Bryan Adams nampaknya telah menyiapkan sederet lagu pilihan yang dirancang khusus untuk setiap konsernya. Seperti yang disuguhkannya saat tampil di panggung Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026 malam lalu.
Konser besutan Rajawali Indonesia ini, merupakan bagian dari rangkaian Roll With The Punches Tour yang dijalani Bryan Adams sejak September 2025 lalu.
Dari pengamatan tim MUSIKERAS yang menyaksikan konser ini, sebanyak 28 lagu yang digeber selama lebih dari dua jam terbukti sukses menciptakan suasana meriah yang sarat hormon dopamin. Hasil perpaduan nostalgia dan semangat baru.
Sejak pukul 21:00 WIB, seluruh area venue telah dipadati ribuan penonton yang sudah tidak sabar menyaksikan penampilan langsung sang penyanyi dan musisi legendaris asal Kanada tersebut.
Ketika lampu dipadamkan dan seluruh pasang mata tertuju ke depan panggung besar, tiba-tiba penonton dikejutkan oleh sosok Bryan Adams sendirian yang justru muncul di panggung kecil, di sisi kiri area festival.
Tentu saja, kejutan ini benar-benar menghebohkan. Sambil menenteng gitar akustik, Bryan menyapa penonton dan langsung mengumandangkan lagu “Can’t Stop This Thing We Started” versi unplugged, yang lantas dilanjutkan dengan lagu “Straight From The Heart”.

Usai kejutan dua lagu pembuka tersebut, Bryan menyelinap untuk pindah ke panggung utama. Di sana, ia dikawal tiga personel band turnya, yakni gitaris Keith Scott, dramer Pat Stewart serta kibordis Gary Breit.
Selain menyanyi, Bryan Adams juga merangkap memainkan instrumen bass, gitar akustik dan elektrik serta harmonika. Seperti di lagu “Kick Ass”, “Run to You” dan “Somebody”, Bryan bernyanyi sambil bermain bass.
Kemudian berganti gitar elektrik di lagu “Do I Have To Say The Words?”, “Roll With The Punches”, “18 Til I Die”, “Please Forgive Me” dan seterusnya. Dan setelah itu kembali bermain gitar akustik, kemudian bass di lagu lainnya. Sesuai kebutuhan lagunya.
Di tengah konser, Bryan sempat menyapa penonton dan mengungkapkan kebingungannya memilih lagu mana saja yang akan dinyanyikan.
“Terlalu banyak lagu yang harus kami pilih,” cetusnya.

Robin Hood
Dari segi produksi, suguhan konser Bryan Adams termasuk sederhana untuk artis sekaliber musisi, penulis lagu dan produser yang telah berada di level legendaris tersebut.
Hanya dilengkapi tiga layar LED di latar dan sayap kiri-kanan panggung serta dua balon udara berbentuk sarung tinju dan mobil yang terbang di atas penonton area festival.
Tidak terlalu mewah, namun mampu menyuguhkan pertunjukan yang spektakuler. Ditunjang oleh tata lampu dan suara yang bagus, penampilan prima penyanyi berusia 66 tahun tersebut, dan ketiga rekannya adalah faktor utama yang menciptakan malam spesial yang tak terlupakan.
Kualitas suara Bryan tidak kendur hingga akhir konser, serta aksi atraktif ketiga rekan bandnya. Khususnya Keith Scott, gitaris berusia 71 tahun yang telah memperkuat formasi band pengiring Bryan sejak 1981 silam.
Usia hanyalah angka, karena Keith masih begitu energik dan cadas. Bahkan ia beberapa kali maju ke depan, ke lidah panggung saat mendapat giliran memainkan solo di gitarnya.

Demikian halnya dengan Pat Stewart, dramer berusia 63 tahun yang gebukannya bertenaga stabil menjaga tempo lagu. Tak ketinggalan, Gary Breit, kibordis berusia 65 tahun yang juga tampil ‘all out’.
Dari 16 album dalam katalog karyanya, Bryan Adams menggeber hampir semua lagu hit-nya, terutama dari era dekade ’80-an dan ’90-an.
Dari yang rock energik macam “Summer of ‘69” hingga yang kalem emosional, “Heaven” – yang sayangnya disuguhkan dengan aransemen berbeda – serta “(Everything I Do) I Do It For You”.
Judul yang terakhir disebut melejit setelah menjadi lagu tema film Robin Hood: Prince of Thieves (1991), dan menjadi salah satu lagu terlaris Bryan, yang pernah menduduki peringkat teratas di 19 negara di dunia.
Suara serak khas Bryan dan lirik lagu-lagunya yang emosional mampu membius penonton malam itu. Tapi salah satu ‘highlight’ konser malam itu tidak selalu terjadi pada lagu populer.
Contohnya ketika lagu “You Belong To Me” yang berkontur rockabilly dimainkan, Bryan mengajak penonon berdansa. Dan serunya lagi, ia juga menggaet kru kamera naik ke atas panggung untuk menyoroti penonton yang dansanya paling heboh dan menampilkan videonya ke layar LED latar panggung.
Cukup banyak aksi dansa kocak penonton yang tertangkap kamera, yang memancing gelak tawa di sepanjang lagu tersebut.
Setelah menggeber 27 lagu, Bryan dan ketiga rekannya pamit ke penonton. Tapi beberapa detik kemudian, teriakan ‘we want more…’ pun menggema di ruangan konser.
Dengan gerak-gerik jenaka, ketiga rekannya tetap melangkah ke balik panggung, meninggalkan Bryan yang masih berdiri sendirian di panggung. Bisa ditebak, sang penyanyi pun akhirnya menjawab permintaan penonton.
Ia memungut sebuah gitar akustik lalu melantunkan “All For Love”, rilisan yang dipopulerkan Bryan pada 16 November 1993 silam, berkolaborasi dengan dua legenda rock lainnya, Sting dan Rod Stewart.
Lagu penutup yang mengundang koor massal yang indah dan tak terlupakan. What a legend!
Konser Ketiga
Sebelum mampir ke Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, tur promosi album teranyar Bryan Adams, “Roll With The Punches” ini sebelumnya berjalan melalui berbagai kota di Kanada, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan.
“Roll With The Punches” sendiri merupakan album studio ke-16 Bryan yang dirilis pada 29 Agustus 2025 lalu melalui Bad Records, label rekaman miliknya sendiri.
Konser yang juga turut dimeriahkan oleh penampilan dua penyanyi solo Indonesia, Ari Lasso dan Rony Parulian tersebut, merupakan kedatangan Bryan yang ketiga kalinya di Jakarta.
Sebelumnya, ia pernah menggelar konser di Hilton Convention Center, Senayan pada 29 Desember 1993 dan di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place, SCBD pada 6 Januari 2017. (Bimo D. Samyayogi/MK04)
Daftar lagu yang ditampilkan:
- Can’t Stop This Thing We Started
- Straight From the Heart
- Kick Ass
- Run to You
- Somebody
- Roll With the Punches
- Do I Have to Say the Words?
- 18 til I Die
- Please Forgive Me
- It’s Only Love
- Shine a Light
- Heaven
- Never Ever Let You Go
- This Time
- Heat of the Night
- Make Up Your Mind
- You Belong to Me
- Have You Ever Really Loved a Woman?
- So Happy It Hurts
- Will We Ever Be Friends Again
- I Finally Found Someone
- Here I Am
- The Only Thing That Looks Good on Me Is You
- (Everything I Do) I Do It for You
- Back to You
- Summer of ’69
- Cuts Like a Knife
- All for Love