DIFFICULT AND HARD: Kebangkitan Emosi dan Energi

Dengan formasi segar dan semangat baru, Difficult and Hard akhirnya kembali menggasak arena musik keras Tanah Air lewat “Catastrophic”.
difficult

Difficult and Hard telah meniupkan angin segar bagi para pemuja hardcore dan metal di skena musik keras Tanah Air di album terbarunya, “Catastrophic”. Khususnya di wilayah Malang, Jawa Timur. 

Bisa dibilang cukup dinanti, lantaran band bentukan 2006 silam ini absen merilis karya rekaman sejak sembilan tahun lalu. Mereka terakhir kali meletupkan album mini (EP) berjudul “The Endways of Undying” pada 31 Januari 2016 silam.

Menurut vokalis Bagus Wahyudi (Bagus), gitaris Prasetyo Efendi (Prast) dan Aldista Kurniawan (Dista), dramer Muhammad Ikhsan (Ikhsan) serta bassis Briantono Putra (Brian), “Catastrophic” adalah sebuah perjalanan sonik.

Tema lirik yang dimuntahkan menggambarkan kondisi manusia dalam menghadapi kehancuran yang mereka buat sendiri dan bagaimana mereka bangkit dari reruntuhan. 

“‘Catastrophic’ kami pilih sebagai judul karena kami melihat bahwa kondisi dunia yang berangsur rusak dan hancur akibat ulah manusia sendiri. Dalam album ini kami juga menyelipkan harapan kebangkitan manusia setelah menghadapi kerusakan tersebut,” ujar Bagus, yang menulis lagu-lagunya bersama Dista dan Brian.

Proses rekaman “Catastrophic” dimulai sejak 2024, dimana seluruh personel menghabiskan waktu di Scorpio Studio untuk menangkap energi mentah dari musik mereka. 

Selama menjalani prosesnya, ada bantuan dari Prasetyo yang bertindak sebagai produser, mengarahkan visi artistik agar tetap tajam dan autentik. Juga dari Yasa Wijaya, yang bertanggung jawab sebagai perekam sekaligus menangani proses mixing dan mastering, memastikan setiap detail terdengar optimal. 

Difficult and Hard masih kental menonjolkan konsep musik yang mengedepankan riff bertempo lambat plus pola yang mengarah pada kombinasi elemen hardcore dengan unsur metal khas era 1990-an.

Pengaruh band-band seperti Earth Crisis, Unbroken, Harvest, Breath Of Despair dan Stupid Rascal sangat kental merasuki musik mereka di album “Catastrophic” ini. 

difficult

Kepada MUSIKERAS, Difficult and Hard menegaskan hal itu. “Kami terpengaruh oleh band-band hardcore new school era 90-an, tidak hanya di album ini, tapi juga album sebelumnya.” 

Juga bisa dibilang, saat meracik komposisi serta aransemen lagu-lagu di album “Catasthropic”, mereka sebenarnya melakukan pengembangan dari EP “The Endways of Undying”.

“Kami menonjolkan komposisi sound yang lebih padat dan rapat.”

Setiap lagu dalam album barunya ini menggambarkan ledakan energi yang baru dan masih liar sebagai manifestasi observasi pihak band terhadap keadaan dunia dan manusia saat ini.

“Dengan otak baru dan format yang segar, kami mempersembahkan ‘Catastrophic’ sebagai manifestasi dari segala emosi dan energi yang telah kami bangun selama ini. Ini bukan hanya musik, ini adalah pengalaman,” seru Pras meyakinkan.

Tapi dari sembilan lagu yang disuguhkan di album, para personel Difficult and Hard menyebut ada dua lagu yang cukup menantang secara teknis saat mengeksekusi rekamannya. Tepatnya di lagu “335 Bullets” dan “A Deity of al-llah”.

“Alasannya karena cukup lama mencari karakter clean sound dan memadukan perpindahan riff sound dari clean guitar ke high gain ketika proses mixing dan mastering.”

Difficult And Hard dibentuk pada akhir 2006 silam. Filosofi di balik pemilihan namanya, adalah merupakan cerminan realitas kehidupan dan apresiasi untuk kehidupan yang begitu sulit dan terlalu keras di dunia yang mereka diami.

Seiring perkembangan dalam skena hardcore dan konflik kehidupan, tema wacana ‘difficult and hard’ yaitu sulit dan keras penuh tantangan sangat tersirat di dalam konstruksi lirik mereka.

Album “Catastrophic” kini telah tersedia di berbagai platform digital, sejak 10 Maret 2025. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.