Tiga bulan lebih setelah pengunduran diri vokalis Austin Carlile, secara mengejutkan, unit metalcore Of Mice & Men mendadak merilis single terbaru plus video musiknya yang bertajuk “Unbreakable”. Di lagu tersebut, tugas tarik suara dieksekusi oleh bassis Aaron Pauley. Band asal Orange County, California AS ini sendiri terakhir kali merilis album pada awal september 2016 lalu, berjudul “Cold World”.
Kepada radio BBC, Aaron Pauley, niat Of Mice & Men untuk meneruskan karir bandnya adalah juga merupakan permintaan dari Austin Carlile sendiri. “(Sebenarnya) Masih sulit untuk memikirkan masa depan band ini tanpa dia (Austin). Salah satu hal yang diekspresikan Austin kepada kami adalah bahwa dia sangat berharap band ini tetap berlanjut. Dia tidak mau menjadi penghalang dalam hal apa pun. Buat kami, butuh berhari-hari untuk memutuskannya.”
Akibat penyakit Marfan Syndrome yang merambat menyerang jaringan ikat di tubuhnya, yang lantas semakin melemahkan kinerja hati, paru hingga otot-ototnya, vokalis Austin Carlile terpaksa harus merelakan melepas Of Mice & Men, band yang ia dirikan pada pertengahan 2009 silam.
Austin sendiri menderita penyakit jaringan ikat yang langka dan telah bergulat melawannya sepanjang tur sejak karir Of Mice & Men dimulai. Setelah beberapa kali menjalani operasi di Stanford University Hospital, yang lantas disusul pembatalan tur Eropa, tim dokter Austin telah mengatakan bahwa manggung, dan khususnya cara bernyanyinya yang agresif telah memperparah (kondisi) tubuhnya. Mereka mengingatkan jika tetap lanjut melakukannya, maka akan menyebabkan kerusakan permanen. Mengikuti himbauan dari tim (dokter) spesialisnya, Austin akhirnya memutuskan untuk mundur dari band dan mengubah gaya hidup demi kesehatannya.
“Walaupun kami sangat sedih Austin tak bisa lanjut, tapi yang terpenting saat ini adalah kesehatannya dan kami akan selalu mendukung keputusannya dan merasa bangga atas kegigihannya selama bertahun-tahun. Kami merasakan hal yang luar biasa dan tahun-tahun yang tak terlupakan membuat musik dan tur dunia bersama,” tulis pihak band lewat siaran pers resminya, mewakili empat personel yang tersisa, yakni Aaron Pauley, Phil Manansala (gitar), Alan Ashby (gitar) dan Valentino Arteaga (dram).
Lewat akun Instagram-nya, Austin juga menyurahkan panjang lebar isi hatinya, tentang keputusannya untuk menarik diri dari Of Mice & Men setelah selama dua tahun belakangan, ia berjuang keras melawan sakit yang ia derita di tulang belakangnya, dan tetap ngotot menjalani kegiatan manggung. “Ini hal terberat dalam hidup saya dalam waktu yang sangat lama. Tapi saya mengucapkan terima kasih pada rekan-rekan band saya, keluarga saya, dan teman-teman dekat saya yang selalu mendukung dan mengerti diri saya. Mereka semua secara pribadi telah menyaksikan sakit yang harus saya atasi. Band akan tetap lanjut dengan (hanya) berempat, dan saya mendoakan yang terbaik buat mereka di 2017.”
Austin sendiri kini menetap di Costa Rica untuk menjalani proses penyembuhan, untuk beristirahat, sambil tetap menulis karya musik. “Saya tidak akan berhenti bermain musik. Saya masih bisa bernyanyi dan masih ingin melakukan banyak hal ke depannya, walaupun belum ada ide akan seperti apa. Saya merasa Tuhan menempatkan saya di kondisi ini untuk alasan tertentu. Dengan tertutupnya satu pintu, akan membuka pintu yang lain.”
Of Mice & Men – yang namanya diambil dari judul sebuah novel karya John Steinbeck – pertama kali meraih perhatian publik metal ketika memajang demo lagu “Seven Thousand Miles for What?” di laman Myspace yang lantas berhasil mencatat angka lebih dari sejuta pendengar. Sejak dibentuk, Of Mice & Men mengalami beberapa kali bongkar pasang formasi. Austin Carlile sendiri sudah sempat keluar sementara dari formasi pada 2010 karena harus menjalani operasi dan digantikan oleh Jerry Roush. Sejauh ini, sudah merilis empat album studio, yaitu “Of Mice & Men” (2010), “The Flood” (2011), “Restoring Force” (2014) dan “Cold World”. Prestasi terbaik band ini diraih lewat album “Restoring Force” yang berhasil meraih peringkat keempat terlaris di Amerika Serikat, No. 17 di Inggris, No. 36 di Selandia Baru dan No. 9 di Australia.
Kredit foto: Tom Barnes