Formasi Unik S.I.W.T. Tegaskan Hardcore yang Lebih Brutal

Walau hanya menyisakan satu personel, namun tahun ini, Strong If We Together (S.I.W.T.) bertekad bangkit kembali dengan formasi baru dan konsep musik yang juga baru. Kini, unit musik keras asal kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tersebut mempertegas aliran hardcore yang dianutnya ke arah yang lebih brutal lewat peluncuran single bertajuk “Hardcore On The Street” yang dapat didengarkan di laman ReverbNation resmi mereka.

Lagu tersebut digarap Opay – satu-satunya personel yang tersisa, yang juga merupakan pendiri S.I.W.T. – dengan bantuan dari beberapa rekannya, yakni “Sincan” dan ” Mas Undul”. “Sedikit agak susah karena ada perkusinya,” ungkap Opay kepada MUSIKERAS.

Perubahan yang terjadi pada formasi S.I.W.T. akhirnya sekalian dijadikan momentum untuk mengubah imej band. Sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kini, Opay membentuk sebuah formasi ‘tidak tetap’ dimana seluruh personelnya mengenakan topeng dan merahasiakan identitasnya. “Alasan tidak diberitahu karena hanya saya pendiri S.I.W.T. dan tidak ingin lagi band ini sampai terganti-ganti personelnya.”

Tentang konsep “Hardcore On The Street” sendiri, Opay menegaskan guratan musik hardcore S.I.W.T. yang lebih ekstrim hasil serapan dari berbagai referensi. “Dari segi musikal dan ide-idenya ada yang ngambil dari band seperti Madball, Dog Eat Dog, Slipknot, Nirvana, Sepultura, Taring dan banyak lagi.”

Sementara dari segi lirik, Opay menebarkan energi positif untuk tidak gampang menyerah, namun tetap membumi. “Ini sebuah lagu untuk menyampaikan kepada semua orang bahwa: ‘Lo jangan nyerah, kalo lo mau di atas lo harus usaha dulu, harus kerja keras dulu. Dan kalo lo udah di atas usahain kaki lo tetap di bawah,” cetusnya.

Setelah single “Hardcore On The Street”, S.I.W.T. telah mencanangkan bakal merilis album mini (EP) serta sebuah video klip pada Mei 2017 mendatang. Opay sendiri mulai menjalani S.I.W.T. sendirian sejak 2012, saat para personelnya mengundurkan diri karena terhadang kesibukan pekerjaan masing-masing. Dezan (bass) berkonsentrasi pada karir sebagai tentara, lalu Welfrick (programmer/Synth) bergabung di keanggotaan kepolisian, Zany (gitar) memilih menggeluti bidang medis di rumah sakit, dan Ryan (gitar) yang pindah domisili ke kota lain. (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.