PIDDLE: Agresi Hardcore yang Saling Bertabrakan?

Di album mini (EP) bertajuk “Step Up!!!” garapan Piddle, semburan musik agresif yang mereka hasilkan memuat irisan agresi yang menghantam.
piddle
PIDDLE

Piddle adalah salah satu unit baru, namun diperkuat wajah lama, yang muncul circa 2024 di skena musik energik Tangerang.

Awalnya dibentuk sebagai proyek sampingan dari masing-masing personelnya, yang memang sudah aktif di band masing-masing.

Mereka adalah vokalis Yanuar Rizal Ramadhan dari band Zeal, lalu bassis Aditya Umbara (Adit) dari Hong!, gitaris Ridwan Mafhumy (Kuro!, Rejected Kids) dan dramer Helmy Fadillah Z. (Rejected Kids, Gvsar, Fastcrash).

Keempatnya lantas sepakat untuk berkolaborasi membentuk Piddle, atas dasar kesamaan minat, visi bermusik serta ketertarikan yang sama dari setiap personelnya untuk memainkan musik tempo cepat.

Musik dengan irisan agresi yang menurut mereka, saat ini, cukup langka dimainkan di Tangerang.

“Jadi ya kami coba isi kekosongannya,” cetus pihak Piddle mengungkap alasan pembentukan bandnya.

Dengan perpaduan permainan yang energik, lirik kehidupan sosial, dan melodi yang catchy, Piddle mendobrak batasan mereka, memadukannya dengan beragam pengaruh.

Hasilnya adalah sebuah EP bertajuk “Step Up!!!” yang memuat lima lagu berjudul “Stakes!”, “Intend”, “Truth”, “Bulir” dan “Strain”.

EP ini merupakan bukti filosofi nan lugas dari band yang menginginkan sentuhan segar sekaligus powerful dari musik dengan tingkat invasi yang bergas.

piddle

Agresifitas Kegamangan

Materi di EP “Step Up!!!” sendiri mulai dikembangkan pada medio 2020, dari sebuah rekaman ide berformat gitar akustik pada voicenote di ponsel Adit. Ketika Piddle terbentuk pada 2024, ide lagu tadi lantas dibahas lebih lanjut lewat diskusi di aplikasi WhatsApp sebagai konsep awal.

Setelah itu, disusul dengan proses workshop di studio selama sekitar empat bulan untuk mematangkan materi. Proses rekaman kemudian dilakukan di beberapa tempat berbeda.

Isian dram dilakukan di Plug Studio, lalu gitar dan bass di Ibil’s Intuition Chamber serta vokal di Core record. Secara keseluruhan proses rekaman membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan. Adalah Gilang Fresandy (Dirty Ass) yang lantas dipercaya untuk memoles tahapan mixing dam mastering EP “Step Up!!!”.

Lewat muntahan lirik di EP “Step Up!!!!”, Piddle mengumbar cerita tentang masalah kehidupan sosial yang umumnya dialami setiap individu sehari-hari. Mulai dari perdebatan akibat perbedaan pendapat, kemarahan akibat perasaan diremehkan, pencarian jalan keluar dari situasi negatif hingga ketidakberdayaan akibat kebuntuan emosional.

Mereka pun tidak segan untuk menceritakan tentang kegamangan di sela agresifitas tempo cepat yang ditawarkan, seperti yang dilafalkan pada lirik “Bulir” yang jadi satu-satunya lagu berbahasa Indonesia.

“… Memeluk resah di tepian, membasuh luka di pekikan….”

Lanskap musik mereka yang agresif berhasil menangkap hakikat pemuda dan pemberontakan, dengan sentuhan kerentanan yang memikat.

Zona Nyaman

Kembali ke konsep peracikan musiknya, secara garis besar Piddle dominan memainkan musik dengan nuansa yang cepat diselingi melodi yang catchy. Di era musik 2000-an, kepada MUSIKERAS, Piddle menyebut musik yang mereka mainkan kerap dilabeli dengan sebutan ‘melodic’.

“Namun kami coba untuk ‘menyisipkan’ agresi dari musik hardcore, seperti gang vocals, shouts dan sebagainya ke dalam lagu-lagu Piddle. Dan di situlah irisannya terjadi, agresi lintas genre saling bertabrakan, tapi tetap syahdu!”

Di lagu yang berjudul “Truth”, Piddle menyebutnya sedikit unik dibandingkan dengan empat lagu lainnya, meski masih terdapat benang merah dari kesatuan EP “Step Up!!!”.

“Lagu tersebut kental akan ambience yang gelap dengan notasi miring yang mengharuskan Rizal untuk mengeksplorasi vokal di luar zona nyamannya. Selain itu, naik turun tempo di beberapa part juga menjadi tantangan tersendiri untuk departemen musik.”

Jika ingin lebih spesifik mendapatkan gambaran tentang cakupan eksplorasi musik Piddle, pihak band menyebut beberapa referensi musikal yang sedikit banyak dijadikan acuan saat meracik komposisi serta aransemen lagu-lagu di “Step Up!!!”.

“Cukup banyak referensi yang kami gunakan saat menyusun materi EP ini, baik dari musisi dengan genre yang sejenis maupun berbeda, band lama maupun band baru. Untuk memahami musik yang menjadi referensi Piddle, bisa menyimak beberapa band seperti Lifetime, Slick Shoes, Kid Dynamite, blink-182, Sunsgrind dan No Pressure,” urai mereka menegaskan.

EP “Step Up!!!” telah dirilis di berbagai kanal digital sejak 10 Oktober 2025 lalu. Juga tersedia di kanal Bandcamp, dimana menyajikan hasil mixing dan mastering dari Reivan (rvnground). (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts