JIVAMAYA: Kisah Nyata di Balik Post-Rock

Pengalaman nyata menuntun Jivamaya untuk meneguhkan niat mewujudkan karya lagu rilisan tunggal debutnya, dan keluar dari zona nyaman.
jivamaya
JIVAMAYA

Jivamaya yang berdomisili di Lampung hadir untuk ikut meriuhkan jagat industri musik Indonesia, khususnya di ranah rock modern.

Lewat peluncuran lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Terang Benderang”, band ini menggelorakan sebuah konsep musikal yang mereka sebut post-rock.

Formula yang diberi suntikan elemen sampler sound yang unik namun masih mudah dicerna pendengar umum.

Tema lirik “Terang Benderang” sendiri bercerita tentang perjalanan dan perjuangan seseorang menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Ia harus berperang dengan hatinya tentang sebuah keyakinan dan ketakutan, dengan melawan egonya yang mencoba mengatur takdirnya sendiri.

Banyak cobaan dan rintangan yang dilaluinya, bahkan dengan kehilangan dan kesedihan yang dialami berulang kali. Akhirnya dia putuskan untuk berubah serta memperbaiki dan mendekatkan diri kepada Tuhan untuk mencari kebahagian yang hakiki.

Kisah itu sendiri, merupakan pengalaman nyata dari salah satu personel Jivamaya, yakni gitaris Ibni Mualim yang telah berpulang ke pangkuan Ilahi dua bulan sebelum “Terang Benderang” dirilis.

Lalu tiga personel yang tersisa, yakni vokalis Lamria Stefani, gitaris David Harjono Tamin serta bassis Arie ‘Durent’ Chaeriyanto sepakat untuk melanjutkan warisan Ibni, dengan tetap merilis lagu perdana mereka itu.

Disamping itu, ada alasan lain yang menguatkan. “Karena kami sama-sama pengen punya band rock yang kami semua sama-sama suka, baik dari segi lirik maupun musik,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS.

Lewat lirik ‘Jangan takut dengan gelapnya malam, pagi pasti datang’, “Terang Benderang” dihadirkan sebagai anthem bagi siapa saja yang belum mau menyerah pada mimpinya.

jivamaya

Zona Nyaman

Jivamaya berusaha menampilkan formula yang fresh di komposisi “Terang Benderang”. Mereka menuangkan notasi dan lirik yang kekinian dengan balutan rock modern, namun dengan aransemen yang dibuat secara lepas.

“Kami berusaha menonjolkan dan meramu seluruh instrumen musik yang kami rasa nyaman untuk didengarkan. Kami berempat bagi-bagi tugas,” ujar David yang dipercaya sebagai music director di rekaman “Terang Benderang”.

“Karena sedikit banyak waktu saya memang saya habiskan di studio rekaman. Jadi saya mengarahkan musiknya agar karakter dan warna Jivamaya kuat.”

“Tentu dengan berbagai macam kendala dalam produksi karena keterbatasan kami dan berusaha keluar dari zona nyaman. Untungnya kami saling menguatkan dan menyempurnakan.”

Dari segi musikal, Jivamaya melebur berbagai pengaruh dan inspirasi dari masing-masing personel. Dan menurut mereka, kebetulan band-band yang mereka suka banyak kemiripan.

“Kebanyakan dari band era awal 2000an seperti Saosin dan Bring Me the Horizon.”

Formula itu, rencananya juga bakal diterapkan di karya-karya rekaman berikutnya. “Kami mengusung genre post rock dengan banyak unsur elektronik. Berikutnya, mungkin lebih clean di vocal session dari yang biasanya banyak (teknik) scream.”

Sambil menjalani promosi “Terang Benderang”, Jivamaya juga telah menyiapkan lagu-lagu berikutnya, yang bakal menjadi materi amunisi untuk album mini (EP) debut mereka nanti.

Jivamaya berharap, “Terang Benderang” yang direkam di Freakguitar Studio – termasuk untuk pemolesan mixing dan mastering – bisa mendapatkan tempat tersendiri di hati penikmat musik Indonesia.

Mereka bertekad selalu produktif berkarya sebagai salah satu cara mereka menunjukkan eksistensi serta eksplorasi.

“Kami percaya ‘Terang Benderang’ bisa menyentuh hati orang lain tentang apa yang kami pikirkan, apa yang kami rasakan atau apa yang ingin kami sampaikan,” ucap Durent berharap.

“Kami suka bercerita lewat lagu tentang apapun itu, dan rasanya senang aja jika nanti melihat banyak orang bisa menikmati dan menyukai karya kami.”

Sejak 26 Juni 2026 lalu, video musik “Terang Benderang” bisa ditonton di tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
japa mantra
Read More

JAPA MANTRA: Rapalkan Mantra Rock Indonesia

Atas keinginan menghidupkan jiwa rock klasik, Japa Mantra rilis album debut “Mantra I” yang rangkum kontradiksi kehidupan dalam distorsi era 70-80-an.