DLDP: “Kami Padukan Blues Klasik dan Energi Rock Mentah”

Usai vakum beberapa tahun, Dualima Duapuluh (DLDP) kembali menggeliat, luncurkan karya baru, menjelang album mini (EP) debutnya.
dldp

DLDP yang dikibarkan dari Yogyakarta telah memperdengarkan “Diri dan Pilihan”, sebuah lagu patah hati yang dirilis sebagai nomor pemanasan sebelum merilis EP bertajuk “Rustic” bulan depan.

Sejauh ini, segala tetek-bengek persiapan peluncuran EP sudah rampung dan tinggal menunggu tanggal terbaik untuk menetaskannya ke publik.

“Saat ini, proses produksinya telah selesai, dan kami sedang dalam tahap akhir untuk menentukan tanggal rilis resminya. EP ini berisi sejumlah materi yang merepresentasikan perjalanan musikal kami sejauh ini,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Tentang “Diri dan Pilihan” sendiri, merangkum perasaan yang biasanya dialami ketika hubungan romantis telah usai: penyesalan, perenungan, dan penerimaan. Mirip dengan teori Five Stages of Grief oleh Kubler-Ross. Hanya, DLDP tidak memuat emosi amarah di dalam lagu.

Materi “Diri dan Pilihan” sebenarnya merupakan karya yang telah lama diciptakan band ini. Bahkan, beberapa lagu lainnya yang muncul mengekor selanjutnya dalam EP sering dibawakan di setiap kesempatan.

Namun, baru 2024 lalu, band bentukan 2016 silam yang digerakkan trio vokalis/gitaris Alfian Kurnia Ramadhan, bassis Ferdyawan Listanto dan dramer Bayu Murti Agus Saputra ini berhasil menggerakkan sendi-sendi mereka untuk merekam dan mengolahnya menjadi lagu yang bisa didengarkan kapanpun.

“Merupakan lagu yang ditulis oleh bassis kami, Ferdy. Setelah lirik dan kantus firmus (garis besar melodi) dari lagu ini selesai, proses selanjutnya dilanjutkan melalui sesi workshop bersama untuk membahas aransemen musiknya secara kolektif.”

Perjalanan penggarapan “Diri dan Pilihan” diakui DLDP cukup panjang, dan bahkan sempat terhenti dalam waktu yang cukup lama. Baru setelah beberapa tahun, mereka sepakat untuk memprosesnya menjadi sebuah karya utuh dalam format WAV.

“Karena materi dasarnya sudah lama ada, proses rekaman berlangsung cukup cepat. Dimulai dari dram yang dieksekusi di Watchtower Studio milik Bable Sagala dan dioperatori langsung oleh beliau. Hari-hari berikutnya dilanjutkan dengan rekaman gitar, bass, vokal, dan paduan suara (choir) di CatPaws Lab Studio, di bawah arahan dan teknis dari Yoga Bhakti.”

Secara musikal, “Diri dan Pilihan” tampak melankolis di awal, berlawanan dengan citra di panggung yang mengenakan pakaian serba hitam dan maskulin. Perlahan, musik berubah menjadi alunan rock yang dipadupadankan dengan choir. Lirik yang berisikan memori pahit sebelum akhirnya melapangkan dada untuk berpisah, mengalun beriringan dengan musik.

Secara musikal, “Diri dan Pilihan” memang berangkat dari akar rock dan blues yang dieksplorasi band ini dengan pendekatan emosional dan dinamis.

Mereka – yang sedikit banyak mengambil inspirasi dari Ritchie Kotzen, The Winery Dogs, Dream Theater dan John Scofield – mencoba memadukan struktur blues yang klasik dengan energi rock yang lebih mentah, namun tetap memberi ruang untuk nuansa-nuansa personal yang muncul dari permainan instrumen maupun vokal.

Groove yang organik, riff yang berbicara, serta progresi harmoni yang membangun emosi menjadi fondasi utama lagu tersebut.

dldp

“Yang membuat kami berbeda mungkin terletak pada cara kami memaknai kesederhanaan dalam bentuk yang jujur. Kami tidak berusaha terdengar kompleks secara teknis, tetapi lebih menekankan ke otentisitas rasa, baik dalam penulisan lagu maupun saat membawakannya.”

Selain itu, tambah mereka lagi, ada unsur spontanitas dan keterbukaan dalam proses kreatif DLDP yang memberi warna tersendiri, ditambah latar belakang masing-masing personel yang datang dari spektrum musik yang cukup beragam, menjadikan karakter mereka tidak mudah ditebak.

“Diri dan Pilihan” sudah tersedia di berbagai gerai digital streaming sejak 25 April 2025 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.