Tonton Keseruan Listening Party Album Terbaru DEADSQUAD

Sampai saat ini, belum ada penetapan tanggal resmi tentang jadwal perilisan album terbaru Deadsquad yang bakal diberi judul “Catharsis”. Tapi sejak single “Curse of the Black Plague” digelandang ke skena musik cadas Tanah Air pada akhir Oktober 2021 lalu, ekspektasi para metalhead pun terkerek. Single terbaru yang dieksekusi formasi terbaru Deadsquad tersebut ternyata mengejutkan, karena

Lewat Album “Catharsis”, Sambut Era Modern DEADSQUAD

“Gue pengen album yang lebih tight dan lebih ekstrim!” Pernyataan di atas belum lama dilontarkan Stevi Item kepada MUSIKERAS. Tepatnya saat gitaris sekaligus motor penggerak utama unit gahar Deadsquad tersebut baru saja meluncurkan single “Paranoid Skizoid”, Juli 2021 lalu. Walau dalam perjalanannya, mendadak terjadi gejolak di internal ‘Pasukan Mati’ yang memicu pemecatan dan perombakan formasi.

DARKSOVLS: Di Balik Konspirasi Alumni Nakal DEADSQUAD

Isu seru di skena metal Tanah Air berlanjut. Setelah kemunculan BongaBonga yang menghebohkan, kini ada Darksovls. Personelnya nyaris sama. Keduanya diperkuat oleh vokalis Daniel Mardhany Gumulyo, bassis Bonny Sidharta dan gitaris Christopher ‘Coki’ Bollemeyer. Yang berbeda di posisi dramer, yang kali ini diperkuat Andyan ‘Gorust’ Nasary Suryadi (Hellcrust). Ya betul, keempatnya adalah formasi Deadsquad era

Eksklusif: BONGABONGA, ‘Katrok’ dan ‘Gesrek’?

Ternyata, pemecatan sepihak yang dialami vokalis Daniel Mardhany dari unit technical death metal Deadsquad bulan lalu justru menjadi momentum lahirnya sebuah band baru. Ya, seperti yang sudah ramai menjadi perbincangan di skena permetalan Tanah Air, band tersebut bernama BongaBonga dan bahkan sudah melepas single debut bertajuk “Suara Sudra” pada 9 September 2021 lalu. Yoi, namanya

DEADSQUAD: “Slamming Itu Seru!”

Yang dinanti-nanti akhirnya resmi diletupkan. Yeah, Deadsquad telah merilis single terbarunya yang semakin mengerikan. Bertajuk “Paranoid Skizoid”, yang menghujam beringas selama lebih dari tiga menit, heavy dan padat, namun juga sekaligus terdengar lebih ‘ngayun’ dan groovy.   Ya, memang ada yang berbeda di eksekusi konsep musikalitasnya kali ini. Unsur slamming menyelinap di tubuh “Paranoid Skizoid”

DEADSQUAD Lampiaskan Kerinduan Formasi “Horror Vision”

Deadsquad sukses menapaktilasi karir awal mereka melalui konser bertajuk “Horror Vission Reunited 2019” di Bulungan Outdoor, Minggu (10/3) malam. Sesuai janji gitaris sekaligus motor utamanya, Stevi Item, seluruh lagu dalam album debutnya tersebut dibawakan dengan formasi orisinal; Daniel Mardhany (vokal), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny Sidharta (bass), Andyan Gorust (dram) dan Stevi tentunya. Dibuka dengan “Pasukan

Bersiap Rayakan Kengerian DEADSQUAD “Horror Vision”

Minggu, 10 Maret 2019 mendatang, salah satu raksasa extreme death metal Tanah Air, DeadSquad bakal menggetarkan kembali sekujur album “Horror Vision”, karya rekaman fenomenal mereka yang telah memasuki usia satu dekade. Dan yang lebih mengerikan sekaligus sangat istimewa, formasi asli DeadSquad di album debut tersebut; Daniel Mardhany (vokal), Stevi Item (gitar), Coki Bollemeyer (gitar), Bonny

DEADSQUAD dan THE KANDARIVAS Tasbihkan Album Split

Sepulang dari tur Jepang dalam paket “Everloud Japan Vol. 0 & 1” yang berlangsung di El Puente, Yokohama dan Antiknock, Shinjuku pada 8 dan 10 Juni 2018 lalu, salah satu monster technical death metal Tanah Air, Deadsquad langsung menasbihkan perilisan album split bertajuk “3593 Miles of Everloud Musick”, dimana mereka berbagi lahan audio dengan The

Menyaksikan Gerakan Budaya Kaum Militan di “JAKARTA ROCKULTURE”

Apa yang coba diwujudkan di “Jakarta Rockulture: The Headbanger Years”, sebuah event festival yang berlangsung di Hall L3 & L4 Kuningan City Mall, Jakarta, semalam, adalah mencoba menghadirkan nostalgia keseruan skena rock dan metal yang lebih terfokus pada era ‘80an hingga pertengahan ‘90an. Pihak penyelenggara pun mengemas dekorasi venue dengan atribut-atribut yang terkait dengan niat

“JAKARTA ROCKULTURE” Menapaktilas Keseruan Skena Rock/Metal Era ‘80an

Musik rock di Jakarta telah menciptakan skena (scene). Sejak era ‘70an hingga menjelang akhir ’80an, remaja di kota metropolitan ini didera demam musik keras yang disebut thrash metal. Sebuah peningkatan gaya bermusik yang dianggap lebih ekstrim dibandingkan heavy metal. Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura yang merupakan produk impor dari belahan dunia

Mencari Penerus Rock Indonesia di “ROCKIN BATTLE”

Sebuah ajang kompetisi band rock yang diklaim terbesar di Indonesia bernama “Supermusic ID Rockin Battle” telah mulai digelindingkan tahun ini. Hadiahnya cukup menggiurkan. Pemenang kompetisi yang akan dinilai oleh para juri – yakni barisan musisi rock papan atas Indonesia seperti Ian Antono (God Bless), Stevi Item (Andra & The Backbone, Deadsquad), Stephan Santoso (Musikimia) dan

Album Ambisius DEADSQUAD Resmi Dirilis

Sepulang dari tur pendek di Jepang, DeadSquad langsung merilis album studio ketiganya, yakni “Tyranation” via M8 Records dan didistribusikan oleh Demajors, pada 20 November 2016 lalu. Namun berbeda dibanding album sebelumnya, kali ini band penggeber technical death metal asal Jakarta tersebut diperkuat formasi yang berbeda. Stevi Item, founder dan gitaris DeadSquad, bersama dramer Andyan Gorust

NTRL, Deadsquad, Seringai hingga Step Forward di “Synchronize Fest 2016”

Berbagai sub-genre musik keras akan mendapatkan wadah pelampiasannya di sebuah pesta musik akbar bernama “Synchronize Fest 2016”. Mulai dari keriuhan rock & roll, punk, industrial rock dan alternative rock/grunge hingga gemuruh heavy metal, hardcore, metalcore, death metal dan grindcore. Mereka akan berbagi panggung dengan aliran-aliran lain, di depan ribuan pengemut musik jenis pop, R&B, folk,