FORNICATION: Buka Gerbang “Birai Delirium”

Sebagai langkah pemanasan sebelum merasakan keberingasan album debut berjudul “Birai Delirium”, Fornication rilis sisi gelap yang menjadi menu pembuka.
fornication
FORNICATION

Fornication terakhir kali memperdengarkan karyanya pada 6 Juni 2023 lalu melalui sebuah rilisan bertajuk “Deformity : Demo II” yang memuat dua buah lagu, yakni “Pusara Primata” dan “Tersier Hipotesis”.

Kini, melanjutkan eksistensi geberan death metal yang dianut unit keras asal Yogyakarta bentukan 2016 silam ini, mereka meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “Suaka Samsara”.

Karya tersebut merupakan langkah pemanasan sebelum merasakan keberingasan album debut bertitel “Birai Delirium” yang telah dicanangkan bakal meluncur ke berbagai platform digital tahun ini juga.

Di tema liriknya, “Suaka Samsara” sendiri mengeksplorasi sisi gelap manusia, dimana penguasa mengeksploitasi otoritas untuk mempertahankan dominasi mereka dan mengumpulkan kekayaan.

Di balik tabir kebijakan publik terdapat berbagai bentuk manipulasi sistemik, yang melanggengkan siklus penderitaan, ketidaksetaraan dan keterasingan.

“Suaka Samsara” merupakan refleksi tentang mekanisme kekuasaan tersembunyi yang terus membentuk dan mendistorsi kondisi manusia.

Proses kreatif peracikan “Suaka Samsara” dimulai oleh vokalis Taufik Noor Nugroho, gitaris Fidika Arif Kurniawan, bassis Adlan Barizzufaruddin serta dramer Gilang Hardjuna Wibowo sejak akhir 2025 lalu.

Lalu dilanjutkan dengan tahapan pemolesan mixing dan mastering yang dipercayakan kepada Hendika Dwi P. (dramer di band Alceena Inside dan Death Artery) dari Endless Gruesome Studio.

Tapi kepada MUSIKERAS, Fornication mengungkap proses produksi perampungan akhir tidak terlalu berjalan mulus lantaran adanya personel yang beda domisili.

Untungnya, sebelumnya semua instrumen musik sudah direkam di saat semua personel satu domisili, pada awal 2025. Baru pada awal 2026 sang dramer harus berangkat ke Bali untuk urusan pekerjaan sehingga eksekusi persiapan perilisan terpaksa didiskusikan secara daring saja.

“Mulai dari konsep video hingga ide cerita ‘Suaka Samsara’ dirundingkan melalui daring grup WhatsApp yang intens. Lalu dieksekusi proses penggarapan video musik saat jadwal yang tepat di Jogja, awal Maret lalu,” urai pihak band.

fornication

Black Death

Baik di “Suaka Samsara” maupun keseluruhan materi “Birai Delirium” dituturkan Fornication menerapkan gabungan sisi modern dari metalcore yang bernuansa gelap dengan kebrutalan death metal.

Komposisinya dipadati terapan teknik traditional blast dengan selipan riff gitar cepat dan groove yang padat membuat intensitas lagu ini sangat menantang.

“Di tengah era derasnya death metal slam dan brutal death metal, Fornication membawa semangat death metal yang fresh dengan sound lebar dan modern,” cetus mereka meyakinkan.

Terapannya, bisa didengarkan di “Suaka Samsara” yang dipenuhi isian riff yang cepat dan kompleks, lalu dengan solo gitar yang melodius namun tetap mempertahankan kebrutalan yang tinggi.

Lalu dipadukan pula dengan bantingan breakdown yang memberikan fondasi musik yang menghancurkan.

“Isian dram penuh dengan teknik blastbeat yang sangat cepat dan pukulan dobel pedal yang konstan yang menambah intensitas musik yang menantang.”

Raungan instrumentasi pemacu jantung itu lantas disempurnakan geraman vokal dengan teknik growl yang berat dengan isian lirik (mengenai) sisi gelap manusia, seperti keserakahan, kepentingan kaum elit, kerusakan lingkungan, korupsi hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Tema itu pula yang menjadi garis besar konsep album “Birai Delirium” mendatang.

Sementara aransemen musiknya sedikit banyak terpengaruh oleh band-band mancanegara macam Hour Of Penance, Hideous Divinity, Aborted, Fit For An Autopsy hingga Ingested, plus sisipan elemen black death yang terinspirasi Behemoth.

Sejauh ini, persiapan perilisan album“Birai Delirium” sudah mencapai 85% dari keseluruhan tahapan produksi. Semua isian instrumen sudah terekam dengan baik.

Hanya menyisakan beberapa lirik serta isian vokal yang perlu revisi dengan pertimbangan agar lebih mudah saat dibawakan di panggung.

Jika tidak ada perubahan rencana, “Birai Delirium” yang bakal disesaki total 10 lagu ditargetkan rilis pada 26 Desember 2026 mendatang.

Sejak diproklamirkan kehadirannya di sekna musik cadas Tanah Air, Fornication telah melahirkan beberapa rilisan. Dimulai lewat rilisan lagu demo bertajuk “The Fallen King Is Rising” (26 Februari 2016) dan rilisan tunggal “Sky Burial” (21 September 2021).

Juga ada selipan demo “Trilogy” (5 Mei 2020) yang beramunisikan lagu “Bangsat Moderat” serta “The Fallen”, sebelum melepas “Deformity : Demo II” yang diedarkan dalam format fisik (CD) serta streaming melalui laman Bandcamp.

Selain versi audio di berbagai gerai digital, tonton pula video musik resmi “Suaka Samsara” di tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
getah
Read More

GETAH: Bakal Merilis Piringan Hitam

Setelah puluhan tahun, Getah tetap menjadi kekuatan yang terus berkobar. Bahkan, unit cadas veteran asal Jakarta ini sudah mengantongi sejumlah rencana ambisus.