A THOUSAND PUNCHES: Rilis Dua Lagu Baru, dan Tetap Hardcore

Usai vakum bertahun-tahun, unit hardcore A Thousand Punches akhirnya dibangkitkan oleh keresahan, yang diluapkan lewat rilisan maxi-single.
a thousand punches
A THOUSAND PUNCHES

A Thousand Punches kembali ke permukaan dengan penuh amarah dan perlawanan. Ekspresi itu mereka semburkan lewat dua komposisi hardcore sekaligus, yang bertajuk “The Lives I Fear / Despotis”.

Kedua lagu tersebut merupakan respon mereka atas kenyataan pahit tentang permainan kekuasaan, manipulasi politik dan pengkhianatan yang terjadi di balik pintu tertutup.

Koaran liriknya menyuarakan rasa muak vokalis Gilang Adi Nugroho, gitaris Dennis Mandalyca dan Rusman Effendi, bassis Amandra Arieyanto serta dramer Muhammad Fadhil terhadap otoritas korup dan sistem yang menyingkirkan siapa pun yang menolak tunduk.

Ini adalah teriakan melawan kebohongan yang dibungkus rapi oleh mereka yang berkuasa, tentang cara-cara licik dan kotor dalam mempertahankan kekuasaan.

Namun, kemarahan itu tidak dibungkam. Akan tetapi diubah menjadi geberan musik hardcore yang eksplosif: cepat, keras, dan penuh emosi. Inilah A Thousand Punches dalam karakter aslinya, tanpa filter dan tanpa kompromi.

Lagu “Despotis” juga menjadi lagu pertama mereka yang ditulis dalam bahasa Indonesia, mempertegas pesan yang lebih personal dan tajam.

Penggarapan produksi “The Lives I Fear / Despotis” sendiri tidak berlangsung lama. Kepada MUSIKERAS, band ini mengungkapkan hanya butuh waktu beberapa hari untuk menyusun aransemen.

Hanya proses isian rekaman vokal saja yang butuh waktu sedikit lebih lama, karena banyak pengulangan. “Ya kalo ditotal Juni-Juli ini sih,” ujar pihak band menegaskan.

Komposisi awal “The Lives I Fear / Despotis” sendiri datang dari Dennis yang membuat dasar lagunya. Mereka juga dibantu oleh Praditya Eka Putra dari Invasion studio untuk penggarapan teknis produksinya.

Knocked Loose

Usai menjalani masa vakum yang cukup lama, diakui oleh para personel A Thousand Punches membuat mereka banyak melakukan adaptasi. Khususnya dalam hal teknis rekaman. Perbedaannya cukup membuat mereka shock.

“Semua udah serba canggih, mau sound kayak apa juga bisa. Tanpa mengecilkan analog, tapi sekarang semua serba simpel dan canggih,” seru mereka.

Kecanggihan itu juga berdampak pada proses pencarian ide-ide atau referensi. Mereka kini bisa mendengarkan sangat banyak musik dari band lain. Baik band dalam negeri maupun luar.

“Semua menginspirasi kami! Kecanggihan recording masa kini, kami tinggal klik tab dan cari referensi lagu langsung.”

Kendati demikian, dari segi musikal, bisa dibilang tak ada perubahan signifikan yang mereka terapkan. Tetap berada di jalur hardcore yang beringas dan sarat amarah.

“Kami sebetulnya masih hardcore pada umumnya. Ada part ngebut, ada beatdown, dan ada part melodius. Yang bikin kami beda mungkin karena kami campur itu semua jadi satu, yang biasanya terpisah di band-band lain.”

Dengan tiga album penuh yang telah dirilis sebelumnya, yakni “As They Felt The Fire” (Trueside Records-2007), “This Distance Is Completely Shattered” (Armstretch Records-2013) dan “Delusional Reflections” (Armstretch Records-2017), maxi single ini menjadi penanda kebangkitan kembali.

Sebagai pembuka menuju album baru yang saat ini tengah dalam proses produksi, sebuah karya rekaman yang akan membawa lebih banyak ledakan emosi dan konfrontasi.

A Thousand Punches terbentuk di Depok, Jawa Barat pada 2003 silam. Sepanjang kariernya, tercatat pernah menjadi salah satu band pembuka untuk konser dua unit hardcore mancanegara.

Yang pertama, berbagi panggung dengan Knocked Loose di Depok Fantasy Waterpark, Depok pada 21 Januari 2020, lalu turut mendampingi konser Jesus Piece di Bali United Studio, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 11 November 2023. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.