Pitfall memutuskan kembali ke permukaan, usai menjalani masa hibernasi selama kurang lebih 12 tahun. Unit metalcore lawas dari Bandung, Jawa Barat ini menandainya dengan melepas karya rekaman terbaru.
Berformat maxi-single bertajuk “Selepas Badai” dan “Samsara”, dimana mereka membawa energi dan perspektif baru. Dirilis melalui Disaster Records dalam bentuk kaset pita dan produk merchandise.
Bukan sekadar nostalgia atau usaha untuk mengulang masa lalu. Kembalinya Pitfall lewat maxi-single ini menjadi representasi dari sebuah perjalanan panjang.
Tentang waktu yang berlalu, perubahan, kehilangan, pertarungan personal serta keberanian untuk kembali berdiri setelah badai.
“Selepas Badai” membawa refleksi tentang apa yang tersisa setelah sebuah kehancuran. Berbicara soal proses menghadapi luka, menerima konsekuensi dan menemukan kembali alasan untuk terus berjalan.
Di lagu ini, Pitfall juga mengajak Andika Surya (Collapse, Alice) untuk mengisi departemen vokal.
Sementara “Samsara” merupakan komposisi instrumental yang bergerak lebih dalam. Menggambarkan siklus kehidupan, pengulangan serta pergulatan manusia dalam menghadapi lingkaran yang seolah tak pernah berakhir.
Kedua lagu tersebut menjadi satu kesatuan yang menggambarkan posisi Pitfall hari ini: sebuah band yang kembali setelah perjalanan panjang, membawa pengalaman lama namun lewat sudut pandang baru.

Era Milenium
Energi penciptaan “Selepas Badai” dan “Samsara” mulai menggeliat ketika sebuah penampilan reuni dilakukan Pitfall pada Januari 2026 lalu.
Di acara bertitel Bastard x Bleach tersebut, band ini hanya diperkuat dua personel aslinya, plus dukungan beberapa musisi baru.
Mereka adalah vokalis Luckyta Akbar, gitaris Bintang Rizky Lazuardy, Okky Nugraha, Muhamad Luthfy Ghifary, bassis Mochamad Reza dan drumer Richard F.L Mutter (Oktav).
Formasi terakhir inilah yang lantas sepakat untuk kembali berproses, melanjutkan guliran karier Pitfall. “Selepas Badai” adalah lagu pertama yang mereka tulis, diaransemen dan diproses.
Proses pembuatan materi dari ide kreatif, post production sampai dengan mastering membutuhkan waktu selama kurang lebih 4-5 bulan. Rekamannya sendiri dieksekusi di Torture Chamber Studio dan Re-Built 40124.
“Sebenarnya, tantangan utama adalah menyamakan persepsi konsep bermusik antara generasi baru dan lama,” ucap pihak band kepada MUSIKERAS, tentang penyatuan rasa dari para personelnya.
Selain itu, juga bagaimana pada akhirnya karya yang mereka hasilkan dapat diterima di telinga pendengar lama dan baru. Seolah-olah karya tersebut sebagai jembatan lintas generasi bagi pendengar.
“Pada akhirnya konsep komposisi musik melalui medium penghayatan rasa yang cocok untuk menyatukan antara band ke pendengar.”
Sementara dari segi musikal, formasi terbaru Pitfall ini mencoba memunculkan kembali nuansa metalcore era milenium.
Namun, dengan penggabungan agresivitas dan juga penghayatan yang lebih valid untuk zaman sekarang.
“Yup, yang berbeda adalah unsur energi yang timbul dan dikemas dalam sebuah aransemen musik yang dapat mudah dipahami, dihayati dan dirasakan oleh pendengar dari generasi lama hingga saat ini,” cetus mereka.
“Dan juga, kami mencoba mengikuti untuk open mind dengan pergerakan musik saat ini yang benar-benar jauh berbeda dalam urusan pengemasan musik, promo serta juga manajerialnya.”
Dalam peracikan komposisi serta aransemen lagunya, Pitfall juga mencoba membuat parimeter yang tepat dan pas untuk di telinga pendengar. Mereka mencoba menarik sisi agresivitas dari beberapa band metalcore era 2000-an sampai hari ini.
“Untuk sisi penghayatan rasa, kami mencoba memunculkan beberapa elemen musik post-rock atau pun ambience music.”
“Sedangkan pengaruh band saat ini hanya sebatas dari cara kami dalam mengumpulkan ide kreatif, meramu aransemen hingga proses rekaman dan pengemasannya saja.”
Karya maxi-single Pitfall ini bukan sekadar rilisan lepasan. “Selepas Badai” dan “Samsara” sekaligus menjadi jembatan menuju album mini (EP) yang memang sudah disiapkan sejak awal.
Sebuah rangkaian, yang menurut mereka telah dipeta-petakan dalam beberapa babak pengemasan. Dari mulai maxi single, video musik, lalu EP dan satu video musik yang akan hadir setelah perilisan EP.
“Dijadwalkan akan rilis awal Oktober nanti via Disaster Records dan Futura Records.”
Dengan kembalinya Pitfall yang dibentuk pada 1997 silam, Disaster Records membuka kembali satu bab yang sempat tertutup selama 12 tahun. Bukan untuk mengulang cerita lama, tetapi untuk melanjutkan ceirta yang sempat terhenti.
“This is not a reunion. This is a continuation.”
Sejak 13 September 2026 lalu, video musik “Selepas Badai” bisa ditonton via kanal YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)