KEKAL Lanjutkan Gerilya dengan Persiapan Album Avant-Garde Metal

Unit metal progresif asal Jakarta yang telah bergerilya sejak 1995 silam, Kekal kembali menyiapkan album baru bertajuk “Deeper Underground” yang rencananya bakal dilontarkan tahun depan. Tapi sejak April 2017 lalu, materi kedua dari album yang masih proses rekaman tersebut sudah dirilis ke khalayak metal, berjudul “Sanity Away From Sanity”. Sebelumnya, tepatnya pada Februari 2017, Kekal juga telah membocorkan lagu baru berjudul “Root of All Evil”.

“Sanity Away From Sanity” yang menyoroti efek dari eksploitasi bumi tersebut dibaluri formula musik yang ‘gelap’, kasar dan sarat atmosfir kemarahan. Menurut Jeff Arwadi – ‘the man behind the gun’ untuk musik-musik Kekal selama ini – lagu tersebut adalah sebuah lagu kemarahan, dan juga sebuah lagu kesedihan, menyangkut kondisi bumi yang semakin memprihatinkan kondisinya.

“Tapi bukan sebuah lagu yang gelap, tidak juga depresi, (karena) mengesankan ada sebuah harapan di lagunya. Bukan sebuah harapan yang bakal kita terima hasilnya dalam waktu dekat, karena sepertinya itu sudah terlambat. Tapi dengan mulai melakukan sebuah aksi personal, untuk bertahan, adalah juga sebuah harapan: misalnya dengan melakukan daur ulang, menggunakan tas plastik seminim mungkin, menggunakan kendaraan dengan bahan bakar seefisien mungkin atau menggunakan transportasi publik… Hal-hal kecil yang biasa kita anggap remeh….”

Proses rekaman “Sanity Away From Sanity” dan “Root of All Evil” sendiri, menurut Jeff yang dihubungi MUSIKERAS, sangat berbeda dibanding proses rekaman musik secara ‘normal’. “Karena memang Kekal saat ini, sejak tahun 2009, tidak punya personel inti dan tidak ada lagi sesi latihan dan sebagainya. Jadi proses penciptaan lagu itu menyatu dengan proses produksi dan rekaman. Saya nggak mau bicara yang terlalu teknis di sini, tapi proses produksi atau rekaman musik Kekal belakangan ini lebih mirip sifatnya dengan proses produksi untuk musik-musik hip-hop dan electronic. Hanya saja, wujud musik dan penggunaan instrumen musik-nya yang berbeda,” urainya menegaskan.

Sementara untuk ide musikal, Jeff mengaku saya tidak terlalu berpatok pada satu atau dua hal. Menurutnya, Kekal sudah punya gaya musik sendiri yang sedikit demi sedikit dibangun dan dibentuk sejak Kekal lahir pada pertengahan era ‘90an . “Tapi mungkin kalau diharuskan menyebut referensi, untuk lagu ‘Sanity Away from Sanity’, saya bisa rasakan kombinasi antara Kendrick Lamar, d-beat/crust-punk dengan extreme metal.”

Bagi metalhead yang ingin mendengarkan “Sanity Away From Sanity”, bisa mengunduh (download) lagu tersebut secara gratis dengan cara menyedot ekstrak audionya di kanal YouTube, membelinya di keran BandCamp atau mendengarkannya di Soundcloud.

Rekaman lagu “Sanity Away From Sanity” sendiri digarap oleh Jeff Arwadi di Ideation Station dan menghadirkan selipan sampel suara dari film dokumenter berjudul “Disruption”. Jeff juga sekaligus mengeksekusi proses mixing dan mastering plus bantuan Azhar Levi Sianturi di lini artwork. Rencananya, setelah kedua lagu tadi, Kekal berturut-turut akan melepas lagu baru ke publik pada Juni, Agustus dan Oktober 2017. “Deeper Underground” sendiri bakal memuat 10 trek berhawa avant-garde metal. Sejak album “Multilateral” (2015), Kekal merilis single satu-per-satu dalam bentuk digital selama kurun waktu setahun lebih, sebelum perilisan album. Begitu albumnya dirilis, mereka juga melepasnya dalam format cakram padat (CD).

Selama lebih dari dua dekade berkarir, Kekal telah melahirkan banyak karya rekaman. Di antaranya album “The Painful Experience” (2001) yang menandai evolusi musik Kekal, dari extreme metal ke area yang lebih progresif dan eksploratif.  Di album “1000 Thoughts of Violence” (2003), reputasi Kekal mencapai titik terbaiknya, baik dari segi penjualan album maupun dari sudut penilaian media massa. Musiknya yang unik, dimana Kekal melebur berbagai elemen seperti jazz-fusion, rock progresif, psikedelik, dub, trip-hop, elektronik eksperimental hingga ambient music membuat gaung Kekal berhasil menembus ke luar kawasan Asia.

“Sulit sekali untuk mendeskripsikan musik Kekal dalam sebuah kalimat, karena itu adalah bentuk asimilasi dari banyak sekali variabel. Musik Kekal bisa dikategorikan sebagai metal, tapi ada di luar batas dari pakem-pakem musik metal yang ada,” cetus Jeff.

Pada 2004, Kekal menjadi band Indonesia pertama yang melakukan tur di Eropa. Sejak 12 Agustus 2009, Kekal memutuskan menjadi band tanpa personel. (Mdy)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.