Ludicia kali ini membawa nuansa baru dalam karya terbarunya tersebut, dimana “Exhausted” menjadi bentuk eksplorasi musikal yang menunjukkan sisi lain dari band ini.
Jika sebelumnya dikenal lewat geberan technical deathcore yang agresif dan sarat energi, kali ini racikan musik Ludicia lebih emosional, atmosferik dan penuh dinamika.
Tetap mempertahankan identitas keras dan karakter khas musik mereka, namun menghindari terjebak di satu pola. Menurut gitaris Anak Agung Gde Agus Mahardika (Gung Sincan), “Exhausted” seperti ruang baru bagi Ludicia untuk bereksperimen.
Lewat “Exhausted”, Ludicia yang juga digerakkan vokalis Teguh Adi Putra dan dramer I Komang Tri Sandyasa Putra (Nyoman Monot) menegaskan diri bukan hanya sebagai band metal dengan akar kuat pada deathcore, tapi juga sebagai unit yang terus berevolusi dan berani keluar dari zona nyaman.
Lagu baru itu menjadi penanda babak baru perjalanan mereka; lebih matang, lebih terbuka, namun tetap garang.
“Kami sepakat untuk melakukan perubahan pada arah musik kami — tetap mempertahankan distorsi keras khas Ludicia, namun dengan tambahan nuansa clean vocal dan harmony choir di bagian tengah lagu,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, menerangkan.
Makanya, proses pengerjaan produksi rekamannya menghabiskan waktu cukup lama karena adanya perubahan arah musikal tadi.

Ledakan Energi
Eksplorasi dalam “Exhausted” mereka sebut sangat luas. Sincan tetap dengan gaya permainan gitar yang teknikal, namun kali ini ia juga mulai mengeksplorasi bagian singing agar tetap terdengar agresif.
Sementara Monot bermain dengan gaya yang sederhana namun tight, serta menambahkan ketukan ganjil pada bagian lead. Vokalis Teguh juga memilih untuk tidak terlalu banyak menggunakan teknik vokal, agar keseluruhan lagu terdengar lebih matang.
“Intinya, melalui lagu ini Ludicia ingin menunjukkan kedewasaan dalam bermusik dan menurunkan ego personal demi keutuhan karya.”
Dalam penggarapannya, Ludicia mengakui telah menerapkan konsep baru di “Exhausted”, yang melenceng cukup jauh dari konsep awal yang dibuat oleh Sincan dan Monot.
Untuk pertama kalinya, Teguh turut berkontribusi dalam proses penulisan lagu, dibantu oleh Abe dalam hal programming dan perancangan karakter tata suaranya.
“Referensi musikal yang digunakan sangat beragam, mulai dari Darko, Within Destruction, Half Me, Alpha Wolf, Rammstein hingga Linkin Park,” ujar Ludicia, terus-terang.
Di “Exhausted”, para personel Ludicia mengungkapkan bahwa mereka telah mengambil risiko besar dengan keputusan untuk mengubah arah musiknya.
“Jika karya ini dapat diterima dengan baik, kami berencana untuk merilis single kedua dan mulai mengumpulkan materi untuk (album mini) EP.”
Bagi band yang dibentuk pada 2019 silam ini, selain sebagai penanda babak baru, “Exhausted” yang dirilis pada 12 Oktober 2025 lalu juga sekaligus menjadi bukti bahwa keberanian untuk berubah adalah bagian dari semangat sejati dalam skena musik keras.
“Jadi bersiaplah, karena ‘Exhausted’ bukan sekadar lagu — ini adalah ledakan energi dari kelelahan yang berubah menjadi kekuatan!” (mdy/MK01)