Band metal progresif modern asal Tangerang, Bless the Knights semakin mantap melangkah dengan formasi barunya, yakni duo gitaris Fritz Faraday dan Olgie Alvianus plus dua energi baru, vokalis Abdillah Fadhil dan dramer Opic. Jika tak ada perubahan rencana, keempatnya akan masuk studio rekaman tahun depan untuk menggarap album kedua.

Sementara itu, sebelum mulai masuk studio, Bless the Knights menggenjot frekuensi manggung untuk lebih memperdengarkan namanya di scene metal Tanah Air. Menyambung tur “Release The Beast” yang diadakan setelah merilis album di awal 2016 lalu, mereka lantas kembali melakukan tur. Fritz dan geng menjejakkan kaki di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dimulai dari panggung “Madiun Satu Arah” di Madiun pada akhir November lalu, dilanjutkan di “Strength in Unity” di Mranggen lalu ditutup di “Krass Hammerfest 2” di Kediri, yang sama-sama dihelat pada awal Desember lalu.
Rangkaian tur tersebut juga sekalian menjadi ajang perkenalan formasi baru Bless the Knights. Formasi ini, menurut Fritz – motor utama Bless The Knights – jauh lebih kuat, solid dan berpotensi dibandingkan formasi sebelumnya. Alasannya, karena mereka mempunyai kelebihan dan keunggulan yang tidak dipunyai oleh personel sebelumnya. Kendati demikian, Fritz tetap akan mengembangkan beberapa hal lagi untuk lebih memaksimalkan potensi performanya.
Performa Bless the Knights sendiri – seperti yang tertuang di press release yang dikirim ke MUSIKERAS – mendapat respon yang luar biasa baik dari metalhead di tempat-tempat yang mereka kunjungi tersebut, yang dibuktikan dengan pertambahan pendukung mereka di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Dan bukti yang lebih nyata adalah kedatangan pasukan Madiun ke Kediri yang diklaim oleh leader mereka, Adhi (dramer Barzah) sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Bless the Knights.
Lain cerita dengan Mranggen, mereka sangat menikmati untuk ber-headbang dan menggila bersama Bless the Knights saat kota mereka dikunjungi. Di Kediri sedikit berbeda, merupakan kota yang paling unik. Menurut Olgie, dikarenakan penontonnya sangat analisatif dan juga rata-rata merupakan pemain dan pemerhati metal. Kediri cenderung hanya ‘menyaksikan dan menikmati’ penampilan Bless the Knights, akan tetapi sangat aktif berkomentar setelahnya, baik dengan mendatangi masing-masing personel maupun via jejaring sosial.
Cikal bakal Bless the Knights terbentuk pada 2009, dengan nama awal Blitzkrieg, dan merilis album debut ber-genre metal progresif bertajuk “Energy of Anger”, setahun kemudian. Awal 2016, nama Blitzkrieg lantas diubah menjadi Bless the Knights, yang juga dijadikan judul album keduanya. Salah satu lagu di album tersebut, yakni “Surrounded by Idiots”, menghadirkan permainan gitar dan bass dari Eet Sjahranie (edane) dan Arya Setyadi (Voodoo, Wolfgang).