BURGERKILL Resilient Show Geber 30 Lagu untuk Rayakan 30 Tahun

Resilient Show yang berlangsung di Graha Manggala Siliiwangi, Bandung sukses menampilkan kaleidoskop supremasi Burgerkill di ranah musik ekstrem.
resilient show
Keluarga besar BURGERKILL (Foto oleh @dickymoerdani)

Resilient Show: Re-Union – The Past, Present & The Future sukses digelar. Burgerkill akhirnya lunas merayakan sekaligus mensyukuri perjalanan kariernya yang telah terbentang selama 30 tahun.

Pada Sabtu malam lalu, 13 September 2025, unit metal kebanggaan skena ‘bawah tanah’ di Jawa Barat tersebut menjamu para Begundal – sebutan untuk pemuja mereka – di Graha Manggala Siliiwangi, Bandung.

Seperti yang sudah diinfokan MUSIKERAS di artikel sebelumnya (baca selengkapnya di tautan ini), Burgerkill tak hanya menghadirkan formasi terkininya. Namun juga, memanggungkan beberapa personel yang pernah ikut berkontribusi membesarkan nama band ini.

Akses penonton memasuki venue konser Resilient Show mulai dibuka pada pukul 16.00 WIB, setelah melewati antrian screening security yang ketat. Maklum, lokasi konser berada di area militer tengah kota Bandung. Para ‘hardcore people’ dan metalheads dari berbagai lintas generasi dengan mayoritas ‘dress code’ hitam terlihat memadati arena malam itu.

Memasuki area lobi venue yang luasnya lumayan terbatas, para penonton disambut oleh pajangan foto sang ikon mendiang Aries ‘Ebenz’ Tanto serta sejumlah kecil memorabilia dan fanzine.

Juga yang sangat menarik adalah di satu tembok besar terdapat literasi informatif perjalanan karir Burgerkill, bersanding dengan bagan ‘pohon keluarga’ semua musisi yang pernah memperkuat Burgerkill, hasil rekapan Kimung.

Setelah melewati itu, barulah penonton digiring masuk ke area konser dalam ruang berkapasitas sekitar 1000 orang yang cukup nyaman dan sejuk. Di area samping, terlihat antrian panjang di booth yang menjajakan merchandise Resilient Show berjumlah terbatas.

resilient show
Gitar mendiang Aries ‘Ebenz’ Tanto di atas panggung.

Konsep konser sendiri menampilkan keluarga besar Burgerkill, dari para personel terawal di era formasi 1995, lalu 2004, 2007, 2011, 2018, hingga era sekarang ini.

Mereka menggeber sebanyak 30 lagu sebagai simbol perjalanan 30 tahun perjalanan keras Burgerkill di ranah musik ekstrem Tanah Air. Reportoar Resilient Show yang dibawakan dibagi ke dalam tujuh paket daftar lagu mengikuti diskografi musik band tersebut.

Di segmen “Dua Sisi” menampilkan formasi Ronald A. Radja Haba (vokal), Agung ‘Hellfrog’ Ridho Widhiatmoko (gitar), Iman Rahman Anggawiria Kusumah aka Kimung (bass) dan Toto Supriatin (dram) yang tampil dengan dandanan khas skena hardcore.

Sekitar pukul 19.10 WIB formasi tersebut naik panggung dan menggeber lagu-lagu dari album debut “Dua Sisi” (Juni 2000), seperti “Heal the Pain”, “Revolt!”, “Sakit Jiwa”, “Blank Proudness”, “Homeless Crew” dan “Rendah”.

resilient show
Saat Kimung membanting instrumen bass-nya.

Sempat diselingi aksi Kimung membanting instrumen bass-nya hingga patah, yang seketika semakin memanaskan suasana konser.

Masuk ke segmen berikutnya, “Berkarat” (19 Desember 2003), formasi berubah. Kini Kimung digantikan oleh Abdul Kandris aka Abah Andris, plus tambahan gitaris Ugum. Mereka memuntahkan komposisi-komposisi cadas dari album “Berkarat”, yaitu “Resah Dera Jiwa”, “Gelap Tanpa Akhir”, “Luka”, “Tinggalkan Aku Terdiam” serta “Penjara Batin”.

resilient show
Ronald dan Abah Andris

Doa Begundal

Vicky Mono (sekarang vokalis Deadsquad) yang pernah memperkuat Burgerkill  periode 2007 – 2021 lalu masuk menggantikan tugas Ronald saat segmen album “Beyond Coma of Despair” (1 Januari 2006) diraungkan. Kali ini dikawal oleh bassis Ramdan Agustiana. Sementara Abah Andris bergeser ke belakang perangkat dram.

