HUNJAM: Pukulan Primal yang Tajam, Penuh Keyakinan

Formula hibrida death metal, grindcore dan hardcore-punk kembali disemburkan Hunjam lewat album mini (EP) terbaru, “Birama Sirna Mala”.
hunjam
HUNJAM

Hunjam yang terbentuk pada awal 2022 lalu mengeksekusi konsep itu dengan menerapkan kombinasi rapalan lirik bertema kontemplasi, keresahan eksistensial serta kritik sosial-kultural.

“Birama Sirna Mala” adalah pernyataan awal yang menegaskan visi kreatif band asal Malang, Jawa Timur ini.

Sejak awal, hampir seluruh proses penggarapan EP tersebut mereka jalani sendiri, mulai dari rekaman, kinerja visual, sampai pasca produksi. Tantangan bermunculan, tapi di situlah kami menemukan ruang bermain terbaik.

Materi album itu sendiri sebenarnya sudah rampung sejak pertengahan 2022 lalu. Tapi merilisnya sedikit demi sedikit justru membawa unit cadas ini ke perjalanan yang lebih kompleks, sekaligus menajamkan arah kreatif menuju EP ini.

Band yang dihuni formasi gitaris Ridho Zerico (Rico), dramer Adi Rakasiwi, vokalis Jihad Al-Ayyubi (Jihadius) dan bassis Dimas Wardhana ini menyebut “Birama Sirna Mala” sebagai sebuah entitas yang mereka beri mandat mengokupasi setiap inci pancaindra siapa pun yang menyimaknya. Juga sebagai pemandu optimisme menghadapi segala ketidakpastian.

Enam gubahan di dalamnya adalah sinkronisasi antara intensitas disiplin death metal, grindcore, dan hardcore-punk dengan intensi kontemplasi, kegelisahan, kritik sosial, hingga kritik terhadap otoritas.

Proses rekaman dibagi dalam dua sesi, berlangsung pada April hingga Juni 2022. Optimasi gitar, bass, dan vokal dieksekusi di studio kamar Lawang dan dram di Monev Studio, Malang. Lalu, finalisasi dikolaborasikan dengan Vamos Studio dan Griffin Studio.

hunjam

Pondasi Ekstrem

Kepada MUSIKERAS, Hunjam menyebut proses kreatif peracikan “Birama Sirna Mala” berangkat dari ide sederhana: mengintegrasikan ragam blast beat dengan riffing-style yang punchy.

Dua elemen itu lantas dikembangkan lebih lanjut sesuai referensi dan selera masing-masing personelnya.

“Bisa dibilang, ini menjadi pondasi yang kami sepakati untuk arah Hunjam di masa mendatang,” ujar pihak band menegaskan.

Di “Birama Sirna Mala”, Hunjam merasa lebih berani mengeksplorasi dan mengadaptasi berbagai aliran musik ekstrem ke dalam aransemennya, sambil tetap menjaga semuanya sederhana dan menyenangkan. “Itulah yang membuat kami berbeda!”

Band ini tidak bisa menjelaskan dari mana saja referensi spesifik yang mempengaruhi peramuan lagu-lagu di EP mereka. Namun dalam rentang waktu menuju workshop hingga sesi rekaman, masing-masing dari mereka terpapar masukan musik yang cukup beragam.

Sebagian sedang intens mendengarkan band-band Swedia seperti Driller Killer, Wolfbrigade, At the Gates, Nasum hingga Implore (Jerman). Di sisi lain, ada yang sedang getol menikmati musik dari band-band asal AS macam Brutal Truth, Misery Index, Phobia hingga Integrity.

“Meskipun begitu, playlist kami pada masa itu jelas memengaruhi setiap tahap yang kami lewati; sedikit-banyak, langsung-tidak langsung.”

Memadupadankan ragam referensi serta selera para personel Hunjam tadi tentu saja mendatangkan konsekuensi. Proses penyusunan struktur lagu menjadi lebih menantang. Khususnya di komposisi lagu yang dijadikan judul EP.

“Setiap lagu dalam ‘Birama Sirna Mala’ punya pendekatan dan tantangannya masing-masing. Namun jika harus memilih, justru trackBirama Sirna Mala’ sendiri yang terasa paling sulit. Bahkan di akhir proses, lagu ini sedikit berubah dari versi draft awal.”

Sebelum “Birama Sirna Mala”, Hunjam sudah lebih dulu melepas tiga lagu rilisan tunggal lewat kanal YouTube, yaitu “Maha Esa Linimasa” (9 Sep 2023), “Kroni Melankoli” (31 Des 2023) serta “Risalah Rindu” (12 Des 2024).

Keseluruhan amunisi di EP “Birama Sirna Mala” dirilis sepenuhnya dalam format digital secara independen sejak 21 September 2025 lalu, yang antara lain bisa diakses di tautan kanal Bandcamp ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts