FILODOXIA: Tanah Perjanjian dalam Keriuhan Technical Death Metal

Sebuah lagu tentang keprihatinan terhadap konflik mengenaskan di Palestina, diluncurkan Filodoxia dengan formula metal yang lebih ekstrem.
filodoxia
FILODOXIA

Filodoxia yang terbentuk pada awal 2023 lalu mengumandangkan “Promised Land” sebagai ungkapan keprihatinan dan duka cita terhadap praktek genosida yang terjadi di Palestina, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dampak serangan Zionis Israel.

Di lirik lagu rilisan tunggalnya tersebut, vokalis Yogi Arif Darmawan, gitaris Bagus Galih Pralambang (Galih) dan Rizky Kurniawan serta dramer Hendik Eko Prasetyo (Gendok) menceritakan tentang tanah yang dijanjikan, yakni Palestina dan sekitarnya.

Status tanah yang tercatat di kitab suci Al­ Qur’an, tepatnya di surat Al-Maidah ayat 21, dimana Allah SWT memerintahkan Nabi Musa dan Bani Israil memasuki tanah Palestina.

Namun jawaban Bani lsrail kepada Nabi Musa, dalam Al-Maidah ayat 24, menunjukkan betapa pengecutnya mereka. Mereka menyuruh Nabi Musa dan Allah SWT berperang melawan kaum yang ada di tanah tersebut, sementara mereka menunggu di luar.

Meskipun bertahun-tahun berikutnya mereka akhirnya bisa memasuki tanah tersebut dan mencapai masa kejayaan saat era Nabi Sulaiman (Raja Salomo), pada akhirnya mereka kembali terusir keluar dari tanah perjanjian itu.

Baru bisa masuk kembali ke Palestina setelah bertahun-tahun kemudian, sebagai pengungsi dari tragedi Holocaust era Nazi Jerman. Mereka disambut baik oleh orang Palestina.

Namun pada akhirnya, muncul gerakan zionis yang malah melakukan genosida terhadap orang-orang Palestina yang dulu menyambut mereka saat masih jadi pengungsi.

filodoxia

Sentuhan Progresif

“Promised Land” sendiri sebenarnya sudah dibuat sejak setahun yang lalu, dengan metode rekam via ponsel seadanya. Dari situ, para personel pun saling mengoreksi kekurangan-kekurangan. Seperti misalnya di terapan riff-riff gitar atau fill-in pada drum.

Setelah itu, Filodoxia sempat rekaman di studio salah satu rekan mereka di Blitar. Namun pada akhirnya, ternyata mereka merasa kurang puas dengan hasil olahan mixing dan mastering di lagu tersebut.

“(Akhirnya) Kami sepakat down tuning dan rekaman ulang di Orvius Soundlab Tulungagung,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap proses produksinya.

“Mungkin karena engineer-nya (Febri Orvius) paham dengan karakteristik permintaan kami akan sound gitar dan dram, akhirnya lagu ini tidak butuh lama dan hasil mixing dan mastering sesuai harapan.”

Lewat “Promised Land”, kini Filodoxia mencoba merangsek lewat formula death metal yang lebih teknikal untuk memaksimalkan daya ledaknya. Sebelumnya, musik mereka cenderung menggeliat di area hardcore metal.

Kini, seiring berjalannya waktu, mereka sepakat memainkan musik yang lebih ekstrem dan menantang, dengan menyerap pengaruh serta inspirasi dari beberapa monster technical death metal mancanegara seperti Aborted, Spawn of Possesion hingga Necrophagist.

Riffing padat, banyak part yang kami gabung-gabungkan dengan permainan beat cepat, kemudian disisipkan part dan tempo yang turun berubah-ubah. Seakan terkesan ada sentuhan progresifnya. Padahal jika diteliti, kord dasarnya sangatlah simpel, hanya olah voicing dan riffing saja.”

Rencananya, “Promised Land” sendiri juga bakal menjadi judul album penuh Filodoxia, dimana sejauh ini baru terkumpul empat lagu, dari sekitar tujuh atau delapan lagu yang ditargetkan.

Walau sempat membidik akhir tahun ini sebagai batas akhir perampungan album, namun mereka memperkirakan belum bisa mengejar target sesuai jadwal.

“Banyak faktor karena pekerjaan dan keluarga yang membuat keterbatasan waktu untuk bertemu membuat materi-materi lagu,” seru mereka memberi alasan.

Video lirik untuk lagu “Promised Land” bisa disaksikan di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.