Setelah resmi meluncurkan album penuh bertajuk “Provokasi” pada 27 Februari 2017 lalu, kini unit hardcore asal Surabaya, Flowdown kembali membakar kuping para metalhead lewat single “Sisi Primitif” yang telah diluncurkan videonya di kanal YouTube dan media sosial lainnya. Sebelumnya, dari album yang sama, juga telah diluncurkan video dari single bertajuk “Petarung Handal”.

“Sisi Primitif” sendiri dipilih untuk dibuatkan video promo karena tema liriknya yang sangat sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini. “‘Sisi Primitif’ adalah lagu yang bercerita mengenai sifat asli manusia dimana apabila kita kaitkan dengan kejadian sehari-hari banyak di antaranya yang memaksa orang lain demi mencapai tujuannya sendiri. Pemaksaan itu antara lain penyalahgunaan wewenang dan jabatan,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS.
Secara keseluruhan, album “Provokasi” sendiri, memang banyak menyoroti kondisi memprihatinkan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia saat ini. Sebelas trek mematikan yang termuat di album tersebut merefleksikan kesenjangan sosial, modernisasi, nepotisme, intoleransi antar umat beragama serta provokasi di mana mana. “Itu yang kami kupas tuntas dalam album ini dengan istilah-istilah yang tidak ramah di telinga,” cetus pihak band lagi.
“Provokasi” sendiri dirilis via label Grounderz Record, dimana seluruh tahap produksi, mulai dari rekaman, mixing, mastering hingga penggarapan video dikerjakan di Musicals Studio. Gitaris Flowdown, Putu Moreno memegang kendali sebagai produser untuk album tersebut, yang dibantu oleh Frans Ferian dari Musicals Studio untuk mengeksekusi mixing serta mastering.
Beberapa musisi lokal Surabaya diajak berkolaborasi dan sekaligus menjadi mentor saat penggarapan rekaman “Provokasi”, di antaranya ada Bima (vokalis Simpul Mati) pada lagu “Song Of Survivor” serta Ade (Boy Horror) yang menjadi mentor untuk Joko Febrianto, vokalis Flowdown.
Dari segi musikalitas keseluruhan album, Joko, Putu, Hamdan Arrasyid (gitar), Danang Danger (dram) dan Panji Sundoro (bass) mengaku sangat puas. Terkhusus di lagu “Song Of Survivor”, dimana Flowdown sukses melebur vokal berkontur death metal dengan karakter vokal hardcore kental. Begitu juga di lagu “Elang VS Serigala” yang menghadirkan permainan lead gitar garang yang diambil dari OST Street Fighter.
Flowdown yang banyak terpengaruh kecadasan musik dari band-band seperti Biohazard, Suicidal Tendencies, Pantera, Sepultura hingga Earth Crisis terbentuk pada Maret 2012 silam. Dimulai oleh Putu Moreno dan dramer Kilat Wahono, yang lantas diperkuat pula oleh Draox Jasta (gitaris Cinta Hitam) yang mau bergabung dan sempat mengisi posisi sebagai pembetot bass sebelum akhirnya pindah ke posisi gitar. Pada periode 2013 dan 2014, Flowdown kerap diwarnai gonta-ganti personel. Saat menggarap album mini (EP) bertajuk “Sistem Menjerat” (2015), formasi Flowdown diperkuat oleh Joko Febrianto, Hamdan dan Dika di posisi dram. Tapi pada 2016, formasi tersebut kembali berubah dengan masuknya Danang Danger dan Panji Sundoro. (MK02)
.