COLDHAVEN: Rilis Konsep Metalcore Berbeda di “Evenfall”

Akhirnya Coldhaven meletupkan karya album debutnya, berjudul “Evenfall”, yang menampilkan sound dan visi artistik mereka yang unik.
coldhaven

Coldhaven yang terbentuk pada 2022 lalu dengan cepat memantapkan diri sebagai kekuatan terkemuka di kancah musik Indonesia. Khususnya di ranah modern metal.

Dengan perpaduan ketukan dram yang perkusif, riff gitar yang kuat, suasana pad yang mewah, lirik yang memikat serta teriakan vokal yang dinamis, band ini memberikan sentuhan baru pada paham metalcore yang beresonansi dengan penggemar dari segala usia.

Mereka menawarkan racikan suara yang merupakan gabungan unsur yang dijalin bersama untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang kaya serta mengundang pendengar untuk menjelajahi emosi terdalamnya lewat penceritaan yang beragam cara.

Kini, unit cadas asal Yogyakarta ini dengan bangga mengumumkan perilisan album perdananya, berjudul “Evenfall”, yang menampilkan sound dan visi artistik mereka yang unik.

Disesaki 11 lagu, masing-masing dibuat dengan perhatian cermat terhadap detail dan keinginan untuk terhubung dengan pendengar pada tingkat yang lebih dalam.

Tema “Evenfall” berkisar pada introspeksi dan kompleksitas hubungan manusia, merangkum esensi kehidupan modern dengan cara yang dapat dipahami dan menggugah pikiran.

“(Album) ‘Evenfall’ adalah cerminan perjalanan kami sebagai musisi dan sebagai individu. Setiap lagu membawa sepotong cerita kami. Kami menuangkan hati kami ke dalam album ini dan kami berharap album ini dapat diterima oleh semua orang yang mendengarkan,” tutur pihak band semangat.

Sebenarnya, tutur Coldhaven kepada MUSIKERAS, wacana penggarapan album “Evenfall” sudah muncul sejak lama dan harus melewati proses yang panjang dengan banyaknya penyesuaian . Mulai dari manajemen waktu semua personel hingga jadwal workshop pembuatan dan produksi.

“Jadi untuk proses kreatif pun bisa dibilang agak berbeda dibanding single-single awal dengan materi album ini. Proses pembuatan dari awal produksi hingga mixingmastering memakan waktu hingga satu tahun lebih,” urai mereka, yang merekam produksi keseluruhannya di Polarity Audio, Yogyakarta.

coldhaven

Lalu dari segi musikal, dramer Dwi Joko Yuliyanto, gitaris Wisnu Murti Catur Sasongko, kibordis Ian Anatha dan vokalis Argha Dichandra menginginkan menyuguhkan konsep metalcore dengan tata suara yang cenderung lebih modern. Masih ada porsi tersendiri antara bagian yang keras dan yang lembut.

“Ya lebih dinamis saja sesuai dengan emosi dan pesan yang kami coba sampaikan. Mungkin bagaimana kami mengemas itu semua menjadi sebuah lagu yang dapat dinikmati dan dirasakan dengan musical background kami yang berbeda satu sama lain. Itulah yang menjadikan Coldhaven adalah Coldhaven!”

Kendati demikian, saat meracik komposisi serta aransemen di album “Evenfall”, mereka mempercayakan kepada Ian untuk menggarap konsep dasarnya. Setelah itu baru lanjut tiap personel mengisi bagiannya masing-masing.

“Dengan referensi musik kami yang berbeda satu sama lain serta karakter bermusik masing-masing dari kami juga berbeda, kami rasa itulah yang akhirnya membentuk karakter musik dan ciri khas Coldhaven. Terutama di album ‘Evenfall’ ini,” seru Coldhaven, kembali menegaskan.

Dari 11 lagu yang disuguhkan, tentu saja ada saja momen-momen dimana mereka menemukan tantangan di penggarapannya. Salah satu contohnya di lagu “Velvet Sky” yang harus melewati proses gonta-ganti nada dasar dan susunan aransemen.

“Isian keys dirombak total, soalnya proyeknya udah lumayan lama, jadi ada beberapa plugin atau sound yang sudah nggak terbaca. Isian vokal juga beberapa kali berubah. Ya bener-bener perihal teknis saja.”

Sejauh ini, Coldhaven telah memperdengarkan empat lagu rilisan tunggal, yaitu “Sea Of Memories”, “No Shore”, “Left To Burn” dan “Porcelain Mask”.

Dari lagu-lagu itu, Coldhaven berhasil memupuk pendengar yang cukup tinggi di Amerika Serikat. Untuk itu, mereka bertekad untuk bisa menggelar tur di negeri Paman Sam tersebut serta di wilayah Asia. Tapi di sisi lain, juga berkomitmen untuk melakukan rangkaian tur dan manggung di dalam negeri.

“Evenfall” sudah tersedia di semua platform streaming utama termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube sejak 10 April 2025 lalu. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts