Menjelang Rilis Album, THURSDAYRIOT Luncurkan “Perception”

Untuk menyambut perilisan album penuhnya bertajuk “Warcry” yang rencananya bakal dirilis paling lambat Mei 2017 mendatang, band metal asal Bandung yang terbentuk sejak 2008 lalu, Thursdsayriot membuka jalan woro-woro-nya dengan meluncurkan single pemanasan berjudul “Perception” pada 27 Januari lalu.

Lewat press release yang disiarkan pihak Thursdayriot, diungkapkan garis besar lirik yang terumbar di “Perception” adalah tentang definisi kebenaran yang sangat berhubungan dengan situasi di Indonesia saat ini. “Pada umumnya sangat bergantung pada persepsi individu itu sendiri. Namun, terkadang, kita tak menyadari bahwa perspektif itu digiring oleh beberapa orang atau organisasi yang memiliki kekuasaan sehingga mengerucut pada satu perspektif saja, di mana belum tentu itu adalah kebenaran,” tulis pihak band.

“Dari lirik, lagu tersebut terinspirasi dari (masalah) sosial,” ungkap Albert, gitaris Thursdayriot kepada MUSIKERAS. “Lagu tersebut menceritakan kegelisahan kami akan sosial dimana sering kali opini itu digiring oleh orang-orang yang berkuasa atau media sehingga mengerucut pada satu titik.”

Proses penggarapan “Perception” dieksekusi para personel Thursdayriot, yakni Iki (vokal), Iman (gitar), Yoga (bass), Iqbal (dram) dan Albert bersamaan dengan pengolahan lagu-lagu lain dari album “Warcry”. Dan kini, menurut Albert, persiapannya sudah hampir rampung. Ada beberapa lagu yang saat ini tengah menjalani proses mixing.

Untuk musik, “Perception” sendiri digeber dengan tempo agak cepat, dimana di dalamnya terdapat bauran riff-riff serta progresi kord simpel tanpa basa-basi, yang dipadukan dengan sedikit blasting. Komposisi lagu ini seperti memiliki plot dimana terdapat klimaks dan resolusi sehingga membuatnya dinamis. “Musiknya ini memang dikonsep agar terdengar agak rusuh,” ungkap Albert lagi.

Formula musik di “Perception” yang disebut Albert banyak terinspirasi musik Metallica dan Killswitch Engage tersebut juga menjadi benang merah untuk keseluruhan lagu di “Warcry”. “Kami mencoba untuk membawakan musik yang sederhana. Komposisi musik yang mudah didengar tapi tidak menghilangkan unsur metal itu sendiri. Kami kira musik itu membutuhkan komposisi yang pas, tidak kurang, namun juga tidak berlebihan.” (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
karam
Read More

KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal

Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
danz
Read More

DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?

Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.
jivamaya
Read More

JIVAMAYA: Kisah Nyata di Balik Post-Rock

Pengalaman nyata menuntun Jivamaya untuk meneguhkan niat mewujudkan karya lagu rilisan tunggal debutnya, dan keluar dari zona nyaman.