Lagu-lagu fenomenal dari salah satu album tersukses Burgerkill tersebut, seperti “Darah Hitam Kebencian”, “Shadow of Sorrow”, “Anjing Tanah”, “Angkuh” dan “We Will Bleed” lalu dikumandangkan dengan khidmat dan panas.

Sebelum memulai aksi panggungnya, Vicky yang malam itu mengenakan tshirt putih bertuliskan “truemegabenz” sempat berbicara kepada penonton betapa berat tugas yang ia rasakan ketika harus meneruskan tongkat estafet yang ditinggalkan mendiang vokalis Ivan ‘Scumbag’ Firmansyah.

Ia mengakui, saat itu sampai menghabiskan sebanyak 40 shift untuk rekaman vokal, yang jelas mengeluarkan biaya yang sangat besar. Adalah mendiang Ebenz yang membimbing dan mengasah Vicky dengan ‘keras’ agar bisa tampil lebih percaya diri.

Lagu-lagu dari album “Venomous” (14 Juni 2011) menjadi menu segmen berikutnya, yang masih digulirkan oleh formasi yang sama. Mereka menggetarkan panggung lewat komposisi “House of Greed”, “Under the Scars” dan “For Victory”.

resilient show
Putra Pra Ramadhan

Setelah Burgerkill merilis “Venomous”, Abah Andris mengundurkan diri dari formasi, yang lantas digantikan oleh Putra Pra Ramadhan, dramer yang di antaranya pernah memperkuat grup Killing Me Inside.

Formasi terbaru itulah yang lantas merekam album “Adamantine” (20 April 2018), yang menjadi judul segmen berikutnya. Lagu-lagu yang dipilih untuk dikobarkan adalah “United Front”, “Paradoks”, “Superficial”, “Undefeated” dan “Integral”.

Masih dengan barisan musisi yang sama, Burgerkill lantas mengalunkan segmen “Killchestra”, album rilisan 19 April 2020 yang menghadirkan kolaborasi band tersebut dengan Czech Symphony Orchestra. Proyek ini memadukan aransemen enam lagu pilihan Burgerkill dengan balutan orkestra klasik.

Tiga lagu di antaranya dibawakan malam itu, yakni “An Elegy”, “Only the Strong” dan “Tiga Titik Hitam”. Judul terakhir secara khusus menampilkan vokal dari bintang tamu, A. Fadly Arifuddin (vokalis Padi Reborn).

resilient show
Vicky, Ramdan dan Fadly

Di sesi ini, Burgerkill lantas mengajak para Begundal untuk bersama-sama memanjatkan doa untuk mendiang Ivan Scumbag dan Ebenz.

Segmen terakhir dari Resilient Show lantas dimaksimalkan oleh formasi terkini; Agung, Ramdan, Putra dan Ronald, vokalis yang tanpa terasa sudah empat tahun meneruskan supremasi membanggakan Burgerkill di skena musik keras Tanah Air dan dunia.

Keempatnya kembali memicu keliaran di moshpit dengan menggelindingkan nomor “Roar of Chaos” dan “Atur Aku”, lalu menyudahinya dengan “Air Mata Api”, nomor daur ulang milik sang legenda hidup, Iwan Fals.

resilient show
Agung Hellfrog

Agung Hellfrog, satu-satunya personel yang tampil tak tergantikan sejak awal konser bergulir sempat turun ke tengah-tengah pusaran penonton sambil memainkan gitarnya. Seru!

Only the Strong! Panjang umur Burgerkill! (sam alatas/mudya/MK03)

Foto-foto: @dickymoerdani

 

1 comment
  1. Band kesukaan saya di waktu smp kelas 1 samapai skrang
    Sukses terus buat burgerkill dan semua nya keluarga burgerkill

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.