ISYANA SARASVATI: Cetuskan Trance Metal di “Burn”

Setelah “Babel”, kini Isyana Sarasvati meluncurkan “BURN” yang kembali menonjolkan elemen distorsi metal, sebagai trek fokus di album “EKLEKTIKO”.
isyana
ISYANA SARASVATI

Isyana Sarasvati akhirnya merilis album penuh kelimanya, yang bertajuk “EKLEKTIKO”. Sebuah proyek musikal yang merangkum perjalanan personalnya sebagai musisi dan individu melalui pendekatan yang bebas, eksploratif dan tidak terikat oleh batasan jenis musik.

Seperti yang sudah diduga, lagi-lagi sang penyanyi, musisi dan penulis lagu asal Bandung, Jawa Barat tersebut menjamu khalayak penggemar musik keras. 

Jika sebelumnya, tepatnya pada pertengahan Februari 2026 lalu ia menggaungkan lagu “Babel” yang kental nuansa symphonic dan elemen metal, kini ada “BURN” yang menjadi trek fokus di peluncuran “EKLEKTIKO”.

Sebagai bagian dari chapter ABADHI, “BURN” dipilih sebagai representasi energi paling intens dalam album tersebut. Menghadirkan pendekatan rock yang dinamis dan ritmis, namun dapat dirasakan secara fisik melalui elemen gerak dan groove yang kuat.

“‘BURN’ adalah perpaduan antara pop, electronic dan metal, melahirkan warna baru yaitu Trance Metal (Dance Metal) yang jadi eksplorasi baru untukku,” seru Isyana Sarasvati menegaskan konsep di baliknya.

“Sebagai pribadi yang kinestetik, aku menciptakan lagu ini untuk menemani teman-teman beraktivitas, terutama saat berolahraga. Semoga ‘BURN’ bisa jadi pemicu semangat untuk menjalani hari.”

Dalam proses peracikan komposisi dan aransemen lagu-lagu di “EKLEKTIKO”, Isyana juga mengungkapkan, semuanya mengalir secara intuitif, tanpa terlalu banyak perhitungan teknis.

“Nggak ada pertimbangan sama sekali, bener-bener buat sesuai keinginan hati aja. Aku nggak dengerin spesifik symphonic metal, tapi dengerinnya classic dan metal mentok aja,” urainya kepada MUSIKERAS, tanpa merinci artis, band atau lagu-lagu yang ia dengarkan.

Mengulang ‘Il Sogno’?

Tapi yang lebih mengejutkan, “BURN” tidak disuguhkan Isyana dengan format ‘standar’ dimana ia bernyanyi dan diiringi distorsi berat yang menggebu.

Karena kali ini, ia mengajak Agustinus Widi Nugroho, salah satu vokalis metal yang disegani di Tanah Air saat ini, untuk berkolaborasi. Bahkan bisa dibilang, Isyana membiarkan gemuruh vokal Widi mendominasi komposisi lagu tersebut.

Sementara di eksekusi musiknya, di antaranya Isyana juga melibatkan sentuhan cadas gitaris Karis dan bassis Shadu Rasjidi.

Jadi bisa dibilang, “BURN” seolah mengulang kolaborasi Isyana dengan band Deadsquad yang pernah terjalin di lagu “IL SOGNO”, yang diluncurkan pada 27 Januari 2022 silam.

Kebetulan Widi, Karis dan Shadu tercatat sebagai personel Deadsquad pada masa itu. Atau tepatnya formasi album “Catharsis”, rilisan 25 Februari 2022.

Kepada MUSIKERAS, Widi menuturkan merasa sangat bangga telah dilibatkan di lagu terbaru Isyana tersebut. Apalagi kesempatan itu merupakan penawaran yang datang dari Isyana sendiri.

“Waktu itu aku dihubungi Kak Isyana. Kak Isyan bilang kalau ada satu lagu untuk albumnya nanti, dan beliau merasa lagu itu butuh karakter scream laki,” ujar Widi mengenang.

“Jujur aku sangat respect karena dipercaya untuk jadi bagian dari karya kak Isyan, dan dari situ semuanya berjalan secara natural.”

Dalam proses kreatifnya sendiri, Widi mengakui turut dilibatkan berkontribusi sedikit di beberapa bagian lirik dan notasi vokalnya. Terutama untuk menyesuaikan karakter penyampaian serta dinamika scream agar terasa lebih menyatu dengan atmosfer lagunya.

“Tapi secara keseluruhan visi dan fondasi utama lagunya sebenarnya sudah cukup matang dari Kak Isyana dan tim. Jadi aku masuk di tahap pengisian vokal, khususnya untuk menerjemahkan karakter scream dan intensitas emosi yang memang sudah dibangun di dalam komposisinya.”

Tapi selama prosesnya, Widi yang kini tergabung di band Infernal Lamentations mengakui, juga dilibatkan dalam proses diskusi kreatifnya.

Khususnya saat membahas dinamika, rasa sampai detail kecil tentang bagaimana agar warna vokalnya bisa benar-benar menyatu dengan atmosfer musiknya.

“Jadi meskipun aku masuk di tahap vokal, prosesnya tetap terasa sangat kolaboratif, organik dan menyenangkan.”

isyana

Ruang Eksplorasi

Untuk memaksimalkan daya bakar “BURN”, Isyana Sarasvati juga meluncurkan visualisasi berformat video musik berskala besar. Ia tampil bersama 60 penari, dengan koreografi yang terstruktur dan visual yang kuat.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana “EKLEKTIKO” tidak hanya hadir sebagai karya audio, tetapi juga sebagai pengalaman visual dan performatif yang utuh.

Saksikan video musiknya di tautan kanal YouTube ini.

O ya, selain “BURN”, chapter ABADHI juga menghadirkan komposisi epik bernuansa rock berjudul “The Final Curtain”, “World World on Fire!”, “>.<“, “Babel” dan “my Mystery” yang menghadirkan permainan gitar dari Marty Friedman, mantan personel unit thrash metal legendaris dunia, Megadeth.

Album “EKLEKTIKO” dipersembahkan Isyana sebagai sebuah proyek multichapter yang dirancang untuk merefleksikan berbagai fase dalam kehidupan sang musisi.

Terbagi ke dalam empat chapter utama, yakni Lunora, MAMIU, Cecilia dan ABADHI, yang masing-masing membawa warna musikal, emosi, visualisasi, dan perspektif yang berbeda.

Lebih dari sekadar album, “EKLEKTIKO” menjadi ruang eksplorasi yang menghadirkan beragam spektrum emosi dan dinamika salam setiap fasenya, sebuah pengalaman yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan bersama para pendengar dan ISYANATION.

Album “EKLEKTIKO” telah resmi dirilis di berbagai gerai digital sejak 21 Mei 2026 lalu. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.