EVANESCENCE Akan Rilis Album Orkestra yang Organik

Penantian yang cukup lama untuk mendengarkan materi album terbaru Evanescence akhirnya akan terbayar dalam waktu dekat. Pengumuman mengenai album yang bakal diberi judul “Synthesis” tersebut disampaikan Amy Lee sendiri lewat laman resmi Evenescence di Facebook beberapa jam lalu.

Tapi, kali ini konsep musik yang diterapkan Amy Lee bersama personel lainnya, yakni Tim McCord (bass), Will Hunt (dram), Troy McLawhorn (gitar) serta Jen Majura (gitar) sangat berbeda dibanding album-album sebelumnya. Amy memilih lagu-lagu lama Evenescence yang sebelumnya sudah dikenal orang dan menerapkan aransemen ulang ke dalam format orkestra. Jadi tak akan terdengar raungan distorsi gitar yang tebal atau gebukan dram yang megah.

“(Konsep) Album ini adalah orkestra and elektronika,” cetus Amy menegaskan. “Kami memainkan musik kami, dan mengganti musik(sebelumnya)nya dengan orkestrasi penuh, dengan ketukan nada dan suara yang benar-benar sintetis. Makanya diberi judul ‘Synthesis” karena merupakan kombinasi, pengontrasan, sinergi antara hal-hal organik dengan sintetik.”

Lebih jauh, Amy juga menegaskan bahwa album ini tak bisa dikategorikan sebagai album versi remixed dari lagu-lagu yang sudah ada, karena materinya benar-benar dibangun dari nol lagi. “Temponya berbeda, struktur yang berbeda, dengan intro dan outro yang baru, dan menjalinnya menjadi komposisi musik yang megah. Seperti sebuah komposisi klasikal yang megah, kurang lebih seperti musik soundtrack.”

Tapi di antara lagu-lagu daur ulang tersebut, Evenescence juga menyelipkan dua lagu baru dengan komposisi yang orisinil. Untuk mewujudkan album ini seperti yang diharapkan Amy, ia mengajak komposer legendaris, David Campbell, yang sebelumnya sudah pernah menggarap komposisi strings untuk album-album Evanescence sebelumnya. “Hanya kali ini (kami menggarap) orkestra penuh. It’s really awesome.”

Di luar Evanescence, Amy Lee sendiri belum lama ini merilis dua single solo bertajuk “Love Exists” serta “Speak To Me”. Single yang kedua terpakai sebagai soundtrack untuk sebuah film thriller supernatural berjudul “Voice From The Stone” yang telah dirilis pada 28 April 2017 lalu.

Pada Desember 2016 lalu, Evanescence merilis sebuah album box set bertajuk “The Ultimate Collection” yang memuat kumpulan piringan hitam (vinyl) dari album-album studio Evanescence seperti “Fallen” (2003), “The Open Door” (2006) dan “Evanescence” (2011). Selain itu, ada pula sisipan album “Origin” yang memuat lagu-lagu demo awal Evanescence (sebelum era “Fallen”) yang belum pernah dirilis sebelumnya, serta album “The Lost Whispers”  yang merangkum beberapa bonus tracks serta versi rekaman terbaru dari lagu “Even In Death” (2016) yang sebelumnya pernah termuat di “Origin”. Box set ini juga menyertakan buku setebal 52 halaman yang mengabadikan karya-karya seni yang berkaitan dengan Evanescence, lirik-lirik yang ditulis tangan, foto-foto serta pernak-pernik langka lainnya.

Evanescence yang dibentuk di Arkansas, AS pada 1995 silam mengalami jaman keemasannya saat merilis album debut “Fallen”, yang menghadirkan kolaborasi harmonis antara Amy Lee dengan gitaris Ben Moody. “Fallen” kini telah terjual sebanyak lebih dari 17 juta keping di seluruh dunia dan berhasil memenangkan dua dari tujuh nominasi penghargaan Grammy. Setelah ditinggal Ben Moody, formasi Evanescence terus berevolusi dan hingga hari ini hanya menyisakan Amy Lee sebagai satu-satunya personel asli yang bertahan. Evanescence pernah menggelar konser di Jakarta, tepatnya di Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada 25 Februari 2012 silam.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.