh dengan karya sebelumnya, mulai dari segi (penalaan) gitar yang sekarang lebih rendah dibandingkan lagu-lagu sebelumnya. Dari segi lirik, Kausa sekarang juga lebih lantang menyuarakan apa yang terjadi di sekitar kita. Adanya penambahan personel baru membuat kami lebih fresh dari musik sebelumnya. Apa pun musik yang kami asupi di masing-masing personel kami tumpahkan menjadi satu di single ini.”

Terhitung sejak 25 Agustus 2023, “Plana Terra” resmi tersiar di berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Amazon Music, Deezer, TikTok dan YouTube Music. (mdy/MK01)

.

.