DEATH CEREMONY Merilis Album Debut di Record Store Day

Momentum Record Store Day, hajatan tahunan kaum pelaku industri musik independen dunia yang akan berlangsung pada 23 April 2017 mendatang benar-benar banyak dimanfaatkan oleh musisi seantero dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Khususnya di skena musik-musik independen, banyak band yang menandai hari itu sebagai tanggal perilisan single atau album terbaru. Salah satunya Death Ceremony, unit progressive/technical death metal asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Album pertama band yang dihuni formasi Ikhsan (vokal), Riza Ilhami (gitar), M. Ilham Arianda (gitar), Ady Desu (bass) dan Ilman Fanani (dram) ini, bertajuk “Desakralisasi”, akan dirilis tepat pada perayaan Record Store Day.

Sebenarnya, proses rekaman “Dekralisasi” yang memuat sembilan trek penikam jantung tersebut mulai digarap Death Ceremony pada Januari hingga April 2015 lalu. Namun perilisannya lantas tertunda karena ada beberapa hal-hal yang perlu diselesaikan.

“Konsep album ‘Desakralisasi’, dari lagu pertama sampai lagu terakhir saling berkaitan, saling berhubungan satu sama lain. Cerita tentang hedonisme dan tirani sangat kental di album ini,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, seputar tuturan liriknya.

Sementara untuk olahan musik, para personel Death Ceremony yang masing-masing memiliki pengaruh musikal berbeda-beda berhasil menemukan titik tengah di genre death metal dengan pendekatan yang lebih modern. “Dari segi musikal kami mengambil influence dari beberapa band death metal yang kami baur menjadi satu. Inspirasinya antara lain dari band seperti The Blachk Dahlia Murder, Gorod, Fleshgod Apocalypse, dan lain-lain. Semoga album ini bisa menambah referensi buat pendengar, khususnya para metalhead.”

Sebelum “Desakralisasi”, Death Ceremony yang terbentuk pada 27 Oktober 2010 silam sudah pernah merilis single berjudul “Symphony Kematian” (2011) dan album mini (EP) bertajuk “Paradoksal” (2014). Juga pernah dilibatkan di album-album kompilasi, yakni “Pasukan Jihad Compilation #2”, “Borneo True Underground Scene #1” dan “Voices Of Education Spirit #2”. (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.