BOLD ECHOES: Mathcore atau Chaotic Hardcore?

Pendatang belia di skena musik ekstrem, Bold Echoes langsung meluncurkan dua komposisi lagu yang sarat kekacauan, namun dibalut harmoni.
bold echoes
BOLD ECHOES

Bold Echoes, memaku pertanyaan yang tak pernah usai, yakni beberapa jalan diciptakan oleh pilihan, yang lain digariskan oleh sesuatu yang tak terlihat, ke dinding keras realitas lewat paket rilisan dua lagu; “…And You Will Know Us by the Trail of Fate” dan “All the Words That You Never Said”.

Atau disingkat “AYWKUBTTOF//ATWTYNS”.

Unit chaotic hardcore/mathcore asal Malang, Jawa Timur yang lahir di antara kepadatan skena bawah tanah yang bising dan padat keringat ini, menggabungkan amarah mentah chaotic hardcore dengan presisi teknis ketukan-ketukan yang mengganjal.

Bold Echoes meramu musik seperti badai yang tak tahu ke mana akan mendarat: agak acak, tapi juga tak memberi ruang untuk berlindung.

“…And You Will Know Us by the Trail of Fate” sendiri mereka sebut sebagai ledakan eksistensial yang mempertanyakan garis batas antara kebebasan dan takdir.

Di dalamnya, riff patah dan teriakan berlapis mengiringi dilema: apakah hidup hanyalah papan catur, atau ada cara untuk membalik papan itu dan menulis ulang permainan? Liriknya merangkai benturan antara pasrah dan perlawanan, menyalakan cahaya di lorong sempit yang diapit ketidakjelasan.

Di sisi lain, “All the Words That You Never Said” mencoba menusuk ke dalam sebuah konfrontasi terhadap janji-janji yang runtuh dan keyakinan hati yang retak.

Pesan itu dikobarkan lewat racikan atmosfer tebal dalam riff yang berliku dan setiap hentakan drum yang menggebrak layaknya palu memecah ilusi dan delusi.

Sebuah panggilan kepada bayangan-bayangan di balik tirai langit yang sering dipandang, menuntut jawaban dari entitas yang mungkin tak pernah berniat menjawab. Atau mungkin memang tidak ada jawabannya?

Perilisan ini bukan sekadar tanda eksistensi, melainkan manifesto sonik: Bold Echoes ada untuk mengguncang fondasi, menantang isi hati, dan menuntun pendengar ke ruang dimana harmoni adalah sebuah elemen yang hampir nihil ditemukan.

Kedua lagu Bold Echoes tersebut ditujukan bagi mereka yang berani untuk tenggelam ke dalam ruang, dimana tidak ada jawaban yang nyaman. Karena terkadang kita harus membuang jauh-jauh segala ‘isi esensi’ dalam hidup kita dan hanya perlu sekadar menikmati harmoni kekacauannya.

Ambisi Album

Ya! Ada harmoni dalam tiap kekacauan, itulah gema musik Bold Echoes.

“Konsep musik kami, sejak awal memang sudah berniat membentuk band hardcore, namun lebih spesifik ke sub-genre mathcore atau chaotic hardcore,” seru Bold Echoes kepada MUSIKERAS, kembali menegaskan visi musikalnya.

Namun, lanjut pihak Bold Echoes lagi, mereka juga ingin walaupun memainkan riff-riff dengan ketukan ganjil dan chaotic, tapi tetap memberi harmoni-harmoni dari vokal clean yang enak didengar.

“Karena kami memang menganggapnya, sekarang sudah jarang band demikian di lingkungan kami. Utamanya di Malang,” ujar mereka lagi.

Untuk peracikan komposisi serta aransemennya sendiri, vokalis Andrean Giovanni, gitaris Hisyam Putra dan Gaung Abadi serta dramer Zuhair Damar menyimak cukup banyak referensi, sebagai sumber inspirasi.

bold echoes

Antara lain dari band-band mancanegara seperti The Dillinger Escape Plan, Every Time I Die, Converge dan Thoughtcrimes. Namun dalam beberapa bagian riff tertentu, mereka juga mengambil insipirasi dari band seperti Vein dan Better Lovers.

“Kalau untuk clean vocal banyak terinspirasi Helmet dan Stone Sour. Walaupun jika ditengok band-band referensi utama yang kami sebutkan tadi juga kebanyakan memiliki clean vocal parts. Balik lagi, mungkin karena konsepnya memang demikian.”

Saat menjalani proses kreatif penggarapan karya maxi-single tersebut, para personel Bold Echoes menyebut prosesnya terbilang sederhana. Alasannya, karena musiknya direkam di Ambisi Studio, fasilitas studio rumahan milik mereka sendiri.

Lagu pertama “…And You Will Know Us by The Trail of Fate” sudah berwujud demo sejak Januari lalu. Tapi lagu kedua, “All The Words That You Never Said” baru rampung sekitar April. Itu pun masih sempat terjadi perdebatan materi mana saja yang akan dipublikasikan.

“Karena awalnya kami hendak merilis tiga lagu, namun akhirnya diputuskan dua saja. Proses yang lama lebih ke perekaman vokal dan proses mixingmastering, karena kami lempar ke studio rekaman lain, yaitu di Sykoloud Records.”

Kini, sambil mempromosikan “…And You Will Know Us by The Trail of Fate” dan “All The Words That You Never Said”, Bold Echoes terus menggenjot pengumpulan materi lagu-lagu berikutnya.

Sejauh ini belum ada keputusan apakah nantinya akan dirilis dalam format album mini (EP) atau album penuh. Tapi yang jelas, mereka mengaku sangat produktif dalam menciptakan lagu-lagu baru saat ini. Walaupun masih dalam kondisi mentah.

“Hingga sekarang, total materi yang sudah fix beserta vokalnya sudah ada lima (lagu). Akan tetapi, untuk materi yang masih berupa musik saja ada sekitar tujuh,” urai mereka memberi bocoran.

Sejak 8 Agustus 2025 lalu, “AYWKUBTTOF//ATWTYNS” sudah bisa didengarkan via tautan kanal Bandcamp ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.