BLESS THE KNIGHTS Siapkan Album Baru dengan Formasi Terbaik

Kehilangan dua personel sekaligus ternyata sama sekali tidak menyurutkan semangat unit metal progresif asal Tangerang Selatan ini untuk terus bereksplorasi. Dengan formasi fresh, yakni Fritz Faraday dan Olgie Alvianus (gitar) serta dua personel baru, Berry Heyder (vokal) dan Opic (dram), Bless the Knights telah mencanangkan sejumlah rencana. Selain tetap menjalani kesibukan manggung, kini agenda penggarapan album baru sudah di tangan.

Namun sebelumnya, rencana terdekat adalah merayakan hari jadi kedua Bless the Knights, dimana Fritz dan personel lainnya akan menggelar showcase istimewa pada 9 April 2017 mendatang. Hajatan itu akan dieksekusi di sebuah kafe di bilangan Jakarta Timur, Warung Deebong (eks Maitrin), dan mengundang seluruh metalhead untuk bergabung, bersenang-senang bersama tanpa dipungut bayaran. Selain Bless the Knights, rencananya akan tampil pula band-band metal lainnya seperti Corporation of Bleeding, Anastasya (Subang), Paper Gangster, Gore Infamous (Bandung), Feels, Standpoint dan Last Blood.

Lalu, acara ini juga telah mendapat dukungan dari “The Rock Campus” melalui pentolannya, gitaris Ezra Simanjuntak yang akan mengadakan pre-event bertajuk “In Conjunction to Bless the Knights 2nd Anniversary” pada 30 Maret 2017.

Nah, di hajatan ultah tersebut, Bless the Knights rencananya juga akan memperdengarkan single terbaru mereka hasil eksekusi bersama formasi terbaru. Single tersebut dibuat sebagai pemanasan sebelum mulai menggarap proses rekaman album terbaru. Menurut Fritz, dalam urusan album, Bless the Knights memang selalu siap karena memang tak pernah berhenti menulis lagu-lagu baru.

“Karena memang gue punya target sebisa mungkin minimum setahun sealbum atau minimum ada EP-lah… Gue pengen kayak Koes Plus yang punya 1000 lagu. Jadi gue pengen punya 1000 lagu metal progresif modern ala gue, hehehe… salah satunya materi dari album baru nanti bakal dibawain di acara anniversary ini,” ungkap Fritz kepada MUSIKERAS.

Dan yang menarik, lanjut Fritz lagi, konsep musik Bless the Knights selanjutnya bakal lebih lepas dan tanpa ampun. “Bedanya dibanding album kemaren adalah musik kami sekarang lebih ‘berbenang merah’. Gue lebih bebas berkreasi tanpa ampun. Nanti banyak sentuhan ‘kekinian’ di interlude gitar gue. Untuk sound, After The Burial menjadi salah satu influence, gue tweak di (prosesor gitar) Fractal AX8 yang bakal jadi main machine gue di setiap performance. Tunggu aja tanggal mainnya, hahaha…!”

Lalu, dengan formasi Bless the Knights yang terbaru, Fritz juga mengungkapkan keyakinannya bahwa bandnya saat ini didukung kualitas performa yang semakin baik.

“Gue percaya Tuhan selalu berikan yang lebih baik setiap kali Dia mengambil atau mengganti sesuatu dari gue. Buat gue, tim Bless the Knights sekarang ini bukan hanya punya musikalitas tertinggi selama band ini ada – terhitung sejak Blitzkrieg dulu – tapi kami sekarang fun banget karena mereka bisa dengan cepat melalap materi-materi yang gue lempar ke mereka. Gue itu seorang ‘detail freak’ dan mereka malah tertantang buat sedetail mungkin. Bahkan added value dari sudut pandang mereka. Gue rasa gue nggak perlu jelasin bagaimana adaptasi mereka, yang jelas gue finally nemuin senengnya main musik dengan mereka-mereka ini.”

Cikal bakal Bless the Knights terbentuk pada 2009, digagas oleh Fritz dengan nama awal Blitzkrieg. Setahun kemudian merilis album debut ber-genre metal progresif bertajuk “Energy of Anger”. Awal 2016, nama Blitzkrieg lantas diubah menjadi Bless the Knights, yang juga dijadikan judul album keduanya. Salah satu lagu di album tersebut, yakni “Surrounded by Idiots”, menghadirkan permainan gitar dan bass dari Eet Sjahranie (edane) dan Arya Setyadi (Voodoo, Wolfgang). Sejak awal 2017, formasi Bless The Knights adalah Fritz Faraday dan Olgie Alvianus (gitar), Berry Heyder (vokal) dan Opic (dram). Pada 2016, Bless the Knight masuk nominasi AMI Awards untuk kategori “Karya Metal Terbaik”. (Mdy)

3 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.