KRAKEN: Lebih Berani dan Lebih Tajam

Usai lewati masa lima tahun peracikan album barunya, kini Kraken siap melepasnya ke khalayak metal, yang didahului dengan “Kalam Menikam”.
kraken
KRAKEN

Kraken dengan resmi melepas lagu rilisan tunggal terbarunya tersebut pada 15 Februari 2026 lalu.

Merupakan bagian dari album kedua mereka, bertajuk “Kaliyuga” yang sekaligus menandai fase lanjutan perjalanan musikal band bentukan 6 Juni 2016 silam tersebut.

“Kalam Menikam” sendiri mengangkat tema perjuangan keluar dari penderitaan, tekanan dan keterkungkungan yang membungkam ruang gerak.

Sebuah lagu yang merefleksikan kondisi seseorang yang berada di titik terendah akibat situasi yang menekan serta pandangan negatif dari sekitar, namun memilih bangkit dan memperkuat diri.

“Liriknya lahir dari keresahan pribadi dan refleksi terhadap situasi sekitar, jadi secara emosional memang cukup intens, nggak dibuat-buat, lebih ke luapan yang jujur,” tutur unit metal asal Bogor, Jawa Barat ini kepada MUSIKERAS meyakinkan.

Sementara di keseluruhan album “Kaliyuga”, dikonsep lebih matang dan lebih konseptual dibanding karya rekaman Kraken sebelumnya.

“Tema besarnya banyak ngomongin soal kekacauan zaman, degradasi moral, dan sisi gelap manusia.”

Melalui lirik yang lugas dan energi musik yang agresif, Kraken yang digerakkan formasi vokalis Robby Permana Rasyid (Borie), gitaris Arie Sayogi dan Firdi Nodiansyah, bassis Hilman Septian Eka Chandra serta dramer Fahmi Afrizal Dwi Chandra ini menekankan pesan tentang ketahanan mental dan daya juang.

Tekanan yang terus datang justru digambarkan sebagai proses pembentukan kekuatan, dimana api semangat tetap terjaga dan tidak mudah padam.

“Kalam Menikam” ditujukan bagi pendengar yang pernah merasa diremehkan, dijatuhkan atau tertekan oleh keadaan.

Melalui lagu tersebut, Kraken menyampaikan pesan bahwa kekuatan mental dapat dibangun dari situasi paling sulit sekalipun.

kraken

Atmosfer, Agresif

Proses awal penggarapan “Kalam Menikam” dimulai dari satu riff dasar yang terasa agresif bagi Kraken. Lalu semakin lama, semakin terbentuk menjadi struktur lagu yang lebih kompleks.

“Kami banyak bongkar pasang part sampai nemu flow yang paling pas sampai pada sesi jamming kecil di studio latihan.”

Tahapan produksi rekamannya menghabiskan waktu selama kurang lebih lima tahun. Termasuk fase tracking hingga penataan suara hasil rekaman (mixing).

Mereka merekamnya di Rocky Music Studio, sementara proses mixing dan mastering dieksekusi di Tone Better Soundlab.

“Prosesnya cukup detail. Terutama di bagian gitar dan vokal, karena kami pengen karakter ‘tajam’ dari lagu ini benar-benar terasa dan nggak setengah-setengah.”

Secara musikal, “Kalam Menikam” cukup mewakili konsep yang diterapkan secara keseluruhan di album “Kaliyuga”. Lebih berani dalam peracikan aransemen, dan lebih tajam di lini lirik.

Mereka menyebut, kali ini bermain di wilayah metal agresif, tapi tetap punya atmosfer, jadi tidak sekadar menghajar dari awal sampai akhir.

“Kami juga lebih eksplor tempo, layering gitar, sampai karakter vokal. Ada dinamika dan ruang buat emosi berkembang, Kami coba gabungin riff berat dengan ambience yang bikin suasananya makin dalam.”

Dibanding karya sebelumnya, khususnya di album debut “Circle of Life” (6 Juni 2019), Kraken juga banyak menyerap referensi, yang datang dari berbagai sub-genre metal.

“Tapi pada akhirnya referensi cuma jadi pondasi, selebihnya tetap kami bentuk menjadi karakter khas Kraken,” cetus Kraken diplomatis.

Album “Kaliyuga” yang bakal memuat 10 amunisi lagu direncanakan sudah bisa diperdengarkan ke khalayak metal pada 24 Maret 2026 mendatang.

“Sejauh ini, persiapannya sudah rampung 100%, tinggal masalah publishing. Kami pengen semuanya benar-benar siap sebelum dilepas, karena album ini bisa dibilang jadi representasi paling jujur dari fase Kraken saat ini.”

Saksikan video lirik “Kalam Menikam” di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.